Tiga Jagoan Yatim Piatu

Tiga Jagoan Yatim Piatu
Bab 41 Juned Yang Penakut


__ADS_3

Keempat anak itu seolah adalah cahaya bagi kehidupannya setelah Sania pergi meninggalkan dia untuk selamanya.


"I miss you like crazy!!" Gumam Niko sambil memandang keempat anak angkatnya.


"Bahagialah kamu di sana bersama bintang ya?" Bisik Niko tak terasa beberapa bulir air mata jatuh ke pipinya.


"Ayah menangis? Ayah kangen sama bunda ya?" Tanya Miki dengan hati-hati.


"Ayah Niko jangan menangis, nanti bunda di surga jadi sedih juga lho! Pesan bunda, anak cowok itu nggak boleh nangis malu kata bunda nanti ditertawakan kodok!!" Kata Miki lagi.


Niko memeluk dua putranya itu. Walaupun begitu Miko yang memang punya perasaan yang sensitif seperti Juned juga sudah ikut menangis walau hanya terisak saja.


"Ya sudah kita makan di luar aja yuk?? Ajak Cloey dan Denis serta bang Juma juga!!" Kata Niko akhirnya.


"Kalian semua mau pergi kemana?" Tanya Maya saat dia berpapasan dengan mereka di teras rumah.


"Kita mau malam mingguan tante, kata ayah Niko ayah mau cari ibu baru!!" Kata Miko jujur.


"Iya bu, habis ibu galak banget sih...cerewet lagi mana pelit pula!!" Sahut Cloey yang seusia dengan Miko dan Miki.


"Kalian ya!!" Bentak Maya geram.


"Kabur mak Erot ngamuk!!" Kata mereka sambil tertawa mengejek.


"Dasar anak-anak jaha*nam!!" Maki Maya geram.


"Kamu itu ayah lihat maraahhh terus, Maya!!!" Tegur Jonathan saat dia berselisihan dengan Maya di ruang makan.


"Siapa yang nggak kesal yah, mereka semua mengolok-ngolok Maya!!" Kata Maya.


"Kamu juga sih terlalu galak sama anak-anak!!" Kata Jonathan.

__ADS_1


Maya hanya mendengus sambil berlalu.


"Ayah lihatlah mengapa Juma menolak untuk dijodohkan dengan Cecilia!!" Tunjuk Juma pada sepasang muda mudi yang sedang makan malam tak jauh dari hadapan mereka.


Juma dan Niko dapat melihat jelas Cecilia dan pasangannya tetapi sebaliknya mereka tak bisa melihat Juma dan Niko.


Niko mengikuti pandangan matanya kearah yang ditunjukan Juma.


"Siapa lelaki itu?" Tanya Niko pada Juma.


"Ya pacarnya lah yah!!" Kata Juma.


"Sekarang ayah bertanya padamu, apakah kamu sakit hati melihat mereka berdua?" Tanya Niko.


"Hah? Cemburu pada mereka? Nggaklah!! Juma malah sangat senang melihatnya!!" Jawab Juma.


Ceklek...ceklek


Tanpa diduga Niko mengambik gambar keduanya diam-diam.


"Mas Bisma, Cecilia telat datang bulan nih!!" Bisik Cecilia pada lelaki di depannya.


"Maksudmu kamu sekarang sedang hamil?" Tanya Bisma nampak terkejut.


"Aku belum tau mas ini baru perkiraanku saja!" Jawab Cecilia.


"Gugurkan!!" Jawab Bisma dengan suara datar.


"Apa mas? Apa aku ngga salah dengar?" Tanya Cecilia.


"Nggak, kamu nggak salah dengar, gugurkan bayi yang ada dikandunganmu itu...kamu juga nggak mau hamil saat masih sekolah gini kan?" Kata Bisma mengulang lagi perkataannya.

__ADS_1


"Gila ya mas Bisma? Bisa-bisanya menyuruhku untuk menggugurkan kandunganku!!" Jawab Cecilia berang.


"Itu terserah kamu sih!! Tapi jika kamu tetap bersikeras untuk menikah denganku, aku tidak mau!! Atau kamu bisa menjebak pemuda yang waktu itu bertemu dengan kita?" Seringai Bisma licik.


"Kamu jahat mas!!" Kata Cecilia kesal.


"Kan sudah dari awal hubungan kita ini hanya sebatas suka sama suka, aku meminta kamu memberi dengan imbalan uang tentunya dan aku mendapatkan kepuasan!!" Kata Bisma.


"Tapi apa yang dikatakan mas Bisma benar, jika aku bisa menjebak Juma pasti aku bisa menekannya untul menikahi aku!!" Gumam Cecilia.


"Aku akan berusaha mencari cara untuk menjebak si ganteng itu agar mau tunduk padaku dan menikahi aku!!" Kata Cecilia.


Sementara itu jauh di kampung aki Ibud...


"Aduh...aku kebelet mau boker nih!! Tapi kamar mandinya ada di luar sana!! Aduh gimana ini ya? Masa aku mau membangunkan aki Ibud? Malunya aku, disangka aki nanti aku penakut, padahal memang iya sih!" Juma terus berjalan mondar mandir di dalam kamar.


"Kenapa sih di kampung begini kamar mandi umum harus ada jauh? Terus kalau kecipirit bagaimana, habis waktu mondar mandir aja!!" Omel Juma dengan kesal.


"Itu pun kamar mandi alam lagi, tanpa disiram langsung larut dibawa arus air!" Gumamnya lagi.


"Kuberanikan diri ajalah pergi kesungai sendiri, dari pada aku diejek oleh aki Ibud sebagai lelaki penakut plus pengecut, di mana harga diriku sebagai seorang Juned." Gumam Juned.


Perlahan Juned membuka pintu kamar tanpa dia tau aki Ibud memperhatikannya sambil mengulum senyuman.


"Juned...Juned, sebenarnya kamu pemuda yang hebat tetapi sifat penakutmu itu lho yang harus kamu hilangkan!" Gumam aki Ibud.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Apa yang akan ditemui Juned di sana?


Ikuti terus lanjutan kisahnya dan jangan lupa dukungannya ya reader🙏🙏


__ADS_2