The Time Traveler

The Time Traveler
Break The Time (1)


__ADS_3

Mereka berenam turun dari mobil dan masuk ke dalam rumah Emely, "Semoga mereka belum mengacaukan rumahmu, Emy." Ucap James.


Emely masuk ke kamarnya dan mengambil jam tersebut, ia lalu kembali ke ruang tamu dengan teman-temannya.


Ia duduk di sofa sebelah Connor, yang disebelahnya pun tak merasa keberatan.


"Jadi?" Bryce angkat bicara.


Lagi, James menghela napas panjang, "D'Anger berencana menghentikan waktu, dalam sehari itu dia yang akan mengendalikan dunia dan seterusnya. jika seperti Terminator akan terjadi." Jelasnya.


Semua orang di sana kebingungan, kecuali Connor.


"Aku kira jam itu hanya bisa digunakan untuk menjelajah saja." Ucap Kenedy.


"Lebih dari itu, jam itu bisa berbuat apa pun dengan waktu." Jawab James.


"Lalu jika Terminator akan terjadi?" Tanya Kimberly.


"Dunia akan hancur." Jelas Connor dengan singkat dan padat.


Mereka semua terdiam, "Rencanamu?" Tanya Bryce.


"Jangan sampai jam itu jatuh pada tangan kanannya apalagi D'Anger, dengan peta itu kita akan menemui Kakek Emely untuk membantu kita menghentikan rencana D'Anger." Jelas James.


Emely bingung, "Kakekku sudah tiada, James." Ucapnya.


"Kau tidak tahu, diam saja." Ketus Connor.


"Hey, dia Kakekku, aku Cucunya. Aku lebih tahu daaripada kau!" Balas Emely.


James menjadi penengah mereka, "Sudah-sudah, jangan berkelahi seperti itu. Sekarang tugas kita hanya satu, menghentikan D'Anger."


James teringat pelacak itu, ia mengambilnya dari rambut Emely. Entah kenapa bisa seperti itu. Lalu ia menginjaknya.


"Hey, apa tadi yang kau ambil dari rambutku?!" Omelnya.


"Pelacak yang mereka gunakan." Jawab James santai.


"Aku tidak mau ya mereka datang ke sini karena pelacak itu, dan siapa pula yang menempelkannya padaku, huh!" Kesalnya.


Mereka kembali ke mobil untuk pergi ke rumah Kakeknya yang sebelumnya mereka menyiapkan beberapa perlengkapan dan hal yang harus di bawa jug surat untuk Momnya Emely.


Lagi, keheningan kembali menyelimuti mereka. Dengan uang yang mungkin tak banyak juga persiapan seadanya mereka siap menembus waktu yang mungkin hanya James dan Connor yang mengetahuinya.


"Apa aku harus mengatakannya pada kalian? tapi aku takut ini akan membuat kalian shock." Ucap James.

__ADS_1


Semuanya terdiam, "Katakan saja sekarang, Jammie." Bryce mewakilkan suara semua orang di dalam sana.


"Perjalanan ini mungkin akan lama sekitar 10 jam dan ini bukan perjalanan biasa, karena kita akan menembus waktu, percaya atau tidak terserah kalian." Jelasnya.


Semuanya terdiam kembali, berusaha menerima apa yang barusan diucapkan James kecuali ya, Connor.


"Terdengar keren, membolos sekolah untuk beberapa hari dengan tujuan menyelamatkan dunia." Ujar Kenedy. Kimberly yang di sampingnya hanya memutar bola mata malas.


Emely mengeluarkan roti dari tasnya, lalu ia memakannya. Ia memikirkan apa yang akan terjadi pada Ibunya, dirinya merasa bersalah harus ikut perjalanan ini. Kenapa ia tidak bisa tinggal saja di rumah, bersantai bersama Ibu dan Ayahnya.


"Hey, jika kau tak keberatan untuk menjawabnya." Ujar Emely agak berbisik.


Connor menaikkan kedua alisnya dengan tatapan datar, "Kenapa aku harus ikut perjalanan ini, maksudku bisa kau berdua saja kan yang menghentikan rencana D'Anger itu lalu aku menyerahkan peta kepadamu." Tanyanya.


"Oh ya, roti?" Tawarnya.


