THE ZOO [FF NCT AESPA]

THE ZOO [FF NCT AESPA]
Part 1


__ADS_3


4 tahun lalu


Seluruh siswa baru telah memenuhi halaman sekolah Seo Seoul High School. Ini adalah hari ke-dua masa perkenalan sekolah mereka. Setelah kemarin mereka telah berkeliling sekolah untuk melihat berbagai laboratorium dan ruang-ruang penting, kini saat nya para kakak kelas menggaet adik kelas baru untuk bergabung mengikuti klub eskul yang ada di sekolah.


Yangyang berjalan tepat dibelakang Kim Doyoung, sang ketua osis, yang sedang berbicara menggunakan pengeras suara. Yangyang mengeryitkan dahinya karena suara yang dihasilkan terdengar begitu keras hingga telinganya terganggu. Doyung meminta seluruh murid masuk kelapangan dan memilih klub yang nantinya harus diikuti seluruh siswa baru. Doyoung menyebutkan satu persatu nama klub yang ada disana, namun tampaknya tidak ada yang mendengarkan, semua sudah berhamburan menuju ke klub tujuan masing-masing.



Yangyang melihat pajangan planet-planet di atas meja yang dibuat oleh klub antariksa. Ia juga membaca majalah hasil buatan klub broadcasting and media. Klub broadcasting terlihat memiliki banyak peminat. Kakak kelas disana juga terlihat ramah. Yangyang melewati klub sepak bola yang terlihat ramai oleh siswa baru, sang ketua klub sepak bola terlihat memakai baju bola dengan wrist band merah yang melingkar pada pergelangan tangannya, ia terlihat menakutkan. Hal itu membuat Yangyang masih berjalan lurus ke depan.


“Hei…” Panggil kakak kelas yang berdiri di belakang meja di stand suatu klub. Kakak kelas itu terlihat memakai baju bola. Ia merangkulkan lengannya pada teman di sebelahnya. “join klubnya,” usulnya santai sambil menunjuk temannya.


“Xiaojun ah, mwoya..” teman di sebelah sang pesebak bola itu melepas rangkulan tangannya. “kau harus ramah pada adik kelas,”


Yangyang memandang hiasan meja dan hiasan papan di klub itu. “…band?” Bacanya.


“Ya,” angguk sang anggota band mantab. “ini adalah klub band!” serunya. “Aku Hendery, kelas 2-3 dari jurusan Musik, kau?”


“Eh?” Yangyang menatap balik Hendery yang masih tersenyum lebar. “Yang..Yangyang, jurusan Musik,” jawabnya.


“Aku Xiaojun, jurusan Musik juga,” sang pesebak bola itu menepuk dadanya. Ia terlihat kabur dari stand klub nya karena stand sepak bola masih dipenuhi oleh siswa-siswa baru yang ingin mendaftar. “ayo join band dengan Hendery. Kau bisa main musik, ‘kan?”


Belum sempat menjawab, seorang murid baru berdiri di sebelah Yangyang.


“Oh, annyeong!” Konsentrasi Hendery pun pecah, kini ia menatap siswa baru yang lain.


“Tidak ada brosur?” Siswa itu bertanya dengan berani. Yangyang menatapnya dari samping, siswa itu mengeluarkan aura dingin yang sinis.


Hendery menggeleng, “mian. Aku tidak membuatnya, hehe.” Jawab Hendery.


“Namamu siapa dan dari jurusan apa?”


“Lee Jeno, jurusan Teknik Komputer,” jawabnya singkat. “Klub ini hanya satu orang? Sunbaenim dari klub sepak bola ‘kan?” Tanya Jeno dilanjut dengan menunjuk Xiaojun.


“Ya. Dia anggota klub sepak bola,” Hendery mendorong pelan temannya. “saat ini baru aku saja yang menjadi anggota di klub ini.. tapi nanti pasti banyak yang ikut! Anak sekarang siapa sih yang tidak suka main musik!” Serunya, berpikiran positif.


“Makannya, ayo ikut klub ini!” Ajak Xiaojun membantu Hendery menggaet anggota baru.


Yangyang masih konsentrasi dengan percakapan yang terjadi. Ia berharap murid bernama Jeno itu masuk di klub band ini agar dia mendapatkan teman.


“Jwisonghaeyo, saya sudah masuk klub yang lain,” tolak Jeno.


“Hya!” Seru Xiaojun cepat. “kalau begitu mengapa kau kemari?!”

__ADS_1


Jeno terdiam sambil menyapu pandangan pada hiasan papan dan gitar-gitar yang berjejer di belakang Hendery dan Xiaojun.


“Tertarik saja,” jawab Jeno singkat.


“Kau..” Yangyang kini menatap Jeno. “ikut klub apa?”


“Basket,” jawab Jeno. “Tuh disana,” tunjuk Jeno pada klub yang ada di belakangnya. Klub itu juga tak kalah ramai dengan klub sepak bola. “sudah dulu ya,” pamit Jeno, ia membungkuk sopan pada kedua sunbae nya.


“Aigoo… dasar..” ucap Xiaojun geram. “kalau begitu untuk apa…”


“Kalau kau?” Sela Hendery yang menatap Yangyang dengan penuh harap. “kau mau masuk klub band?”


Yangyang berfikir sebentar. Ia cukup tertarik dengan klub basket karena bermain basket adalah salah satu hobinya, namun menjadi anggota band adalah salah satu hal yang ingin ia lakukan sejak dulu. Yangyang selalu menikmati kegiatan bermain musik bersama teman maupun keluarganya.


