
Lagi-lagi hal yang tak terduga terjadi, ada Belalang besar yang menyerang mobil. Akibatnya atap mobil jadi penyok, dan Bryce terus menaikkan kecepatan mobil.
Karena jalanan yang tak mendukung pun alhasil mobil melompat-lompat seperti Kanguru, teriakan Kimberly juga lah yang memenuhi mobil.
"Dimana Belalang sialan itu?!" Teriak Bryce, ternyata Belalang tersebut ada di depannya berjarak beberapa meter darinya.
Perasaan tadi Belalang itu ada di belakang tapi kenapa sekarang sudah di depan sana menanti kami sih. Batin Bryce.
"Berpegangan semuanya!" Bryce menaikkan kecepatannya lagi hingga mentok dan mereka mengolongi Belalang itu.
Mobil masih melaju kencang hingga Bryce menurunkan kecepatannya jadi tak begitu kencang ataupun lambat.
Kimberly ingin muntah, wajahnya tak dapat diartikan. Kenedy diam saja, sejak kedaian ia mengompol itu ia tak banyak bicara.
"Kau kenapa diam saja Ken?" Tanya James, ia terdiam.
"Mengompol, eh?" Ia ingin cepat-cepat pulang saja ditanya seperti itu, "Eh tidak, enak saja!" Bantahnya.
Tetapi Kimberly tahu kebohongannya dan mengendus sesuatu, bau-bau tak enak yang menusuk indera penciumannya.
"Jangan coba-coba berbohong padaku! Cepat ambil celan dan gantilah, aku tak akan mengintip!" Omelnya.
Kenedy buru-buru mengambil celana baru dan kesusahan memakainya saat mobil berjalan dengan kecepatan kencang.
__ADS_1
Mereka harus bergegas sebelum Belalang tersebut mensangkap mereka, lalu di depan sana ada gerbang yang terbuka sangat lebar menunjukkan jalan raya besar.
Namun pemandangan trak mengenakknlah yang menyambut mereka, D'Anger dan Janice ada di sana menunggu kedatangan mereka.
Tetapi Bryce tetap menjaga kecepatannya, ia tak peduli jika ia menabrak dua orang yang paling ia benci saat ini.
Pergi ke Neraka saja kau idiot! Kesalnya dalam hati.
Dan sekarang mereka lebih untuk menyerang langsung, D'Anger naik ke atap mobil dan Janice berusaha mengambil jam milik Emely.
Connor menyusul D'Anger di atas sana. Ah tidak lagi Ya Tuhan, batin James mengeluh saat tahu kalau mereka akan bertarung di atas mobil tua.
"Menyerah saja kau bisul Onta!" Bryce meninju muka Janice lumayan keras.
Baginya itu cukup untuk membalas kekesalannya, Janice spontan terpelental ke aspal dan berguling-guling.
Connor dan D'Anger masig bertengkar di atas mobil. Mereka yang di dalm khawatir jika atapnya akan roboh dan menimpa mereka saemua.
"Berikan jam itu!" Teriak D'Anger atau yang bernama asli Raegan itu.
Connor menangkis tangan Raegan, "Tak akan!" Tegasnya.
__ADS_1
Kemudian Raegan terjatuh dari mobil karena ditendang oleh Connor dan dirinya masih di atas mobil sana.
Tetapi Raegan mampu menggapai pintu depan pengemudi mobil yang membuatnya terseret dan tangannya dengan cepat dan entah bagaimana bisa mengambil jam yang dipegan oleh Bryce dan ia melongo karena kecerobohannya tak hati-hati.
Semua orang di sana kaget dan takut setengah mati, belum sempat Connor menghardik Raegan ia telah pergi duluan.
Mobil berhenti di tengah jalan, Connor turun dari mobil. Kimberly sudah menangis sejak pertarungan dimulai.
Percuma saja jika mereka melanjutkan perjalanan ini, Raegan pasti sudah ke sana terlebih dahulu dan akan membuat dunia hancur lebih cepat karena ia akan membangkitkan Karen.
"Kalian tenang terlebih dahulu." Ucap Connor berusaha menenangkan.
Kimberly yang ingin mengomel langsung terpotong oleh Connor, "Bisa diam tidak?" Mukanya berubah merah karena marah.
Tubuhnya bergetar, berusaha menahan amarah yang ingin meluap. Keringat membasahi wajhnya.
"Jam itu bukanlah jam yang asli." Ujarny membuat seisi mobil diam tak berkutik.[]
__ADS_1