
"Uh Yeah!" Teriak Bryce.
"Desmond has a barrow in a marketplace, Molly is the singer in a band!" Lanjutnya bersenandung tanpa instrument, hanya teriakannya saja yang dibuat-buat.
"Obladi-oblada life goes on bruh!" Lanjutnya, "Sebentar, memang liriknya bruh?" James bingung, Bryce hanya menghembuskan napas kasar.
"Hey, turunkan aku sebentar. Ada panggilan alam." Katanya, James mau tak mau harus berhenti di tengah jalan yang sampingnya hutan.
"Jangan lama Bruisee." Lalu James tertawa kecil.
Ia memutar bola mata dan mengangguk, mereka semua menunggu di dalam mobil.
James meminum minuman kalengnya untuk menghapus sedikit rasa dahaga yang menjalar. Suasana di luar sejuk namun hangat, matahari mulai terbenam.
Mereka menunggu sekitar 10 menit namun Bryce belum kembali dari menyelesaikan panggilan alamnya itu.
"Anak itu kemana sih?" Tanya James pada dirinya sendiri.
James keluar dari mobil dan melihat ke antara pepohonan di sana, tak ada Bryce, "Hey, Bryce hilang!" Serunya ke dalam mobil.
Tak percaya pada omongan James, Kenedy pun keluar untuk mengeceknya. Dan hasilnya pun sama, tidak ada Bryce di sana.
"Jangan seperti itu, positif saja kalau Bryce tidak melakukannya di situ." Ujar Kimberly.
James melihat kembali ke sana dengan wajah agak panik yang ditutupi, "Bagaimana kita cari Bryce dulu? Atau masih mau menunggu?" Tanyanya berusaha tak terlihat panik.
"Tunggu saja 5 menit lagi, siapa tahu dia sedang mengeluarkan fesesnya jadi lama." Kenedy menatap Kimberly jijik.
Di belakang sana, Connor dan Emely hanya diam saja teman-temannya membicarakan Bryce.
"Tak dianggap, eh?" Connor bertelepati.
Emely menatapnya, "Entah." Balasnya bertelepati juga.
Akhirnya mereka menunggu untuk 5 menit kedepan, namun 5 menit itu tak membuahkan hasil. Bryce tidak datang juga.
"Aku punya firasat buruk..." Ujar James lalu berjalan ke arah Hutan.
Ia melihat di sana tak ada Bryce, di sana ia menemukan botol air mineral di tanah. Ia berasumsi bahwa ada orang di Hutan ini dan menculik Bryce.
Ia kembali ke dalam mobil, "Kita harus mencari Bryce." Ucapnya menstater mobil dan mengarahkannya ke dalam Hutan.
Di sana ada jalan yang cukup muat untuk mobil, tak ada yang berbicara
sama sekali.
"Menurutmu siapa yang menculiknya?" Tanya Kimberly, ia hanya menaikkan kedua bahunya pertanda tidak tahu.
__ADS_1
James terus menelusuri daerah Hutan itu dan melihat sekelompok orang dari kejauhan, ia memberhentikan mobilnya, "Sekarang kita berjalan ke arah sana tapi jangan membuat hal-hal yang menimbulkan kecurigaan." Suruh James.
Mereka turun dari mobil berhati-hati, semuanya mengambil langkah hati-hati berjalan ke arah sana.
James melihat ada Bryce di sana, tubuhnya diikat di pohon juga tangannya, "Sudah ku bilang aku tak punya uang!"
James berpikir kalau orang itu hanya perampok, tapi gila saja jika kau sedang buang air lalu ada orang yang menculikmu dan meminta sejumlah uang.
"Sepertinya mereka kaum Suburbia yang sering melakukan tindakan kriminal." James bermonolog.
Ia memikirkan bagaimana cara melepaskan Bryce, mengingat mereka mudah di tipu James mengatur strategi.
"Aku akan ke sana, saat aku mengecohkan perhatian mereka kalian lepaskan Bryce, mengerti?" Ia memastikan kembali dan yang lainnya mengangguk.
"Untuk jaga-jaga, ambil kayu. Connor dan Emely kalian berdua yang melakukannya oke, kalian mengumpat di pohon besar." Yang disampaikan mengangguk lalu mencari kayu.
