
"Wajarlah aku belain dia, Sella kan bawahanku!" Kata Hans yang semakin membuat Sandra menjadi geram.
"Sudahlah Sandra, kamu membuat moodku memburuk masih pagi begini, lebih baik kamu pergi aja sana!" Usir Hans yang tak dapat lagi menahan kekesalan hatinya.
"Kalau aku nggak mau?" Tantang Sandra.
"Aku akan mengusirmu dari kafe ini!" Ujar Hans.
"Memang kamu tega?" Kata Sandra lagi.
"Kenapa nggak? Ini area tempat orang bekerja bukan tempat kamu merengek!" Ucap Hans lalu masuk ke ruangannya.
Sandra menghentakan kakinya berkali-kali sebelum akhirnya pergi meninggalkan kafe itu.
**********
"Nathan? Sedang apa di sini? Apa kamu tidak sekolah?" Tanya Dina saat melihat sahabat kecilnya itu duduk di samping pintu gerbang sekolah.
"Hei, akhirnya kamu keluar juga! Aku sudah menunggumu di sini sejak tadi lho!' Jawab pemuda tampan yang ternyata adalah Nathan itu.
"Iya, aku tadi ada ulangan kimia jadi nggak bisa keluar cepat-cepat, kamu mau mengajak aku pergikah?" Tanya Dina.
__ADS_1
"Iya, tapi apa tidak sebaiknya kita ajak Juma juga?" Tanya Nathan.
"Terserah sih asal pawang singanya nggak ikut bersama kita, bisa berdarah telingaku mendengar ocehannya!" Ucap Dina.
"Kamu ini!" Kata Nathan sambil tertawa.
"Tapi iya juga sih! Kok tahan ya si Juma dengan gadis seperti itu!" Kata Nathan.
"Memang Juma kenal di mana sih gadis itu?" Tanya Nathan.
"Ya di sekolah, mereka sekelas dan ibu Juma si tante Maya sahabat karib mamanya Cecilia!" Jawab Dina.
"Jadi ceritanya Juma dan Cecilia itu dijodohkan, begitu?" Tanya Nathan lagi.
"Ya nggaklah, aku dan Juma itu hanya sekedar sahabat doang, apalagi Juma adalah anak kandung om Niko saudara kembar ayah Miko!" Jawab Dina.
Tanpa mereka sadari Juma yang sedari tadi mendengar percakapan mereka menjadi sedih hatinya.
"Tak adakah aku sedikit saja di dalam hatimu, Dina? Jadi selama ini kamu hanya menganggapku teman biasa saja? Mungkin aku sajalah yang bodoh menaruh harapan untuk bisa kamu cintai, Dina! Sampai aku rela memilih untuk masuk SMA supaya bisa tetap ada didekatmu!" Kata Juma lagi.
"Kamu sudah mendengar sendirikan semua perkataan gadis pujaanmu itu? Tak ada yang tulus mencintaimu selain aku!" Kata Cecilia yang tiba-tiba sudah ada di samping Juma.
__ADS_1
"Kamu? Tulus mencintaiku? Jika kamu tulus mencintaiku, kamu tidak mungkin tidur dengan lelaki lain! Itu yang ketahuan olehku belum lagi yang tidak aku ketahui!" Jawab Juma sambil mendengus.
"Hai Juma, ayo kemari! Aku dan Dina mau pergi makan es krim nih!" Teriak Nathan.
"Juma tidak bisa ikut, dia harus segera pulang kerumah!" Jawab Cecilia ketus.
"Kok Juma yang ditanya tapi yang menjawab malah singa betina sih?" Gerutu Nathan.
"Apa? Kamu menyebutku singa betina? Dasar beruang kutub!" Jawab Cecilia tak mau kalah.
"Sudah...sudah! Aku mau ikut dengan mereka Cecilia!" Tegas Juma.
"Tapi Juma, pesan tante Maya aku harus selalu berada di sampingmu dan menjagamu terutama terhadap gadis-gadis gatal!" Sindir Cecilia sambil melirik Dina.
"Nggak terbalik kamu bilang aku gatal? Bukannya kamu yang kegatelan sama om...om? Sekarang om yang mana lagi yang kamu peloroti hartanya? Kasihan Juma, seandainya aku tidak terlanjur menganggap Juma sebagai saudara sudah kurebut Juma dan kuselamatkan dia dari tangan-tangan tak bertanggung jawab seperti kamu!" Balas sindir Dina.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Ikuti terus kelanjutan ceritanya ya reader dan maaf jika sekarang jarang up date๐๐