The Time Traveler

The Time Traveler
GELUT (2)


__ADS_3

Mereka langsung keluar dari mobil dengan hati-hati dan sesuai rencana yang dijalankan. Emely, James dan Kimberly mengumpat terlebih dahulu dan bagian Conor, Kenedy dan Bryce mengendap masuk ke dalam sana.


 


 


"Tunggu, pasti mereka akan bersembunyi dan menyerang kita. Siap-siap ya." Ucap Connor.


 


 


Mereka mulai berjalan ke arah batu besar itu dan masuk melewati portal, mereka sudah bersiap-siap dan benar saja dua sejoli itu langsung menerkam mereka layaknya binatang buas.


 


 


"SIAL!" Pekik Bryce.


 


 


Connor bertarung dengan Raegan dengan sangat sengit, Bryce pun tak henti-hentinya meninju Janice. Pembalasan kekesalannya terpenuhi juga melihat Janice terkapar di lantai.


 


 


James yang di luar mendengar suara pertikaian mereka dan melihat ke arah Emely dan Kimberly.


 


 


"Jadi, nanti siapa yang akan melakukannya?" Tanyanya.


 


 


James diam sebentar, "Sepertinya Connor tak mungkin bisa melakukannya, kami bergantung padamu Emy." Uacpnya penuh harapan.


 


 


Emely terdiam, berusaha mencerna setiap kata-kata yang James ucapkan. Dan semua itu telah ia telan matang-matang dan tahu maksud tersebut.


 


 


"Apa kita akan masuk sekarang?" Tanyanya, James menggeleng karena suasana tak mendukung.


 


 


Tapi harus berapa lama lagi harus menunggu seperti itu? Sampai kapan mereka harus menunggu tanpa melakukan perubahan?


 


 


Lalu Kenedy menghajar Raegan, mengisyaratkan agar Connor cepat melakukan pembekuan tersebut. Pembekuan artinya waktu dan aktivitas akan dibekukan sementara dan yang mempunyai jam tersebut yang hanya bisa melakukan sesuatu hal.


 


 


Tetapi saat Connor ingin berlari ke arah jam besar Raegan menariknya dan membuatnya terjungkal, hal itu mengakibatkan Kenedy meninju Raegan bertubi-tubi.


 


 


Dengan amarah yang membara, Raegan membalas tinjuan Kenedy dan melihat itu Bryce ikut menghajar Raegan.


 


 


"KAU PANTAS MENDAPATKANNYA SIALAN!" Ucap Bryce dengan amarah yang juga membara.


 


 


Janice berusaha bangkit dan mengerang kesakitan karena tinjuan dari Bryce. Ia mengambil pisau yang ia selipkan di samping tubuhnya lalu menancapkan pisau tersebut pada bahu Bryce.


 


 


Bryce mengerang kesakitan. Tak cukup sekali, Janice menancapkan pisau berkali-kali yang mebuat Bryce tak dapat menahan sakitnya dan menitikkan air mata dan terjatuh di lantai.


 


 


"Bryce!" Teriak Kenedy.

__ADS_1


 


 


Mendengar nama Bryce disebut-sebut dan jeritan Bryce dari dalam pun Emely menerobos masuk ke dalam. Ia melihat Janice yang mengambil pisau dari tubuh Bryce dan membuat Emely marah.


 


 


Ia mengeluarkan jam tersebut dan berusaha menggunakan kekuatannya, mungkin jika ada dan bisa mengendalikannya.


 


 


Ia mendorong tubuh Janice dengan kekuatannya hingga ia terpelental ke mesin-mesin jam dan terjatuh.


 


 


Raegan menyerang Emely yang berhasil dihindarinya, "Berikan jam tersebut!" Bentak Raegan yang wajahnya sudah babak belur.


 


 


Emely menampar Raegan dan menendang perutnya, "Tidak akan! Setelah temanmu membuat temanku tergeletak di sana!" Balasnya dengan penuh amarah.


 


 


Lalu Emely pun melakukan hal yang sama seperti yang ia lakukan pada Janice, dan tak cukup itu ia juga menyerangnya dengan kekuatannya.


 


 


"Ini tidak cukup! Kau telah membunuh temanku! Hikd." Emely lalu menangis tersedu-sedu.


 


 


Raegan bangkit lalu berjalan terseok-seok, ia berlutut di depan Emely memohon agar tak menyerangnya lagi.


 


 


"A-aku minta maaf...jangan serang aku lagi Emely, ku mohon." Emely masih menangis melihat Bryce tergeletak di lantai tak bernyawa.