Saat semuanya sudah siap, mereka menjalankan aksinya. James berjalan dengan tenang ke arah sekelompok orang itu, perhatian mereka teralihkan oleh deheman James.
"Ada apa kau bocah datang kemari?" Tanya salah satu dari mereka yang berusia kisaran 30 tahunan.
Huh, kalau saja mereka tahu aku lebih tua dari mereka. Batin James.
James melirik ke arah Kimberly dan Kenedy yang mengumpat menyuruhnya untuk membebaskan Bryce.
Saat orang-orang tersebut sedang berunding membentuk lingkaran Kimberly dan Kenedy berjalan perlahan ke arah Bryce dan membuka ikatannya.
Mereka berdua selesai melakukannya saat srkelompok orang itu selesai berunding. Très bien.
Sekelompok orang itu melihat Bryce yang sudah bebas lalu melihat James yang tersenyum seperti orang tak bersalah, memang ia tak bersalah.
"Kau mau uang? Biar ku beri sekarang juga." Ia lalu meninju lelaki yang bilang ia bocah lalu yang lainnya.
"Ini namanya uang muka!" Ujar James berteriak.
Setelah orang-orang itu babak belur dihajar James, mereka semua kembali ke dalam mobil.
James cepat-cepat menstater mobilnya dan berjalan keluar area hutan.
Mereka semua tertawa, "Hahaha! Bagus sekali leluconmu, uang muka!" Bryce memukuli James di sampingnya.
James menatap Bryce sinis, "Aku menyelamatkan hidupmu tahu!" James sewot.
"Tapi masih banyak hal yang tak menyenangkan nantinya." Ujar James mengingatkan.
__ADS_1
Hal itu mengingatkan pada Terminator, semuanya tertuju pada Terminator. Suasana menjadi sunyi seperti biasanya.
Mobil melaju membelah jalanan yang sepi, matahari susah tenggelam dan tergantikan bulan yang muncul juga langit keunguan yang indah.
Bryce menikmati pemandangan tersebut, dirinya teringat jika saat-saat seperti ini following instagramnya akan membuat snap foto-foto langit saat matahari sudah terbenam, ia selalu kesal namun menikmati hasil jepretan itu juga.
"Kehidupan di sini sama seperti di dunia? Seperti handphone dan lainnya?" Tanya Bryce.
"Tidak, sekarang saja masih tahun 1980 di sini." Bryce terkejut tak percaya.
"Kau tak harus percaya, cukup mengetahuinya saja jika kau mau." Ujar James.
"Jadi kita melompati dimensi lain yang baru tahun 1980???" Tanya Bryce, James mengangguk.
James berpikir akan makan dimana mereka, mengingat jarang ada restoran di daerah sana. Dan apa iya mereka akan tidur di mobil.
"Apa kalian masih punya makanan untuk mengganjal perut?" Tanya James menengok ke belakang.
"Ya, aku masih ada beberapa." Jawb Kimberly.
Connor hanya memberi acungan jempol malas berbicara, "Untuk saat ini makan makanan yang masih tersisa, besok kita akan makan sungguhan kok.
Dan malam ini kita cari tempat yang cukup nyaman dan aman untuk bermalam, maksudku tempat untuk parkir mobil." Jelas James yang tak direspon apa-apa.
James melirik Bryce yang dilirik balik olehnya, "Lihat, ada Danau di sana." Kata Bryce menunjuk Danau..
James memarkirkan mobilnya di sana, "Semoga cukup aman dan nyamam." Ia berbicara sendiri karena agak was-was saja.
Ia mengeluarkan beberapa selimut dari box dan memberinya kepada teman-temannya.
"Oke, tidur yang nyenyak ya. Selamat malam semuanya." Ucap Bryce lalu menyalakan lampu mobil.
Tak peduli jika tidur terlalu sore, mereka sangat lelah. Lelah pikiran juga fisik.
Seseorang sedang menyaksikan rekaman dari layar biru di tempat lain, "Aku yakin sekali ini mereka." Ucap orang itu.
Pria berbadan besar menghampirinya, "Tapi, apa benar? mereka terlihat berbeda sekali." Ujarnya.
"Aku sangat yakin itu mereka, saatnya besok kita beraksi." Ia tersenyum miring lalu mematikan layar tersebut.[]
__ADS_1