Yangyang menjawab dengan senyuman dan sebuah anggukan kepala. Hal itu membuat Xiaojun dan Hendery heboh sendiri. Mereka berdua terlihat berteriak girang dan berpelukan sambil berloncatan.



Di sisi lain, murid kelas 3 sedang melihat kegiatan di lapangan dari lantai atas gedung sekolah. Klub band yang terlihat mencolok karena sepi pengunjung pun menarik perhatian ketiga murid kelas 3 yang sedari tadi mengamati Hendery.


“Haha.. lihat itu..” Johnny menunjuk jendela ke arah Hendery dan Xiaojun yang sedang berpelukan sambil berloncatan. “mereka mendapatkan anggota baru,” lanjutnya sambil tetap tertawa gemas.


Taeyoung terlihat memancarkan senyumnnya dalam diam. Ialah yang dari tadi tidak melepaskan pandangannya dari Hendery.


Taeyoung menggerakkan pundaknya tanda meminta tangan Yuta untuk menyingkir. “aku tidak peduli,” sanggah Taeyoung.


“Mwoya Taeyoung ah, sudah terlihat jelas di wajahmu kalau kau mengkhawatirkan Hendery dan klub bandnya,” Johnny terdengar membongkar kebohongan Taeyoung.


“Mm!” Angguk Yuta hingga rambut hitamnya bergerak naik turun. “kalau tidak, untuk apa dari tadi kita berdiri disini dan mengabaikan menu kantin hari ini!” Seru Yuta. “Hari ini menunya donkatsu! Don-kat-su!” seru Yuta yang merupakan mantan ketua klub karate sekolah.


Taeyoung mengehela nafas sambil tersenyum malu karena kebohongannya terungkap. “kita sudah disini selama itu sampai kalian kelaparan?”


Johnny dan Yuta mengangguk kompak. Sang mantan ketua basket dan mantan ketua karate yang ditakuti adik kelas itu kini terlihat imut dimata Taeyoung.


“Mian mian,” Taeyoung membalik badan Johnny dan Yuta menghadap lorong. “ayo ke kantin” Taeyoung pun mendorong pelan punggung temannya dan berjalan bersama menuju kantin sekolah.


...****************...


BUK!


Seorang siswi tidak sengaja mendorong badan Yangyang dengan keras hingga Yangyang hampir terjatuh ke depan.


“Omo!” Siswi itu menatap Yangyang yang menoleh dan menatapnya dengan cepat.


“Jerman?!” serunya. Membuat murid-murid yang berada di dekatnya memperhatikan Yangyang.

__ADS_1


“Ah… kau… murid kelasku, ‘kan?” Tunjuk Yangyang pada siswi yang sedang mengelus-elus hidungnya. “hya, namaku Yangyang!”


“Oh, mian mian,” ia menepuk nepuk pundak Yangyang dari depan. “kemarin kau memperkenalkan diri sebagai murid yang sebelumnya tinggal di Jerman, ‘kan. Itu yang membuatku ingat, hehe,”


“Namamu siapa?” Tanya Yangyang pada teman sekelasnya ini.


“Kita perlu berkenalan lagi?” Siswi itu membulatkan matanya tak percaya. “hya, aku bahkan teman sebangkumu!”


“Mian,”


“Aigoo, namaku Giselle,” jawab Giselle sambil mengajak Yangyang berjabat tangan.


Yangyang pun menyambut uluran tangan Giselle.


Mereka pun berjalan beriringan masih melewati kerumunan klub-klub sekolah yang berusaha mencari anggota baru.


“Kau sudah pilih mau masuk klub mana?” Tanya Giselle sambil membenarkan kuncir rambutnya.


“Ya,” angguk Yangyang, “aku masuk klub band,”


“Band?” Giselle memiringkan kepalanya.


“Memang ada?”


“Ada, tadi di sana!” Yangyang menggerakkan kepalanya seperti sedang menunjuk klub yang ada jauh di belakang.


“Jinjja?” Giselle membulatkan matanya. “Apa aku melewatinya ya?” Ia terlihat berfikir. “seru juga ya, klub band!”


“O!” Yangyang menjawab antusias. “apa kau mau ikut klub band juga?” Tanyanya semangat, agar klub band mendapat anggota baru.


Tidak sesuai dengan harapan Yangyang, Giselle menggeleng cepat, rambut kuncir kudanya bergerak ke kanan dan kiri. “aku sudah ikut klub lain! Klub cheersleader! Kyaaa!” Giselle menjawab dengan semangat dan sedikit berteriak. Membuat Yangyang kaget.


“A…” Yangyang membuka mulutnya dan mengangguk pelan. “cheersleader itu yang membawa pom-pom dan loncat-loncat itu ‘kan?” tanya Yangyang bodoh.


Giselle masih bersemangat dan menjawab dengan anggukan agresif. “Iya! Kyaa. Sudah lama aku ingin ikut klub cheers! Seperti di film-film itu!”


“Mmm..okay..” Yangyang mengeryitkan dahinya heran dengan remaja putri di depannya ini.


“Nanti akan ada pertunjukkan dari setiap klub. Kita harus duduk paling depan! Aku harus melihat sunbae-sunbae cheers ku dengan jelas!” Giselle tersenyum sambil menggenggam kedua tangannya.


“Ha? ‘Kita’?” Yangyang berjalan menjauh dari Giselle. “tidak ah, kenapa aku harus duduk paling depan denganmu?”


“Hya ayolahh… kita kan teman sebangku..”


...****************...

__ADS_1


__ADS_2