The Time Traveler

The Time Traveler
SUPRISED


__ADS_3

Jessica menaiki anak tangga dan menuju kamar anak satu-satunya, ia memasukinya dan berteriak dengan sangat kencang, "EMELY YA TUHAN AYO BANGUN, INI HARI PERTAMA KAU SEKOLAH SETELAH KAU LIBURAN SANGAT PANJANG MELEBIHI CUTI DAD!" Teriak Ibunya.


 


 


Anaknya bangun dalam keadaan masih mengantuk dan menguap, "Iya Mom aku sudah bangun," Kata Emely sambil menguap.


 


 


Lalu Ibunya pergi meninggalkan Emely sendirian di kamarnya, ia lalu segera membersihkan badannya dan memakai pakaian yang layak. Dirinya teringat oleh Connor, ia ingin cepat-cepat ke Sekolah.


 


 


Setelah selesai ia turun ke lantai bawah dah mengambil rotinya lalu berjalan menuju Ayahnya yang di luar sedang menunggunya.


 


 


"Aku berangkat mom!" Ucapnya sebelum pergi meninggalkan rumah.


 


 


Mobil berjalan meninggalkan area rumah dan terputar lagu There Is A Light That Never Goes Out-nya The Smiths di radio mobil.


 


 


Lagu itu mengingatkannya kepada Connor, saat mereka berdua duduk di paling belakang berbagi earphone dan berdesak-desakkan di dalam sana.


 


 


Memorinya masih terjaga di dalam sana, beberapa hari dengan Connor akan selalu menjadi kenangan terindah yang ia miliki.


 


 


"Aku suka The Smiths." Ucap Emely sambil tersenyum, Ayahnya menepuk kepalanya pelan, "Wah, keren sekali anakku." Ucapnya.


 


 


Emely menikmati momen-momen ini dengan Ayahnya, udara pagi yang sangat sejuk sangat ia rindukan karena beberapa hari yang lalu udara tersebut jarang dapat dirasakan.


 


 


Dan semuanya berakhir pada ingatannya saat Bryce ditusuk oleh Janice, si perempuan sialan yang membunuh Bryce. Dirinya masih tak sanggup menerima kenyataan bahwa Bryce telah tiada, semua terasa begitu cepat.


 


 


Dan sampailah mereka di sekolah Emely, Rivery Highschool. Ia turun dari mobil dan mencium Ayahnya, "Bye, Dad!" Ia menutup pintu mobilnya.


 


 


Ia berjalan memasuki area sekolah yang sudah ramai sekali, ia sampai pusing melihat banyaknya murid yang juga memasuki sekolah.


 


 


Aku tidak sabar, batin Emely.


 


 


Ia berjalan dan meloncat-loncat saking senangnya karena ia akan bertemu Connor dan menyatakan semua perasaannya yang belum sempat diungkapkan semua.


 


 


Emely bertemu dengan Kimberly di dekat loker dan ada Kenedy di sana, "Hey, seperti sudah lama tak bertemu kan. Padahal baru 3 hari kita libur, iya gak sih? aku lupa." Ucap Kimberly.


 


 


Tetapi Emely malahan memeluk Kimberly dan juga Kenedy, "Aku rindu kalian, sangat sangat sangattt rindu kalian." Emely mempererat pelukannya seakan ia tak mau pisah dengan mereka berdua setelah kehilangan Bryce.


 


 


Tiba-tiba saja ada yang menepuk pundak Emely, "Kalian tak ingin mengajakku?' Tanyanya, suara ini Emely sangat kenal suara siapa ini.


 


 


Oh Tuhan jangan buat aku pingsan sekarang karena akan dihantui oleh hantu Bryce, oh Bryce tenanglah di alam sana kami berjanji tak akan mengganggumu. Batin Emely.


 


 


Kimberly menggerakkan kepala Emely dan berpas-pasan dengan wajah Bryce, ia langsung menjerit melihat wajahnya setelah ia melihat sendiri temannya itu tergeletak di lantai tak bernyawa dan sekarang ada di hadapannya dengan senyuman indahnya yang selalu ia rindukan.

__ADS_1


 


 


Bryce memeluk Emely juga Kimberly dan Kenedy. Ingin rasanya Emely melepaskan pelukannya tetapi ia masih merindukan Bryce, entah yang di depannya ini Bryce yang asli atau jadi-jadian.


 


 


Bryce lalu melepaskan pelukannyabdan mendapati Emely menatap aneh kepadanya, " Kau ini kenapa? Seperti baru melihat mayat yang hidup kembali saja." Ucapnya dengan kekehan.


 


 


"Itu dirimu, bodoh!" Emely keceplosan dan membuat Bryce kebingungan.


 


 


"Hah? Kau ini kenapa sih? Bryce sehat-sehat saja dari kemarin kok." Balas Kimberly.


 


 


Kenedy merangkul mereka semua, "Ya sudah, bagaimana kita membolos jam olahraga?" Tanyanya yang dibalas dengan anggukan oleh Bryce dan Kimberly tapi Emely masih tak percaya, lalu Bryce memegang kepala Emely dan mengangguk-anggukkannya.


 


 


Kimberly dan Kenedy tertawa melihat ulah temannya tersebut, dan dengan rasa penasaran Emely yang sangat memuncak itu ia bertanya, "Kalian sudah melihat James dan Connor?' Tanyanya, mereka semua berhenti dan heran.