 


 


 


 


Ia meletakkan jam tersebut di sana dan memikirkan Terminator tak terjadi, ia terus memikirkannya hingga sesuatu terjadi.


 


 


Pembekuan hampir saja terjadi tetapi Janice berhasil merebut jam tersebut. Emely melihatnya kaget dan berusaha mengambilnya kembali.


 


 


Melihat itu Kenedy, Kimberly dan James menyeret Janice menjauh dan Connor melemparkan jam miliknya. Awalnya ia ragu tetapi Connor menyuruhnya agar cepat melakukan Pembekuan.


 


 


Ia melihat Connor yang sudah babak belur juga di lantai, lalu ia meletakkan jam milik Connor di jam besar tersebut dan seperti tadi lagi memikirkan Terminator tak akan terjadi.


 


 


Tak lama kemudian cahaya biru muncul dan menembus ke langit, di atas sana terdapat gumpalan-gumpalan awan dan di tengahnya ada cahaya biru berbentuk jam. Cahaya itu mengarah tepat ke jam di langit tersebut.


 


 


Mereka melihat langit yang mendung itu, lalu Connor mengusap tangan Emely yang membuatnya menatap Connor.


 


 


"Aku ingin mengatakan sesuatu," ucap Connnor dan Emely mengangguk.


 


 

__ADS_1


Tetapi ia susah sekali mengucapkan 3 kata itu, lidahnya keluh saat ingin mengatakannya. Menatap mata Emely yang begitu indah di tengah-tengah momen menegangkan membuatnya takut.


 


 


Emely terus menunggu hingga Connor mengatakan sesuatu, ia meneteskan air matanya karena tak sanggup lagi. Setelah beberapa hari yang melelahkan dan inilah puncaknya, dimana semua energinya terkuras dan habis.


 


 


Ingin Emely menyalahkan waktu, karenanya ia harus terlibat dalam misi menyelamatkan dunia ini katanya.


 


 


Connor pun tak kuasa melihat Emely menangis di hadapannya lalu ia mendekapnya dalam pelukan hangatnya.


 


 


Lalu cahaya itu padam dan mereka berdua jatuh ke lantai, waktu telah dibekukan. Mereka dapat melihat ekspresi teman-temannya di sana.


 


 


"A-aku..." Ucap Connor.


 


 


"Aku mencintaimu, Emely." Ungkap Connor lalu memeluknya.


 


 


Emely memeluknya lebih erat, "Aku juga mencintaimu, Connor." Balasnya dengan mata berkaca-kaca.


 


 


Emely menangis dan ia jatuh ke lantai, ia sangat lelah dengan semua ini. Ia ingin pulang, berbaring di kasurnya dan mendengarkan album Band favoritnya.


 


 


Connor yang menopang tubuh Emely mengusap wajahnya, ia sedih melihat wajahnya yang sangat kelelahan itu.


 


 


"Emely!" Teriak Connor saat Emely menutup kedua matanya.


 


 


Ia menangis, hanya tersisa ia sendiri di sana. Dan tiba-tiba cahaya putih menyinari seluruh dimensi juga seluruh dunia dan melewati State Of Time.


 


 


Saat itu lah Connor merasa kalau ia sangat terlambat, ia menyesal. Ia menyesal ia dulu sangat jahat pada Emely yang berusaha baik kepadanya walau hanya beberapa minggu sih dan mereka menjadi akrab entah tanpa sebab yang membuat Connor pun bingung sendiri.


 


 


Connor sudah pasrah dengan semuanya, dan karena lelah luar biasanya itu ia menjatuhkan tubuhnya di lantai dan menangisi semua hal yang telah menimpanya.


 


 


Semuanya terasa berat pada akhirnya, Connor dengan penyesalannya karena begitu terlamabat dan masih banyak hal lainnya. Ia sungguh sedih dengan semua yang temannya alami, ia terus menangis dan tak ada yang mempedulikannya.


 


 


Sampai akhirnya kepalanya sakit dan ia tertidur tanpa sebab, mungkin ini memang sudah takdirnya. Tuhan telah menakdirkan hal ini akan terjadi dan maka terjadilah. Dan pasti sesuatu diciptakan dengan adanya tujuan atau takdir, tak ada satupun hal yang tak diciptakan tak memiliki takdir atau tujuan tersebut.


 


 


Biarkan semua ini menjadi sebuah pelajatmran untuk kita semua yang akan menjadi sejarah di masa depan yang tak akan pernah kau lupakan, dan semua ini memiliki makna.[]


 


 


 

__ADS_1


 


__ADS_2