
Sulastri menatap nanar gambar demi gambar yang terpampang nyata di ponsel Susi.
"Tega kamu ya mas membohongi aku?? Aku salah apa padamu mas??" Kata Sulastri.
Sulastri mengembalikan ponsel itu pada Susi.
"Lalu apa yang akan kamu lakukan Tri??" Kata Susi.
"Aku belum tau, tapi aku ingin menyelidikinya dan melihatnya langsung dengan mata kepalaku sendiri!!" Jelas Lastri.
************
"Tangkap tongkat itu Juned!! Serang aki!!" Teriak aki Ibud.
"Wala....!!" Teriak Juned antara kaget juga sakit karena ujung tongkat itu mengetok jidatnya.
"Makanya bang jangan melamun terus!! Seperti orang punya tanggungan hutang aja!!" Teriak Syifa.
"Aduh jidatku benjol aki!!" Teriak Juned tapi menyerang juga.
"Itu salahmu banyak melamun, masih untung hanya jidatmu kalau biji matamu yang kena bagaimana?" Teriak aki Ibud.
"Buta dong ki!!" Jawab Juned.
"Itu urusanmu...makanya jangan bengong terus kalau latihan!!" Kata aki Ibud lagi.
"Ini Syifa, tangkap dan serang abangmu dengan sepenuh hati jangan ragu begitu pun dengan Juned!!" Teriak aki Ibud lagi.
Suuttttt...
Tongkat rotan sepanjang dua meter meluncur cepat kearah Syifa.
Gadis muda itu dengan cepat menangkapnya.
Hiiiaaat...
Lalu secepat itu juga dia menyerang Juned dengan jurus-jurus menyerang yang telah diajarkan oleh aki Ibud.
"Tangkis dan tahan serangan itu Juned...jika ada kesempatan, balas!!" Teriak aki Ibud.
"Gila kamu Fa...kok abang nggak tau jika aki Ibud mengajarkan jurus-jurus itu!!" Tampak Juned kerepotan menangkis dan bertahan dari serangan Syifa.
"Ya salahmu bang, abang banyak bolos latihan sih!!" Kata Syifa.
"Serius dikit Juned!! Jangan banyak ngobrol!!" Bentak aki Ibud dari pinggir area latihan.
"Ingatlah kalian, aki menjadikam kalian pesilat tangguh bukan untuk gaya-gayaan jadi jagoan tetapi untuk membantu yang lemah!!" Kata aki Ibud setelah keduanya selesai berlatih.
"Iya ki, kami tau!!" Kata Syifa dan Juned.
Sementara itu...
"Apalagi yang harus kita bicarakan Cecilia? Di antara kita tidak ada hubungan apapun lagi!!" Sentak Juma kesal pada Cecilia yang masih mengejar-ngejar dia.
"Juma, aku masih mencintaimu...aku bisa memutuskan hubunganku dengan om Bisma jika kamu mau memaafkanku dan kembali padaku!!" Rengek Cecilia setengah meratap dan memohon.
"Kamu pikir kamu siapa bisa memerintahku seperti itu? Aku sudah terlanjur jijik dengan gadis sepertimu yang rela menjual dirinya sendiri demi uang!!" Kata Juma.
"Teganya kamu berkata seperti itu padaku, Juma!!" Kata Cecilia.
__ADS_1
"Lha memang kenyataannya begitu kan? Lalu letak kesalahanku bicara di mana?" Tanya Juma lagi.
"Yang jelas aku tidak ingin dekat denganmu lagi!!" Sentak Juma.
"Aku akan menghadap tante Maya!!" Kata Cecilia ngotot.
"Hei Cecilia, kamu ini punya malu atau nggak sih?" Bentak Juma kesal.
"Kalau urat malu kamu belum putus maka pergi dan menjauhlah dariku!!" Sentak Juma.
"Tapi aku masih mencintai kamu Juma?" Kata Cecilia.
"Masih mencintai kok bobo bareng sama pria lain." Cibir Juma.
"Lalu sudah berapa pria hidung belang yang meniduri kamu, Cecilia? Hah??" Bentak Juma.
"Jangan sampai saat kamu hamil kamu berniat mau membuatku kembali padamu, ya??" Bentak Juma.
Sudahlah Cecilia semoga kamu bahagia dengan pilihanmu itu!!" Kata Juma.
Lalu Juma bergegas melangkah pergi meninggalkan Cecilia yang masih berusaha terus mengejarnya.
"Benar-benar kok Cecilia ini, benar-benar tidak tau malu!!" Umpat Juma.
***************
"Akhirnya sampai juga di rumah!!" kata Hans.
"Tapi kok lampu ruang tamu menyala ya? Bukannya Hana besok baru kembali dari kampung?" Desis Hans.
