
"Aduh Hana, please jangan bilang apapun deh, nanti hubunganku dengan bang Hans jadi rusak karena perasaanku yang sialan ini!" Kata Dina sambil memohon pada Hana.
"Oke, tapi aku akan memantaumu terus! Kamu sudah kuanggap akan jadi calon iparku, jadi jangan selingkuh dengan cowok yang lain, oke?" Tekan Hana memberi ultimatum.
"Ipar gimana? Bang Hans aja hanya menganggapku adik doang!" Ucap Dina.
"Kamu nggak usah khawatir akan hal itu, aku yang nanti akan mengurusnya!" Sahut Hana.
************
"Dina, Syifa, abang Hans akan ke kafe dulu ya sekalian mau antar Hana berangkat ke sekolah!" Kata Hans.
"Iya bang, titip surat ijin untuk wali kelas kita ya Hana, aku belum berani meninggalkan tante Della dan Devina sendiri di rumah, sementara om Johan besok baru pulang, Aki Ibud dan Juned mungkin siang nanti baru tiba di sini! Syifa ada ulangan harian yang harus dia ikuti!" Kata Dina.
"Kamu nggak usah khawatir Din, nanti akan aku sampaikan kalau ada apa-apa jangan ragu untuk menelpon abangku di kafe ya?" Ucap Hana sambil senyum-senyum untung pas posisi bang Hans membelakanginya.
"Ya sudah kami pergi dulu ya, hati-hati di rumah!" Kata bang Hans dan Hana pamit pergi.
"Dina tambah dewasa tambah cantik ya bang?" Pancing Hana pada abangnya.
"Iya, padahal abang ingat dulu sewaktu dia masih SMP, sudah judes, jutek, kalau bicara ngotot mau menang sendiri!" Tawa Hans.
"Yang Hana maksud bukan itu bang, tapi yang Hana katakan bahwa sekarang Dina tambah cantik mirip sekali dengan bunda Sania almarhum!" Kata Hana.
Hans terdiam sambil mengendarai mobilnya. Dia tak lagi merespon ucapan Hana.
__ADS_1
"Abang masih sayang sama bunda Sania ya?" Tanya Hana hati-hati sekali takut abangnya akan terluka lagi hatinya.
"Jujur abang masih sayang, tapi sekarang abang sudah ikhlas melepaskan kepergian ibu Sania, Hana!" Jawab Hans sementara tatapan matanya lurus memandang jauh kedepan.
"Mengapa abang tidak mencoba mencintai Dina saja?" Tanya Hana lagi.
"Ngawur kamu Hana, abang sudah menganggap kalian semua itu adik-adik abang!" Jawab Hans.
"Atau abang masih berharap pada Sandra?" Tanya Hana kembali.
"Ish, memangnya di muka bumi ini wanita hanya Sandra doang!" Kata Hans sewot.
Hans mengantar Hana pergi kesekolah dulu lalu dia balik je kafe.
"Siapa Sel?" Tanya Hans.
"Cewek mas, orangnya cantik banget tapi juga sombongnya nggak ketulungan!" Cibir Bella sepertinya dia sangat kesal.
"Kamu nggak menanyakan siapa dia dan apa keperluannya?" Tanya Hans seraya melangkah masuk.
"Sekarang dia ada di mana?" Tanya Hans lagi.
"Katanya dia kekasihnya mas Hans jadi saya nggak berani melarang dia masuk dan sekarang dia lagi menunggu di ruangan kerja mas Hans!" Jawab Sella.
"Kekasihku yang mana? Aku nggak punya kekasih? Lagian kenapa orang luar kamu biarkan masuk keruanganku, bahaya tau!" Jawab Hans lalu bergegas masuk keruangannya.
__ADS_1
"Selamat pagi yank?" Sapa wanita itu yang ternyata adalah Sandra.
"Yank...yank kepalamu peang? Siapa suruh kamu berani mengaku-ngaku sebagai kekasihku? Pakai acara membohongi bawahanku lagi!" Ujar Hans kesal.
"Kan memang benar aku masih kekasihmu, tidak pernah ada kata putus di antara kita berdua dulu kan?"Jawab Sandra lalu berdiri menghampiri Hans dengan jalan melenggak lengok.
"Dasar saraf! Kamu pikun atau gila? Bukannya kamu sendiri dulu yang pergi meninggalkan aku? Kok sekarang malah mengaku-ngaku pacarku dasar stres!" Ucap Hans tampak sekali dia sedang menahan emosinya.
"Hans?" Sentak Sandra sambil berusaha menahan air matanya.
"Apa?" Kata Hans balik membentak.
"Aku sudah minta maaf atas semua kekhilafanku, aku mengaku aku salah telah meninggalkanmu dan sekarang aku mau kita merajut kembali kisah kita seperti dulu!" Kata Sandra.
"Aku nggak mau!" Ucap Hans tegas.
"Kok enak yo, sudah mencampakan ini malah mau balikan lagi!" Gumam Sella yang ikut jadi gemas saat mendengarkan percakapan kedua orang itu.
*
*
***Bersambung...
Ikuti terus kisah mereka dan jangan lupa dukungannya ya reader🙏🙏
__ADS_1