
Ini hari pertama masuk sekolah setelah libur musim panas yang menyenangkan. Gadis berambut pirang itu merasa bersemangat untuk masuk sekolah. Ia memakai kaus biasa bertuliskan ''friends don't lie" namun disaat yang bersamaan ia ingin muntah melihat kata-kata yang terpampang di bajunya itu. Bukan karena teman-temannya melainkan wanginya yang busuk, entahlah namun ia tetap memakainya.
Momnya telah menyiapkan sarapan untuknya di meja makan "EMELY! CEPAT TURUN, ROTIMU SUDAH SIAP!"
Yang dipanggil secepatnya turun ke bawah, dan juga cacing di dalam perutnya pasti sudah berdemo ingin makan. Emely mengusap-usap perutnya seraya bergumam "hei, bisakah kalian diam."
Dengan kekuatan secepat kilat dia sudah tiba di meja makan. Ia hanya meminum susu dan mengambil rotinya dan... oh ya! Tasnya ketinggalan dikamar, ia berlari lagi ke kamar untuk mengambil tasnya.
"Mom, aku berangkat ya" Seraya ia mencium kening Momnya. Emely bersama Dadnya di mobil menuju sekolahnya.
Hatinya sangat senang sekali, ini hari pertama masuk sekolah setelah libur musim panas. Dan Kimberly akan mengajaknya untuk makan icecream sepulang sekolah nanti. Ya namun harus bayar masing-masing, namun katanya 'aku tidak bisa hidup tanpa icecream, karena nyawaku pada icecream' sangat sangat aneh bukan.
π»π»π»
γ
γ
Emely berjalan santai saat sampai di sekolah, Kimberly belum terlihat sama sekali. Padahal ia akan pamer terhadap liburan musim panasnya yang menyenangkan dibanding tahun-tahun sebelumnya.
γ
γ
Bukan bermaksud sombong, tetapi Emely hanya bercerita saja kalau liburannya kali ini tidak se-membosankan saja.
γ
γ
Mata Emely menjelajah keseluruh sekolah, senyum manisnya mengembang. Ia melihat Kenedy disana, dan di sampingnya ada Bryce.
γ
γ
Dalam hatinya ia ingin sekali menyubit pipi Bryce, because she got a crush on him!1!1!. Tidak terlalu mungkin, namun Emely suka sekali jika ia melihat Bryce tersenyum lepas seperti di hadapannya kali ini.
γ
γ
Emely berjalan ke arah mereka dan...
γ
γ
Emely tertabrak dengan seseorang, orang itu memakai jaket hitam dan menutup kepalanya juga dengan jalan menunduk.
γ
γ
Ternyata orang yang menabrak Emely itu seorang lelaki, lelaki itu tidak meminta maaf sama sekali kepada Emely.
γ
γ
Emely pun tidak terlalu peduli dengan kejadian tadi, ia langsung menuju Kenedy dan Bryce yang sedang berbincang di loker mereka masing-masing.
γ
γ
Emely memberi tanda pada Kenedy untuk tidak memberitahu Bryce karena ia ingin mengejutkannya, Bryce membelakangi Emely. Rupanya Kenedy paham dengan tanda-tanda Emely.
γ
γ
Saat ingin mengejutkan Bryce, ternyata malah Bryce yang mengejutkan Emely. Bryce sudah tahu gerak-gerik Emely.
γ
γ
"Kau harus lebih banyak belajar Emely" Kata Bryce sambil mengusap rambut Emely.
γ
γ
Tuhan, Emely ingin mati saja jika begini! Oh tidak, jika aku mati aku tidak akan bertemu Bryce lagi. Batin Emely menjerit karena saking senangnya.
γ
γ
"Jam pertama, kalian ada kelas apa?" Tanya Kenedy yang ditujukan oleh kedua temannya tersebut.
γ
γ
"Sejarah" Jawab Emely, ia sangat menyukai pelajaran ini. Kenedy memiliki jam yang sama dengannya.
γ
γ
Lalu Kenedy memberi isyarat untuk ber'tos'ria dengan Emely karena memiliki jam yang sama, dan mereka berdua melakukan tos.
γ
γ
"Kalau aku Olahraga, kali ini aku akan bermain badminton!" Bryce tampak tak kalah antusias dengan Emely. Lagi-lagi senyuman itu.
γ
γ
γ
__ADS_1
γ
Suara teriakan perempuan tak asing lagi di telinga mereka, meneriaki nama mereka semua. Ya, dia Kimberly Vanderson.
γ
γ
Saat Kimberly datang, mereka memiliki rencana untuk kabur. Tidak peduli dengan Kimberly yang akan marah oleh kelakuan sahabatnya itu.
γ
γ
"Satu" Kenedy memulai.
γ
γ
"Dua" Emely membuat ancang-ancang untuk bersiap berlari.