Hana memang pulang ke rumah mereka di kampung. Rumah yang dulu menjadi kenangan karena telah lama ditempati oleh Sania saat mereka pergi dari kehidupan Miko suaminya.
"Kalau bukan Hana, siapa yang masuk kedalam rumah ya? Kok dia bisa tau di mana aku dan Hana menyembunyikan kunci rumah?" Desis Hans lagi.
Perlahan Hans mendekati rumah mereka itu. Dari luar dia seperti mendengar gemericik air di kamar mandi dan ada suara perempuan bersenandung juga.
"Wuidih...masa ada hantu nyasar masuk kerumahku?" Kata Hans perlahan.
Tak lama....
Sesosok tubuh tinggi langsing keluar dari kamar mandi hanya berbalut handuk di dadanya.
"Astaghfirullah!!" Desis Hans.
"Sandra?? Nekad sekali perempuan ini menyusulku kemari? Untung aku hanya mengintip dari celah pintu kalau aku tadi sampai masuk kedalam apa yang akan terjadi!!" Umpat Hans.
"Sial...wanita ini benar-benar nekat, terus bagaimana aku mau masuk ke rumahku sendiri?" Gerutu Hans.
Dengan kesal Hans berlalu dari sana.
"Jadi malam ini aku tidur di mana? Apa tidur aja di kafe ya?" Gumam Hans lagi.
"Kok jadi malah aku yang seperti gelandangan nggak punya rumah begini ya?? Keterlaluan Sandra ini, aku harus telepon Hana agar dia cepat kembali kemari.
Sampai di tempat yang agak sepi Hans langsung menelpon Hana adiknya.
π±"Assalamualaikum...Hana kapan kamu balik ke kota?"
π±"Besok bang, memangnya ada apa bang?"
__ADS_1
π±"Benar ya? Jangan sampai kamu nggak pulang...mati lah abang di sini!!"
π±"Ada Sandra di rumah kita!!"
π±"Sandra siapa?"
π±"Sandra mantan abang dahulu!!"
π±"Oh mantan abang yang tega ninggalin abang demi harta itu kah? Mau apa lagi dia mencari abang?"
π±"Dia mau minta balikan dan sekarang malah mandi dan berpakaian seksi di rumah kita!!"
π±"Kurang ajar kali wanita itu? Seandainya dekat, malam ini juga Hana akan kembali ke kota!! Jadi malam ini abang tidur di mana? Jangan bilang abang tidur di rumah bersama perempuan itu ya??"
π±"Gila aja...abang masih waras Hana!!"
π±"Ya sudah besok pagi-pagi Hana akan pulang ke kota, Assalamualaikum!!"
π±"Waalaikum Salam!!"
"Kok mas Hans belum pulang juga ya?? Padahal aku sudah berdandan seksi begini!!" Gumam Sandra.
"Mas Hans harus kembali padaku, aku tidak akan pernah membiarkan siapa pun merebut mas Hans dariku." Kata Sandra.
"Bocah itu mau bersaing denganku? Huhhh...yang benar saja!!" Sandra tertawa sinis.
"Akan kurebut kembali apa seharusnya menjadi milikku!!" Kata Sandra.
*****************
"Kamu belum tidur?" Kata Niko menghampiri Juma yang sedang duduk termenung seorang sendiri.
"Belum yah, Juma belum ngantuk!!" Kata Juma.
"Kamu kenapa? Ada masalah dengan Cecilia?" Tanya Niko.
"Juma, ayah pernah mengatakan jangan paksakan perasaan kita hanya untuk menyenangkan orang lain, begitu juga denganmu!! Jika kamu tidak suka dengan pilihan ibumu itu maka tolaklah jangan kamu paksakan karena sesuatu yang terpaksa itu hasilnya tidak akan baik!!" Kata Niko memberi nasehat pada putranya.
"Ayah tau seperti apa Cecilia itu Juma makanya ayah tidak pernah merestui kamu bersamanya, seandainya saja kamu bisa berjodoh dengan Dina!!" Gumam Niko lirih.
"Ah ayah, mana mungkin Dina suka pada Juma!!" Kata Juma.
"Kita nggak tau kehidupan kita itu kedepannya bagaimana Juma, bisa aja kan kamu berjodoh dengan Dina??" Kata Niko.
"Ayah sangat mendukungmu dengan Dina tetapi ayah akan menentangmu jika kamu dengan Juned!!" Kata Niko sambil tertawa.
"Ya iyalah ayah...gila aja Juma mau sama Juned, mau main pedang-pedangan?" Tanya Juma juga ikut tertawa.
"Wah asyik benar kalian, lagi bahas apaan sih?" Tanya Maya tiba-tiba ikut nimbrung bersama mereka berdua.
"Yang jelas lagi bukan bahas kamu!!" Kata Niko enteng.
*
*
***Bersambung...
Ikuti terus kisah mereka dalam episode selanjutnya ya readerππ
__ADS_1