
Saat mereka selesai membolos, Emely menemukan kertas yang depannga bertuliskan Untuk Emely Lieberher dan ia langsung mengambilnya.
Dan setelah ia sampai di rumah ia langsung mengunci pintu agar tak ada yang tahu ia sedang membaca surat apa itu. Tak peduli ia dapat surat cinta atau surat ancaman maupun surat keluh kesah seseorang kepada dirinya.
Ia membuka surat tersebut, hal yang pertama ia lihat adalah 'Hi, apa kabar?' seperti itu.
Awalnya aku kira kau ini sangat berbahaya bagiku dan ya kau memang berbahaya, senyumanmu dapat membuatku terjun dari angkasa. Kau bisa saja membunuhku dengan tatapan indahmu.
Maaf sempat meragukanmu, dan berpikir kalau kau ini tak pantas diperlakuakn baik dariku. Maaf sekali, aku sangat-sangat minta maaf atas itu.
Maaf jika aku membuatmu tak nyaman berada di dekatku dan tak mau bersamaku.
Maaf juga karena telah menghancurkan bagian belakang mobil dan membuatmu merasakan angin malam yang menusuk kulitmu tersebut.
Emely tahu siapa yang menulis suratnya, ia mulai menangis ternyata ia masih ingat Emely dan ia melanjutkan membacanya.
Aku suka saat kau diam-diam menyanyikan lagu Neutral Milk Honey dan The Smiths, itu sangat lucu bagiku dan ketika kau menyebut namaku adalah hal yang membuat hatiku berdegup lebih kencang daripada biasanya.
Aku suka saat kau menatap mataku, tatapanmu yang lebut itu ya terkadang dapat membuatku dalam ancaman atau dalam lautan asmara.
Aku harap kau tak pernah melupakan hari-hari saat itu kita bersama berdesak-desakkan di bagian belakang mobil. Saat kita berbagi earphone atau saat aku lebih memilih bertelepati daripada berkomunikasi secara biasa, aku tak mau mereka mendengar apa yang kita bicarakan.
Saat kau yang selalu penasaran dengan berbagai cerita tentang dunia ini, aku sangat suka kalau kau pun suka mendengarkanny la dariku. Wajah seriusmu saat mendengarkanku bercerita itu juga sangat lucu.
Atau saat sore-sore melewati Pantai dan aku bercerita tentang Ibuku, aku suka bagaimana kau mendengarkannya dengan seksama dan tak mau kelewatan sedikitpun. Oh, atau saat Monster Strawberry menyerang.
Atau saat pertama kali aku membantumu berdiri saat melarikan diri dari orang-orang jelek di Perpustakaan saat itu. Aku meyakinkan diriku bahwa kau pantas diperlakukan seperti itu olehku, memperlakukan orang dengan baik sempat membuatku ragu karena mereka yang sudah kuperlakukan dengan layak malah membalasnya dengan sesuatu yang keji tetapi aku tak akan menyebutkan bagaimana.
Ku mohon jangan pernah melupakanku dan kenangan-kenagan yang pernah kita buat bersama.
__ADS_1
Dan saat hari itu, saat aku mengungkapkan perasaanku. Aku jujur aku mencintaimu. Aku tak bisa berbohong pada perasaanku walau hanya dengan segala cara yang sederhana kau bisa membuat segalanya berwarna. Kau mewarnai kehidupanku beberapa hari lalu.
Aku tak berharap banyak darimu dan mungkin jika kau merasa aku tak pantas untukmu itu terserah kepadamu.
Juga jangan lupakan bahwa aku pernah hadir walau mungkin sementara, aku harap aku pun bisa mewarnai harimu saat itu.
Dengan segala rasa hormat,
Connor McDoughlas.
Lalu Emely menangis hebat setelah ia membaca keseluruhan isi surat tersebut. Tak disangka kalau Connor masih mengingat dirinya.
"Tapi kenapa kau begitu asing saat tadi pagi?!" Omelnya sendirian di kamar.
Yang tak disangka-sangka ada yang menyahutinya, "Maafkan aku," ucap orang itu.
Ia melihat ke belakanya ada Connor masih dengan tampilannya saat ke sekolah tadi. Emely tak menyangka bahwa Connor bisa masuk ke dalam kamarnya dalam keadaan terkunci dan ia sadar kan Connor mempunyai kekuatan.
"Ya, dengan magis." Ia terkekeh lalu duduk di tepi kasur lalu mengucapkan maaf lagi dan bangkit kembali.
"Um, aku tak bermaksud lancang." Ucapnya.
Emely yang masih menangis memeluk Connor begitu saja, dan Connor pun mempererat pelukannya
"Kenapa kau melakukan ini semua?! Hikd." Emely terisak.
"Bryce, Kimberly dan Kenedy tiba-tiba tak tahu perihal kau dan James tahu!" Omelnya.
__ADS_1
Connor menatapnya tak heran dan tersenyum tulus lagi, "Kau tak tahu apa yang terjadi." Ucapnya.
"Memori mereka sudah dihapus, namum memorimu, memoriku dan juga James tak bisa dihapus," ucapnya.
"Aku juga tak tahu mengapa bisa begitu." Lanjutnya.
"Aku kira ini semua rekayasa, awalnya aku sudah berharap bahwa ini rekayasa tetapi ternyata..." Ujar Emely.
Connor mengusap kepala Emely lembut, "Tak apa, ada cara yang bisa dilakukan untuk membangkitkan memori mereka Emy." Connor menatap atap kamar Emely yang dipenuhi lukisan bintang-bintang.
"Tetapi tak mudah caranya, agak lama mungkin untuk mengembalikan memori mereka dan itu sekitar 3 jam-an." Jelasnya.
Lalu mereka berdua terdiam, tak tahu harus berbicara apa lagi. Connor berjalan ke meja Emely dan melihat foto masa kecil milik Emely dan ia tersenyum.
"Hey, mau pergi sebentar?" Tanys James.
"Kemana?" Tanya Emely bersemangat.
"Aku akan mengajakmu ke tempat yang tak pernah kau kunjungi sebelumnya." Dan itu membuat Emely tambah bersemangat.
"Aku akan mengajakmu ke masa depan." Connor tersenyum dan menggenggam tangan Emely.
Connor mengeluarkan jamnya dan memikirkan kemana mereka akan pergi. Menjadi suatu hal yang akan sangat beekesan baginya yaitu dengan membawa Emely menjelajahi waktu, membuat kenangan-kenangan baru yang akan menjadi sejarah masa depan yang akan dikenang untuk masa depan.
__ADS_1