
Anak yang bernama Connor itu duduk sendiri di paling belakang bertepatan sebrang meja Emely.
Kenedy yang mejanya berada di depan meja Emely menoleh ke arah Connor dan cengengesan entah karena apa.
"Emely!" Kenedy agak berbisik pada sahabatnya itu.
"Aku yakin, kau pasti akan menyukainya! Aku bertaruh jika kau menyukainya, kau akan mentraktirku 5 cone icecream.
Dan jika aku kalah, aku yang akan mentraktirmu. Bagaimana?" Emely mempertimbangkan taruhan itu. Ia rasa, ia tidak akan pernah punya rasa apa-apa terhadap lelaki itu atau lelaki lain.
Setelah mempertimbangkan taruhan itu, Emely tersenyum miring.
"Deal!" Mereka berjabat tangan.
π»π»π»
γ
γ
Mr. Matthew menerangkan tentang sejarah Amerika dan berhasil membuat anak muridnya bosan hingga mengantuk.
γ
γ
Bel yang telah dinanti para murid pun berdering juga. Serasa mereka terlepas dari neraka.
γ
γ
"Oh yeah! I'm free from hell!" Teriak Kenedy, memang susah jika mempunyai sahabat yang urat malunya telah putus.
Emely menepuk pundak sahabatnya itu, dan menjatuhinya. Emely memang suka gila.
Kenedy sangat terbebani oleh berat tubuh Emely, memang sahabat ter laknat.
"Ken, aku lemas. Ayo ke Kantin." Akhirnya Emely bangun juga.
Kenedy menyeret Emely ke Kantin, masa bodo dengan ucapan orang-orang.
γ
γ
γ
γ
π»π»π»
γ
γ
Suasa Kantin sangat ramai, Emely tidak kuat jika begini. Ia bisa saja mati kelaparan.
γ
γ
"Aku saja yang memesan ya." Tentu saja Emely tidak menolak, karena ia sudah sangat lemas.
γ
γ
Kepalanya dalam posisi tertidur di atas meja, ia memainkan jarinya. Rambutnya menghalangi mukanya.
γ
γ
Kenapa ia tidak menitipkan icecream kepada Kenedy ya.
__ADS_1
γ
γ
Seperti ini wajah Emely semakin lucu, namun moodnya kali ini hanya ingin makan.
γ
γ
"Emely?" Tanya seseorang, dan ternyata itu adalah Bryce.
γ
γ
Emely mengangkat kepalanya dan masih terlihat seperti orang belum makan setahun.
γ
γ
γ
γ
"Aku duduk disini bersama mereka ya, omong-omong Kimberly dan Kenny belum datang?" Bryce langsung duduk dan ternyata ia bersama orang yang mengagetkannya di Ruang Principal itu.
γ
γ
γ
γ
Dan salah satu dari orang itu berada di kelas yang sama dengannya, ia lupa namanya. Kenny itu nama panggilan kecil Kenedy.
γ
γ
γ
γ
Emely tersenyum dan menyapanya juga. Orang yang tadi sekelas dengan Emely hanya terdiam menunduk.
γ
γ
"Oh iya, perkenalkan ini James McDoughlas. Ia masih seangkatan kita namun lebih tua setahun dariku. Dia ada dikelas Olahraga denganku tadi."
γ
γ
Bryce memperkenalkan orang yang menyapa Emely itu. Ia hanya mengangguk.
γ
γ
"Dan disamping James itu adiknya, Connor McDoughlash. Ia berada di Kelas Sejarah denganmu kan?"
γ
γ
Bryce menatap Emely dan Connor bergantian, namun Connor tetap menundukan kepalanya.
γ
γ
__ADS_1
James menyikut lengan Connor, namun anak itu tetap pada pendiriannya.
γ
γ
"Sapa dia Connor! Dia kan temanmu!" Bisik Kakaknya yang masih bisa terdengar oleh Emely.
γ
γ
Connor menatap Emely datar dan "Aku tidak yakin mempunyai teman, termasuk dia." Connor berdiri meninggalkan Kantin.
γ
γ
Emely terdiam dengan yang baru saja Connor katakan.
γ
γ
Kita bisa berteman kan hei! Jangan mendramatisir keadaan dasar Drama King. Batin Emely.
γ
γ
"Maafkan adikku ya Emy." James menyebut nama Emely dengan salah.
γ
γ
"Emely bukan Emy, tapi kurasa itu bagus juga. Aku akan memakainya untuk menjadi nama Penulisku jika bukuku terbit." Emely terlihat senang.
γ
γ
"Wassup Everybody!" Kenedy membuat semua orang di meja tempat Emely menoleh ke asal suara.
γ
γ
Kenedy bersama Kimberly yang membawa nampan makanan.
γ
γ
Setelah mereka berada di meja, mereka menyantap makanan masing-masing dan sesekali Kenedy membuat lelucon bahkan James ikut meramaikan suasana.
γ
γ
"Bahkan dia tidak pernah peduli terhadapku sama sekali, aku merasa tidak dianggap olehnya. Aku rindu duniaku yang dulu."
γ
γ
Seseorang bergumam melihat kebersamaan di antara mereka dari kejauhan.
γ
γ
" I'm just a little pieces from a billion people in the world" -Connor McDoughlas.[]
γ
__ADS_1
γ