
Raegan dan Janice memilih untuk tetap di State Of Time lalu mereka merampas jam tersebut dari 6 sekawan itu.
Karena pasti akan sia-sia saja jika mereka mengejar 6 sekawan itu dan tak mendapatkan apa-apa.
Raegan tak bisa diam, ia berjalan kesana kemari memikirkan rencana yang pas saat 6 sekawan itu sudah memasuki State Of Time lalu merampas jam tersebut.
Janice menggigiti kukunya sendiri, bingung harus berbuat apa. Lalu ia memutuskan untuk duduk saja. Pikirannya hanya ada Raegan, ia sudah tak tahu cara apa lagi yang akan digunakan sesudah semua ini. Dirinya benar-benar tak tahu harus apa lagi.
Rencana yang Raegan susun mungkin terlalu klasik dan tak begitu akan berhasil mungkin, namun ia sudah kehabisan akal jadi mau tak mau menggunakan rencana tersebut.
Akhirnya mereka menunggu di sana, dalam keheningan tak ada suara mungkin suara jam tapi tidak dengan suar dua insan tersebut.
Mereka yang sedang dalam peejalanan menuju State Of Time terlihat lesu tambah Kenedy yang masih ragu untuk bicara.
Sebenarnya merek tak akan melewati Desa Penyihir karena mengambil jalan yang berbeda, "Tak ada Penyihir nih?" Tanya Bryce dan James hanya mengangguk.
__ADS_1
"Aku hanys memastikan saja sih, takutnya seperti Monster Strawberrg itu." Sinis Bryce.
Lalu mereka semua terdiam, lagi dan lagi, lagi, lagi. Hal itu membuat Bryce sangat muak sekali harus terbiasa dengan keheningan.
"Jadi akan berapa lama lagi ke sana?" Tanya Bryce.
"Itu lihat di depan sana, ada dua batu besar menjulang ke atas." Ia menunjuk du batu besar yang tertangkap oleh indera penglihatannya.
James berpikir hl yang sama, lalu ia menyusun sebuah rencana juga. Menurutnya itu cukup bagus dan mejadi perlindungan diri mereka.
Kemudian James mengatakannya kepada teman-temannya di sana. Ia berbicara seperti Rapper yang sangat cepat.
__ADS_1
"Hah? Bagaimana? Ulangi-ulangi." Pinta Emely di belakang sana.
James mengulangi apa yang ia ucapkan tadi menjadi agak lebih pelan tak terburu-buru seperti sebelumnya.
"Sudah paham?" Mereka bukannya menjawab malah terdiam yang membuat James mrngelus dada sabar dengan yang dihadapinya.
Setelah menunggu beberapa lama, Raegan terus-menerus mengingatkan tentan rencananya.
"Oke, jadi nanti kita bersembunyi agar mereka berpikir kita tak ada di sini. Kau bersembunyi di bawah sana," ia menunjuk pojok kiri, "Dan aku di sudut bagian kanan." Ucapnya.
"Saat mereka masuk, dengan cepat namun berhati-hati juga kau dan aku merebut jam itu." Ujarnya menjelaskan hal tersebut kembali.
Dan setelah itu terdengar suara mesin di luar sana, mereka berdua bersiap-siap di tempat masing-masing.[]
__ADS_1