γ
γ
"Tiga!" Ucap Bryce saat Kimberly sudah dekat dengan keberadaan mereka.
γ
γ
Kimberly berdecak kesal karena ditinggal pergi oleh sahabatnya. Jika mereka bertemu nanti, ia akan mencincang mereka.
γ
γ
γ
γ
Mereka bertiga--Bryce, Kenedy dan Emely--mengumpat ke tempat yang aman, Kenedy dan Bryce pergi ke LapanganIndoor Basket sekolah. Suasana di Lapangan sangat ramai oleh siswa yang sedang--ya, bermain--bersama teman-teman mereka.
γ
γ
γ
γ
Beda lagi dengan Emely yang kini justru seperti anak hilang. Rasanya Emely kehilangan dua sahabatnya itu, ia berlari ke Ruang Principal.
γ
γ
Tidak begitu ramai orang yang berlalu lalang seperti di koridor tadi.
γ
γ
γ
γ
Itu bukannya lelaki yang tadi menabrakku? Ia bertanya dalam hatinya sendiri.
γ
γ
Mereka berdua meninggalkan Emely, tetapi yang tidak memskai jaket--yang bukan menabrak Emely--tersenyum kepadanya dan spontan Emely membalasnya.
γ
γ
Sepertinya mereka murid baru. Pikir Emely.
γ
γ
π»π»π»
γ
γ
Emely sudah berada di Kelas Sejarah namun Kenedy sudah datang lebih awal. Mungkin 10 menit lagi Mr. Matthew akan datang.
γ
γ
Daritadi Kenedy terus saja membujuk Emely, ia terus membuang muka.
γ
γ
"Nanti akan ku belikan novel terbaru tapi mohon maafkan aku."
γ
γ
"Salahkan Bryce saja, dia yang menarik-narikku hingga aku terpisah darimu"
γ
γ
__ADS_1
"Emely jangan marah, nanti kau cepat tua"
γ
γ
"Huft, Emely yang cantik dan manis pacarnya Do Kyung-soo, istrinya Thomas Sangster. Tolong maafkan aku, aku akan mentraktirmu 3 cone icecream."
γ
γ
Emely berfikir, yang terakhir boleh juga.
γ
γ
"Tidak! Kau seharusnya bilang." Emely berdehem sebentar, lalu melanjutkan ucapannya.
γ
γ
γ
γ
"Emely yang cantik nan imut bak Putri Aurora, pacarnya Do Kyung-soo, istrinya Thomas Sangster, masa depannya Nick Robinson, jodohnya Niall Horan, takdirnya Adnan Januzaj.
γ
γ
Aku sangat-sangat minta maaf atas kesalahanku, aku akan membelikanmu semua seri Lorien Legacies, dan mentraktirmu 5 cone icecream lalu aku akan membelikan merchandise Why Don't We dan membelikan tiket konser 5 Second Of Summer dan membelikanmu albumnya juga."
γ
γ
γ
γ
Merasa sangat berlebihan, Kenedy tidak sanggup menerimanya.
γ
γ
Bisa-bisa aku rugi dengan semua permintaannya! Ia merasa pusing sekali menghadapi Emely kali ini.
γ
γ
γ
γ
"Aku beri sedikit keringanan, kau harus mentraktirku 5 coneicecream." Dengan begitu, walau masih merasa terbebani. Ia akan melakukannya untuk sahabatnya yan satu ini.
γ
γ
γ
γ
Bel berdering nyaring di se antero sekolah tanda bahwa semua Kelas akan dimulai.
γ
γ
Mr. Matthew datang ke kelas membawa seorang murid baru. Murid itu berjalan menunduk, entah malu atau apa.
γ
γ
Emely merasa tidak asing dengan orang itu, dan ya! Dia orang yang menabrak Emely dan mengagetkannya.
γ
γ
"Hi! Attention please, kita kedatangan murid baru yang berasal dari New Jersey. Silahkan perkenalkan dirimu nak." Mr. Matthew mempersilahkan anak itu untuk memperkenalkan dirinya.
γ
γ
Anak itu membuka kupluk jaketnya dan menatap lurus ke depan.
γ
γ
Matanya sipit dan terlihat lebih banyak warna putih daripada warna hitam dan pipinya tidak begitu chubby namun lucu sekali. Potongan rambutnya tidak bertele-tele.
γ
γ
"Hi, Namaku Connor McDoughlas. I'm moving from New Jersey. Hope we can be friends?" Kalimat terakhir sepertinya tertuju pada kalimat tanya bukan sapaan perkenalan diri pada umumnya.
γ
γ
Dan ketika mengatakan kalimat terakhir itu, sepertinya ia ragu-ragu jika ada yang ingin berteman dengannya.
γ
__ADS_1
γ
Emely terus memandangi lelaki itu, dan sepertinya lelaki itu melakukan hal yang sama.[]