Tiga Jagoan Yatim Piatu

Tiga Jagoan Yatim Piatu
Bab 37 Ketukan Tengah Malam


__ADS_3

Seketi sekarang bertindak lebih pintar. Dia tau Saribud mantan suaminya itu selain menguasai ilmu bela diri juga menguasai ilmu pengobatan dan menangkal guna-guna yang dia warisi dari ayah sekaligus guru mereka berdua yaitu ki Saman.


"Bersabarlah kau Arimbi!! Tunggu tanggal mainnya!!" Desis Seketi menyeringai mengerikan.


"Akang jadi pergi ketempat paman Karta malam ini?" Tanya Arimbi sambil menyodorkan secangkir teh untuk suaminya.


"Iya dek, jika boleh dan ditempat paman Karta ada lowongan, maka akang akan bekerja di sana nanti setelah dirasa tempatnya memang nyaman maka akang akan menjemput kalian berempat di sini!!" Kata Saribud.


Arimbi diam saja. Sejujurnya dia masih was-was jika kedua orang jahat itu akan mencari mereka sampai kemari.


"Akang tau apa yang kamu pikirkan dek!! Pesan abang rajin aja baca Yasin dan ayat kursi lalu airnya kamu siramkan kesekeliling rumah jika sehabis kamu sholat ashar dan pesan abang selama abang tak ada, jangan keluar rumah malam-malam dan jangan bukakan pintu untuk siapapun di malam hari." Pesan Saribud pada istrinya.


Sehabis maghrib...


"Ingat pesan akang dek, jangan bukakan pintu untuk siapa pun karena akang membawa kunci rumah sendiri jadi akang pasti akan membuka pintu sendiri tanpa mengganggumu dan anak-anak!!" Kata Saribud.


"Iya baik kang!!" Jawab Arimbi sebelum suaminya pergi.


Tak lama setelah suaminya pergi...


Tok...tok..tok


"Lho, kok kang Ibud balik lagi ya? Apa paman Karta nggak ada di rumah?" Gumam Arimbi.


Tetapi seketika dia ingat pesan suaminya tadi untuk tidak membukakan pintu siapapun yang mengetuk walaupun itu suara suaminya sendiri.

__ADS_1


"Iya ya? Tadi kan akang Ibud membawa kunci serep, pastilah kang Ibud akan membuka pintu sendiri tanpa mengetuk pintu lagi.


Bulu tengkung Arimbi jadi merinding semuanya.


Dia mengintip dari celah lubang pintu untuk mengetahui siapa yang mengetuk pintu di luar sana.


"Tak ada siapapun di luar sana?" Batin Arimbi.


Karena takut dia bergegas masuk kedalam kamar bersama ketiga anaknya yang sudah tidur pulas setelah lepas maghrib tadi.


Suara ketukan di pintu luar hilang, tetapi...


Tok...tok...tok


Suara ketukan itu terdengar lagi tapi bukan di pintu luar melainkan di jendela kamarnya.


"Masya Allah, siapa sih itu?" Suara Arimbi tercekat di tenggorokannya dengan seluruh tubuhnya bergetar hebat.


Puas mengetuk tetapi tak ada jawaban dari dalam, suara ketukan berubah seperti suara garukan kuku yang tajam menggaruk jendela.


Semakin gemetarlah badan Arimbi ketakutan.


"Kang, cepatlah pulang, aku takut sekali!" Suara Arimbi terdengar gemetar.


Entahlah berapa lama suara garukan seperti garukan hewan buas itu berlangsung. Dalam ketakutannya Arimbi terus berdoa hingga akhirnya dia tertidur. Saat dia terbangun Saribud sudah ada di sampingnya.

__ADS_1


"Kamu kenapa dek? Kok wajahmu pucat sekali?" Tanya suaminya.


Arimbi langsung duduk dan menatap tajam Saribud.


"Ini akang yang sebenarnya atau hanya jadi-jadian?" Tanya Arimbi.


"Ini akanglah dek, tadi sewaktu akang pulang akang langsung membuka pintu pakai kunci serep yang selaluakang bawa!" Jawab Saribud heran dengan sikap istrinya.


"Memangnya ada apa sih? Tanya Saribud.


Akhirnya Arimbi menceritakan kepada suaminya tentang semua yang baru saja dia alami tanpa tertinggal sedikit.


Saribud juga nampak gelisah mendengar cerita istrinya.


"Tampaknya aku harus menghadapi dia secara langsung!!" Gumam Saribud.


*


*


***Bersambung...


Apa yang akan di lakukan oleh Saribud?


Ikuti kisah mereka dan mohon jangan lupa dukungannya.

__ADS_1


__ADS_2