
"Apa yang telah terjadi di sana??" Gumam Arimbi lagi.
Ditengah kebimbangannya, dari kejauhan terdengar suara motor dan ada sinar lampu menyorot jalan yang ada di depannya.
Arimbi melihat kearah jalan. Karena suasana malam yang gelap gulita membuatnya kesulitan melihat siapa pengendara motor itu.
"Motol ciapa itu bu? Motol ayahkah?" Bisik Sukardi pelan.
"Ibu belum tau Kardi, malam gelap sekali tetapi didengar dari suara motornya itu memang suara motor ayah kalian!!" Ucap Arimbi pelan.
Entah seperti mendapat firasat, pengendara motor itu berhenti didekat kebun tempat mereka sembunyi.
"Ayah???" Kardi yang telah lebih dahulu mengenali ayahnya keluar dari tempat persembunyian mereka.
Saribud kaget bukan main saat dari arah kegelapan dia nendengar suara Sukardi memanggilnya.
"Lho, kalian berempat lagi apa di sini??" Tanya Saribud.
Arimbi ikut keluar dan menceritakan pada suaminya apa yangtelah terjadi.
"Jika ayah meminta kita pergi dari sini maka sebaiknya kita harus segera pergi!!" Ucap Saribud.
Akhirnya mereka berlima putar balik dengan mengendarai motor tua Saribud kembali ke jalan utama dan segera berlalu dari sana sejauh mungkin.
"Lalu bagaimana dengan ayah kang?" Tanya Arimbi cemas.
"Jika ayah telah menyuruh kita pergi, itu artinya ayah sudah menemukan solusi untuk menghadapi dua manusia iblis itu!!" Kata Saribud dengan yakinnya.
__ADS_1
Sementara itu kita kembali ke pertarungan antara ketiganya....
Serangan Seketi dan nyi Rampe bertubi-tubi seperti air bah.
Mereka berdua menyerang dari arah depan dan belakang. Tetapi dengan cerdik ki Saman memunggungi sebatang pohon besar yang tak jauh dari tempat mereka tinggal. Tujuannya agar dia bisa melihat kearah kiri dan kanan terhadap serangan yang dilancarkan oleh kedua lawannya.
Hingga pada suatu waktu ketiga harus beradu lengan.
Aki Ibud berhasil mengirimkan serangan telak yang mematikan. Seketi karena cepat melompat keatas maka efek pukulan aki Ibud hanya mengenai udara kosong sementara nyai Rampe benar-benar beradu pukulan dengan ki Saman.
Keduanya terpental muntah darah. Keduanya sama-sama parah.
"Nyai...!!" Teriak Seketi mendapati gurunya terlempar dan muntah darah sementara lengannya nampak mengelupas dan terlihat tulang lengannya yang memutih.
Selagi Seketi sibuk dengan menolong gurunya, ki Saman yang juga tengah terluka parah duduk bersila di tanah.
Tubuh aki Ibud perlahan menghilang dari pandangan dan membuat nyai Seketi yang segera tersadar menjadi murka bukan main saat lagi-lagi melihat ki Saman bisa meloloskan diri.
"Bang*sat tua!! Lagi-lagi kau lari!!" Geram Seketi pada mantan mertuanya itu.
"Sudahlah Seketi, kita pergi saja dari tempat ini!! Dada guru terasa sesak sekali!!" Kata nyai Rampe.
"Baiklah guru!!" Kata Seketi lalu mengangkat tubuh gurunya dan membawanya pergi.
"Tapi sebelum pergi, baiknya rumah ini aku musnahkan agar lenyap semua bersama rasa cintaku pada kang Ibud!!" Kata Seketi.
Blum...Blarrr....
__ADS_1
Sebuah ledakan bertubi-tubi saat Seketi menghantam rumah tempat tinggal Saribud dan keluarganya.
Asap kehitaman membumbung tinggi keangkasa bersamaan dengan runtuhnya puing-puing rumah yang tersisa.
Kini tempat tinggal ki Saman dan keluarganya benar-benar hancur. Dengan tawanya yang melengking mengerikan Seketi pergi bersama gurunya meninggalkan tempat itu.
Saribud membawa keluarganya jauh dari sana. Mereka pergi ke kota dan tinggal di pinggiran kota.
Awalnya kehidupan mereka berlangsung baik-baik saja walau tanpa ki Saman lagi bersama dengan mereka, tetapi memasuki bulan ketiga kehidupan damai mereka mulai berubah.
Saat itu secara tak sengaja Arimbi bertemu dengan Seketi di pasar. Seketi mengenali Arimbi tetapi sebaliknya Arimbi tidak mengenali Seketi.
Secara sengaja Seketi menabrak Arimbi yang tidak mengenakan hijab dan berhasil menarik sehelai rambut Arimbi.
Seketi sekarang bertindak lebih pintar. Dia tau Saribud mantan suaminya itu selain menguasai ilu bela diri juga menguasai ilmu pengobatan dan menangkal guna-guna yang dia warisi dari ayah sekaligus guru mereka berdua yaitu ki Saman.
"Bersabarlah kau Arimbi!! Tunggu tanggal mainnya!!" Desis Seketi menyeringai mengerikan.
*
*
***Bersambung...
Apa yang akan dilakukan oleh Seketi??
Mohon dukungannya dong reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya🙏🙏
__ADS_1