The Time Traveler

The Time Traveler
Trouble At Your Home


__ADS_3

"Emely! Bisakah kau matikah suara itu?! Mom sedang stres!" teriak-Jessica-yang tidak lain adalah Momnya Emely.


"Baiklah!" gadis itu memutar kedua bola matanya.


Padahal aku sangat butuh mendengarkan musik kali ini, apalagi lagu yang satu ini adalah moodbosterku. Batin Emely sembari mematikan alunan musik Greenday yang sangat cukup kencang.


Jika aku menggunakan headphone Mom akan marah, seperti tadi salah, apa hal di dunia ini yang kulakukan tidak salah? Batin gadis itu lagi.


Ponselnya bergetar, ia segera melihat pesan dari Kimberly yang baru saja ia kirim.


Kimberly : Em!


Kimberly : Ini gawat! Lihat di depan rumahmu!


"Apa-apaan ini?!" teriaknya panik.


Emely terlalu takut untuk melihatnya langsung ke bawah, jadi dia hanya mengintip melalui jendela kamarnya. Di bawah sana, tepatnya di halaman rumah Emely terdapat dua orang pria yang sedang berkelahi. Mereka berdua memiliki seperti kekuatan ajaib yang ada di film-film Hollywood. Namun kini ia melihatnya langsung.


Emely mengetik pesan untuk temannya itu.


Emely : Kau dimana?!


Emely : Apakah kau tahu siapa mereka?!


Kimberly : Hey bodoh, kalau aku tahu pasti akan segera ku lerai daritadi!


Kimberly : Tadi aku ingin main ke rumahmu, tetapi melihat orang itu aku langsung berlari ke rumah Bibi May


Emely : Baiklah, lalu apa yang harus kulakukan sekarang?!


Kimberly : tentu saja menelpon 911 bodoh!


Emely segera menelpon nomer gawat darurat itu dan koneksi tersambung.


"Tolong! Tolong aku! Di depan rumahku ada dua orang aneh, mereka sedang bertarung atau apalah itu! Mereka seperti memiliki kekuatan!" paniknya.


Pihak 911 meminta Emely agar tenang bahwa mereka segera mengirim bantuan, "Tolong tenang Nyonya, siapa namamu? alamat lengkapmu?" tanya operator di sana.


"A-Aku Emely! Lie-Lieberher! Rumahku di Jalan Mango Spark blok A 11! Cepat tolong aku!" teriaknya sesekali mengintip ke jendela, ternyata mereka masih berkelahi.


Sambungan di putus oleh 911 ia menghirup nafas dalam-dalam dan membuangnya.


Sebenarnya ini ada apa?! Mereka siapa?! Batinnya bertanya-tanya.


Kimberly : Emely!


Kimberly : Sepertinya mereka datang ke rumah Bibi May!


Kimberly : Aku sedang mengumpat dengan Bibi May di bawah ranjangnya, Emely! Aku takut!


Emely : What the heck

__ADS_1


Emely : Tenang Kimberly, kau harus tetap berdoa, Tuhan akan selalu melindungimu!


Emely mengintip lagi lewat jendelanya, ternyata memang benar dua orang itu berjalan ke arah rumah Bibi May.


"Mereka orang waras atau bukan sih! Tadi mereka berkelahi namun lihat sekarang mereka menjadi seperti bersekongkol dan mereka akan ke rumah Bibi May astaga!" ucapnya frustasi melihat kedua orang tersebut.


Lalu polisi datang di halaman rumah Emely, ia segera turun ke bawah untuk menghampiri mereka.


"Dimana mereka?" tanya salah satu polisi yang ada di halaman Emely.


"Di rumah seberang sana!" Emely menunjuk rumah Bibi May yang berada di seberang rumahnya.


Mereka segera menuju ke rumah Bibi May, Emely tak bisa berfikir jernih, ia terus saja berfikir yang buruk-buruk akan terjadi.