 


 


Kenedy memegangi kepala Emely untuk mengecek apakah ia sakit atau tidak, ternyata tidak, "James dan Connor? Anak baru ya?" Tanya Bryce.


 


 


Dan Emely merasa mereka tahu apa yang ia bicarakan, "Iya, kau sudah melihat mereka? Beberapa hari yang lalu sangat melelahkan bukan?" Tanya Emely.


 


 


"Hey, tunggu sebentar. Aku tak tahu James dan Connor lalu kau bertanya beberapa hari yang lalu sangat melelahkan tetapi aku tidak, beberapa hari yang lalu aku hanya berbaring di kasur." Ucap Kimberly sangat panjang.


 


 


Emely mulai bingung, "Tapi tadi Bryce bilang ia tahu anak baru itu, mereka anak baru di sini." Balas Emely.


 


 


 


 


Emely diam, tak tahu harus berkata apa. Tetapi ia ingat sangat jelas bahwa beberapa bulan yang lalu atau beberapa berapa hari yang lalu James dan Connor pindah ke Rivery dan beberapa hari yang lalu sekitar 3 atau 4 atau 5 hari mereka menjelajahi dimensi lain bersama James dan Connor dan ia bertemu dengan Kakeknya.


 


 


"Dan kau Bryce, kau seharusnya sudah meninggal karena kau ditusuk beberapa kali oleh Janice." Ucap Emely.


 


 


Bryce bergidik ngeri, "Kau ini berbicara apa sih, aku masih hidup!" Balas Bryce.


 


 


Kimbey sudah tak tahan lagi, ia meninggalkan teman-temannya itu, "Hey, Kimberly!" Teriak Kenedy menyusulnya.


 


 


Emely masih tak percaya apa yang telah terjadi, "Percaya padaku Bryce." Emely mengenggam tangannya dan Bryce tak pergi meninggalkannya malah memeluknya.


 


 


"Sayangnya, kita tak jadi membolos sepertinya. Ayo susul Kimberly." Bryce mengajak Emely.


 


 


Emely berjalan duluan dibandingkan Bryce, masih tak menyangka bahwa teman-temannya tak ingat apapun setelah kejadian tak mengenakkan tersebut.


 


 


Dan tiba-tiba Emely menabrak seseorang karena ia tak fokus berjalan, ia takut saja jika orang itu memaki-makinya tak punya mata dan apalah itu.


 


 

__ADS_1


Orang yang menabrak Emely itu memakai Hoodie hitam dan mengingatkan Emely kepada seseorang saat itu, jantungnya berdegup lebih kencang daripada biasanya.


 


 


Ketika orang tersebut mendongakkan wajahnya ia kaget tetapi bahagia juga, ingin ia memeluknya tetapi ia ragu kalau orang di hadapannya akan mengenalinya.


 


 


"M-maaf, aku tadi sedang banyak pikiran." Ucapnya.


 


 


Ekspresi wajah datar orang terswbut saat Emely bilang begitu menjadi tersenyum tulus, "Tidak apa-apa, maklum saja sepertinya kau sedang memikirkan kejadian yang baru-baru saja terjadi kemarin, atau tadi pagi mungkin." Dan lagi ia tak dapat menahan detam jantungnya yang sangat tak karuan.


 


 


"Hey, namamy siapa?" Tanya Bryce.


 


 


Orang itu menyodorkan tangannya, "Connor, Connor McDoughlas." Ucapnga sambil tersenyum kepada Bryce yang membuatnya kaget setengah mati.


 


 


Dan seseorang menyerukan nama Connor lalu menghampirinya, Bryce seperti mengenali orang itu tetapi ia tak ingat jika pernah melihatnya atau tidak.


 


 


"Dia Kakakku, James." Connor tersenyum kembali.


 


 


Dan itu tak hanya membuat Emely kaget tetapi Bryce pun ikut kaget.


 


 


"Hey, James, James McDoughlas." Ucapnya menyodorkan tangannya kepada James lalu bergantian ke Emely.


 


 


"Aku Bryce, Bryce Maxwell." Ucapnya sekaligus mewakili karena ia tak berbalik memperkenalkan namanya pada Connor.


 


 


Ia menelan ludahnya, pria yang bernama James itu seperti pernah ia lihat dalam mimpinya.


 


 


"Kalian anak baru?" Tanya Bryce, dan mereka berdua mengangguk.


 


 


Oke, cukup semua drama ini. Aku yakin ini sebuah drama yang mereka jalankan. Batin Emely.


 


 


Bryce memanggil Kimberly dan Kenedy yang sedang duduk di bawah pohon, Kenedy yang sedang menenangkan Kimberly menengok ke asal suara Bryce.


 


 


"Apa kalian mau membolos? Hanya jam olahraga saja." Ucap Bryce, James mengangguk.


 


 


"Tentu saja, kau ikut kan Connor?" Tanya James tetapi Connor diam sebentar dan melihat Emely lalu ia menganggukkan kepalanya, "Aku tak tahu apa-apa di sini, jadi aku ikut saja." Ucapnya.


 


 


"Ayo kemari! Kita akan membolos dengan James juga Connor!" Teriak Bryce yang membuat Kimberly dan Kenedy kaget bukan main.


 


 


Walau belum tahu mereka itu siapa tetapi sebelumnya Emely telah menyebutkan kedua orang tersebut dan Emely masih berharap kalau ini semua hanya sebuah rekayasa yang nyatanya tidak.[]


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2