
Kedua Kakak-Beradik itu sedang berjalan keluar sekolah, mereka terlihat terburu-buru padahal mereka tidak tahu ingin melakukan apa.
Mereka adalah McDoughlas brothers, ya James dan Connor. Connor terlihat tidak baik-baik saja sejak kehadirannya ke dunia barunya. Ia masih rindu dengan Ayah dan Ibunya.
Jalan mereka di tahan oleh Bryce, James kebingungan namun tidak dengan Connor yang berusaha kabur namun berhasil dihalangi oleh Bryce.
"Kalian berdua ingin kemana? Ayo naik bus saja." Pinta Bryce kepada teman barunya.
James dan Connor bingung, namun Connor hanya terlihat biasa-biasa saja. Jika dulu mereka sekolah tidak dengan bus antar-jemput, baru kali ini mereka menaiki bus tersebut.
Bryce memimpin langkah mereka ke bus, dilihat dari kejauhan sudah ada beberapa bus bercat khas bus sekolah pada umumnya yaitu kuning. Dengan tulisan berhuruf kapital RIVERY HIGHSCHOOL.
Dan para anak-anak populer--didominasi lelaki--memakai jaket bertuliskan nama sekolah mereka. Dan dengan sombongnya mereka menyisir rambut mereka dengan tangannya ala-ala lelaki cool seperti di Netflix.
Bryce menyuruh James dan Connor langsung masuk dan Bryce akan menyusul.
__ADS_1
Beberapa orang menyapa Bryce dan sesekali memandangi kedua orang asing-James dan Connor-itu.
Bryce duduk dengan James, dan kebetulan ada Kenedy jadi Connor duduk dengan Kenedy. Dan kalau ada Kenedy berarti... ada Kimberly dan ya Emely!
Kenedy meminta agar ia yang duduk di jendala karena ia ingin memotret dan merekam suasana sekitarnya sehabis musim panas. Connor duduk di kursi pinggir dan bersebelahan dengan Emely yang duduk dengan Kimberly.
Kimberly duduk dekat jendela karena ia pusing dan ingin tidur sebentar, siapa tahu views yang ia dapatkan di luar sana dapat membuatnya membaik.
Emely melihat ke sampingnya dan ada teman barunya di sana yang sedang menatap kosong ke depan, ia lalu memberanikan diri untuk berkenalan dengannya.
Lelaki itu melihat Emely dengan tatapan datar, "um...I'm Emely, and you...?" Ia sangat gugup untuk bertanya bahkan ia tidak sanggup untuk mengajaknya berjabat tangan.
Temannya itu mengalihkan pandangannya ke bangku depan lagi lalu tersenyum sinis dan membuka suara, "aku harap kau tidak tuli dengan apa yang aku sampaikan saat kelas sejarah." Tampangnya berubah datar kembali.
Muka Emely berbubah menjadi merah bukan karena dirinya di beri ucapan manis oleh seorang Connor McDoughlas, melainkan sebuah kata-kata sarkasme yang Connor ucapkan.
__ADS_1
Aku 'kan bersikap sopan namun mengapa atittudenya seperti itu? Emely membatin.
Kimberly mengerang karena sinar matahari yang menusuk indera penglihatannya, "ah dasar kau matahari sialan!" Umpatnya sebal.
Emely agak terhibur sedikit oleh Kimberly, "lihat bodoh, kau sekarang sangat kacau!" Emely menertawakan Kimberly yang sangat kacau sehabis tidur tadi.
"Diam kau gadis pirang!" Amuk Kimberly.
Bus Sekolah berhenti dan Kakak-Beradik McDoughlas itu pergi meninggalkan Bus Sekolah. Emely masih memperhatikan Connor yang turun dari Bus dan berjalan menuju rumah sederhana bergaya Yunani.
Seleranya kuno, pantas saja wajahnya selalu datar, apalagi hidupnya, datar dan kuno seperti sejarah. Batin Emely mencibir lelaki itu.
Sangat salah memang menilai seseorang dari penampilannya saja namun kita selalu melakukan hal tersebut. Sangat lucu dunia ini mengingat manusia di dalamnya selalu saja membual. Mengatakan hal ini dan itu bila mereka tidak bisa membuatnya menjadi kenyataan.
Emely terus saja memikirkan Connor, dirinya saja bingung mengapa ia harus pusing-pusing memikirkan lelaki seperti dia, toh tidak ada gunanya lagipula memang ia memikirkan Emely? tidak pastinya.[]
__ADS_1