Ia menghela napas kasar, "Dengar ya, kau ini memiliki kekuatan, percaya atau tidak. Karena Kakekmu-lah yang menciptakan jam itu, ia memiliki kekuatan dari jam tersebut dan kekuatan itu hanya turun kepadamu." Balasnya, mungkin itu kalimat terpanjang dari Connor yang pernah ia ucapkan padanya.


Ia menyodorkan rotinya yang di balas gelengan kepala, karena Emely tidak suka ditolak ia terus memaksakan, "Ayo, untuk mengganjal perutmu." Mau tidakau karena belum sarapan Connor mengambilnya.


"Terima kasih." Ucapnya, dan ya Emely kaget ia bisa mengucapkan terima kasih.


"Aku juga masih punya sopan santun, tahu." Katanya.


"Hm, entah. Semoga saja tidak. Sehabis ini kita akan makan dan memeriksa apa di tubuh kalian terdapat pelacak atau tidak." Ujarnya yang di balas anggukan oleh Emely, mungkin James tidak tahu.


"Sebenarnya Terminator akan terjadi dalam 7 hari lagi, maka dari itu D'Anger ingin menguasai dunia dan ia pikir itu akan menghentikannya, nyatanya tidak." Jelas Connor.


Emely terdiam, memikirkan jika dunia akan hancur dalam 7 hari lagi.


"Justru D'Anger akan mempercepat Terminator terjadi. Sangat tidak masuk akal namun kenyataan akan begitu." Lanjutnya.


"Kalau Kakekku masih ada, ia tinggal dimana? Seingatku rumahnya sangat terpelosok di dekat hutan." Tanya Emely.


"Ya itu benar, terpelosok. Tempatnya berada pada dimensi lain namun terlihat biasa saja bagimu karena dulu D'Anger belum menguasai dimensi itu,


ia mulai menguasai dimensi, tepatnya kediaman Kakekmu pada tahun 2010, yang artinya kau masih berusia 8 tahun. Terakhir kali kau ke sana saat berumur 7 tahun kan?"


Emely malah terdiam mendengar Connor banyak bicara dan bagaimana dia tahu itu.


"Sebenarnya aku berumur 39 tahun, namun secara fisik aku terlihat seperti remaja." Dan itu membuat Emely ketakutan.


Mengapa banyak sekali yang dunia sembunyikan dariku? Batin Emely.


James memberhentikan mobilnya di restoran Mexico, mereka semua turun dari mobil.

__ADS_1


Mereka memasuki restoran dan mrngambil tempat dekat jendela, James memanggil pelayan, "Aku mau burrito isi daging dengan sprite saja." Ucap James.


"Kalian?" Tanya si pelayan, "Kami ikut dia saja." Ucap Bryce mewakili semuanya.


Emely duduk berhadapan dengan Connor, ia sedang memegang kepalanya sambil menutup mata entah apa yang ia lakukan. Namun setelah itu ada sesuatu yang mendengung di telinga Emely.


Ia meringis karena dengungan itu membuatnya sakit, "Kau tidak apa-apa?" Tanyanya.


"Telingaku berdengung, sangat sakit." Ucapnya.


Pesanan mereka sudah datang, lalu mereka memakannya dengan tenang dan menghabiskannya. Sesudah itu James membayarnya dan mereka mencari tempat untuk menetralkan tubuh mereka dari pelacak.


Emely yang pertama kali melakukannya, sebuah benda pipih diarahkan ke seluruh tubuhnya dan tidak ada sama sekali. Kedua, giliran Kimberly dan ia sudah netral. Kenedy, Bryce, Connor dan James pun memeriksakan diri mereka juga.


"Oke, kita semua sudah netral. Mari lanjutkan perjalanan." Ujar James.


Mereka semua kembali ke dalam mobil untuk melanjutkan perjalanan mereka. Emely mengambil handphonenya dan memutar lagu The Smiths dengan earphone menempel di telinganya.


"And if a double-decker bus..."


"Crashes into us..." lanjut Connor, Emely menengok ke arahnya.


Tiba-tiba hal mustahil terjadi, Connor tersenyum kepadanya. Ia ikut tersenyum dan memberikan satu dari earphone kepadanya. Mereka mendengarkan lagu There Is A Light That Never Goes Out dengan earphone Emely yang berada di salah satu telinga mereka.[]


 


 



 


 


"Ini sulit diartikan, namun denganmu aku merasa lebih baik."


 


 


- Connot McDoughlas -


 


 

__ADS_1


__ADS_2