
New Jersey 1980. 9:30 PM
Kakak beradik itu sedang berjalan ke sebuah toko untuk berteduh karena hujan yang lumayan deras. Mereka memakai jaket untuk meneduhi kepala mereka dari air hujan.
Dingin, Itulah yang mereka rasakan. Tubuh mereka menggigil merasakan dingin yang menyeruak ke dalam tubuh mereka.
Biasanya ibu mereka akan membuatkan coklat panas dikala hujan seperti ini. Sekarang, tidak ada coklat panas ataupun selimut yang hangat untuk mereka. Yang mereka inginkan sekarang hanyalah pulang, merindukan rumah.
__ADS_1
"Connor..." panggil si Kakak yang lebih tua satu tahun darinya. Mereka masih menggigil karena dinginnya air hujan.
"Apa kau ya-" ucapan Kakaknya itu terpotong.
"Sudahlah kak! Aku sangat yakin dengan keputusanku! Aku sangat sayang kepada ibu dan aku tidak akan membiarkan satu pun orang melukainya.
Dengan seperti ini...mereka tidak akan mengganggu kita lagi kan?" Ia tidak yakin pertanyannya akan di 'iya' kan oleh Kakaknya.
__ADS_1
Kakak itu mengeluarkan sesuatu dari saku celananya. Benda berbentuk seperti jam yang terdapat angka 08 disana.
Sang adik menatap nanar ke arah jam tersebut, ia melihat semua kenangan di sana. Ia akan rindu pada ibunya namun ia juga sangat sayang pada ibunya, terpaksa ia harus melakukan ini.
Mereka memakai jaket yang masih basah itu dan memegang benda itu dan fokus pada pikiran keduanya. Benda itu mengeluarkan setitik cahaya lalu cahaya itu menyedot mereka ke sebuah portal. Semua pengunjung di toko melihat keluar tetapi tidak menemukan apa-apa.
" Ini semua bukan akhir dari ceritaku, dan ini adalah awal dari sebuah perjalanan " -Connor McDoughlas
__ADS_1