"All the weapons down! Police in here!" teriak Polisi yang berambut botak.


tidak ada jawaban sama sekali, mereka lalu mendobrak pintu namun hal yang berlawanan terjadi. seseorang dari dalam seperti menghancurkan pintu tersebut, tubuh Polisi itu tersungkur ke lantai.


Aku harus apa?! Emely berfikir keras untuk berbuat sesuatu.


Rupanya salah satu dari orang yang tadi berkelahi menatap Emely dengan tersenyum seperti penjahat, ia segera berlari namun lelaki itu seperti mengangkatnya dengan sesuatu. Sihir.


"Apa-apaan ini brengsek!" umpat Emely melihat tubuhnya melayang di udara.


"Jika kau ingin selamat, kau harus beri tahu kami dimana dua bocah nakal itu!" Emely tidak mengerti apa yang barusan saja mereka bicarakan.


"Siapa mereka?! Aku saja tidak tahu!" bantahnya.


"Aku bisa melakukan apapun gadis kecil, cukup beri tahu aku itu saja dan kau akan selamat!" pria itu berteriak.


"Aku tidak mengerti apa yang kau bicarakan ***! Jangan menanyakan hal yang aku tidak tahu, kalau kau menanyakan soal Greenday baru aku akan menjawab!"


Kedua pria itu terkekeh, "dasar gadis pirang tidak berguna! aku akan mengurungmu sementara bersama dua orang tidak berguna lainnya!" pria yang melakukan sihir itu menjatuhkan Emely ke tanah.


Emely meringis kesakitan dan langsung di bopong oleh pria tadi memasuki rumah Bibi May, ia lalu di dudukkan di kursi di ruang tamu dan diikat tangannya di kursi. Emely menahan tangis dan melihat ke arah Bibi May juga Kimberly yang sedang terisak.


"Kimberly..." ucap Emely seperti ketakutan.


"Mereka terus saja mengatakan tentang arloji, arloji dan arloji! Aku tidak paham! Bisakah mereka ambil saja arlojiku dan membebaskan kita!" geram Kimberly.


"Memang apa sih yang istimewa dari arloji yang mereka bicarakan?!" ucap Kimberly lalu menangis kembali.


Bibi May terus diam dan menangis sesenggukan sendirian, "itu bukan sekedar arloji biasa bodoh, arloji itu memiliki kekuatan." Tiba-tiba suara pria tadi terdengar kembali.


"Mana ada arloji memiliki kekuatan?! Jelas saja kau yang bodoh!" cibir Kimberly.


"Kau saja yang tidak tahu, dunia ini lebih dari apa yang kau bayangkan anak kecil," ucap Pria yang satu lagi.


Di lain tempat, dua Kakak-Beradik itu menatap hologram di depannya, yang satu hanya datar yang satu lagi merasa iba.


 

__ADS_1


 


Mereka mandapat masalah karenaku. Batinnya.


 


 


"Bagaimana Connor? Mereka harus terlibat masalah karena kita," James terlihat begitu khawatir.


 


 


"Aku tidak tahu." Connor menggedikan bahunya tak peduli.


 


 


"Mengapa mereka bisa tahu keberadaan kita?" Pikir James heran.


 


 


"Mereka meletakkan pelacak pada jaketku, saat aku mengetahuinya lalu aku langsung menempelkannya ke rambut Kimberly" dia berbicara seperti itu tanpa memiliki dosa sama sekali.


 


 


James mendorong tubuh adiknya ke dinding, "apa kau gila?! kau membahayakan mereka, lihat!" ia menunjuk ke hologram tersebut.


 


 


Connor melepas tangan James yang menghalanginya dan berlalu pergi ke kamarnya untuk beristirahat.[]


 


 



 


 


" I was so dumb to let you being in my trouble. " -James McDoughlas

__ADS_1


 


 


__ADS_2