Tiga Jagoan Yatim Piatu

Tiga Jagoan Yatim Piatu
Bab 38 Juned Yang Sebenarnya


__ADS_3

Akhirnya Arimbi menceritakan kepada suaminya tentang semua yang baru saja dia alami tanpa tertinggal sedikit.


Saribud juga nampak gelisah mendengar cerita istrinya.


"Tampaknya aku harus menghadapi dia secara langsung!!" Gumam Saribud.


Sementara ditempat kediaman nyai Seketi yang berada jauh di dalam hutan.


"Itu baru awal wahai kang Ibud, kamu dan istrimu akan mendapatkan kejutan yang lebih besar dari pada sekedar ketukan tengah malam!!" Seringai dingin Seketi tiba-tiba sirna saat gurunya nyai Rampe memanggilnya.


"Iya guru ada a....pa!!" Perkataan Seketi mendadak terhenti melihat keadaan gurunya.


Sejak terkena pukulan ki Saman tempo hari, nyi Rampe sakit hingga sekarang tak ki jung sembuh.


Wajah wanita setengah baya nyi Rampe yang cantik, kini berubah drastis.


Rambut hitam legam dan tebalnya sudah berubah menjadi rambut putih tipis yang memperlihatkan batok kepalanya.


Kulit putih halus dan mulus serta bola mata indah dengan naungan alis bak semut beriring kini hanya tinggal kulit hitam legam keriput serta bola mata yang menjorong jauh kedalam tengkorak wajahnya tanpa alis sedikitpun alias botak.

__ADS_1


Nyai Seketi pun sangat terkejut melihat perubahan drastis gurunya.


"Seketi, umur guru sepertinya tidak akan lama lagi, sebelum guru mati, ada satu ilmu yqng belum guru turunkan padamu! Kamu bersiaplah!" Ucap nyai Rampe pelan nyaris tak terdengar.


"Bukalah mulutmu Seketi!!" Perintah nyai Rampe pada muridnya itu.


Tanpa ragu Seketi membuka mulutnya. Kemudian sebuah batu sebesar telur burung puyuh meluncur cepat masuk ke dalam mulut Seketi.


"Sekarang tak ada satu kekuatan pun yang mampu melukaimu tapi ada pantangan yang harus kamu hindari jangan sampai kamu terkena cipratan darah seseorang yang mempunyai tanda lahir melati berwarna merah di lengannya." Kata nyai Rampe.


"Lalu bagaimana murid tau siapa orangnya guru??" Tanya Seketi.


"Itu tugasmu Seketi dan ingat, guru sudah tidak bisa mendampingimu lagi!! Lalu tanpa diduga nyai Rampe memukul batok kepalanya sendiri hingga rengkah dan membuat Seketi kaget setengah mati.


***Flashback off***


Juned termangu mendengar cerita gurunya.


"Lalu apakah aku dan istri aki yang bernama Arimbi itu terus bersama atau ada sesuatu yang terjadi?" Tanya Juned.

__ADS_1


"Nanti akan aki sambung kembali ceritanya Juned, sekarang sudah larut malam dan kita harus segera beristirahat." Kata aki Ibud.


Saat di dalam kamar dan aki Ibud sudah tertidur pulas, Juned masih berpikir apakah kerasukan yang dialami oleh mbak Sumi ada hubungannya dengan wanita jahat yang bernama Seketi itu?" Lalu perlahan Juned menyibak lengan bajunya.


Dia mengamati tanda lahir yang ada di lengannya dengan seksama.


"Jika dilihat sepintas, tanda lahirku ini memang seperti kuntum melati tapi kok ada ya tanda lahir berwarna merah??" Gumam Juned.


"Apa ini tanda yang dimaksud aki Ibud dari kisahnya tadi?" Gumam Juned lagi.


"Bunda...semenjak bunda tiada, kami harus saling bahu membahu memecahkan semua permasalahan yang kami hadapi, terkadang Juned merasa bunda hanya pergi sesaat dan suatu hari akan kembali lagi!! Juned kangen sama bunda!!" Tak terasa butiran bening mengalir dari kelopak mata remaja itu.


Ketiga anak Sania memang sangat dekat dengan almarhumah bundanya karena sejak mereka kecil sudah ditinggalkan oleh bapak kandung mereka sehingga ibu mereka berjuang sendiri untuk kelangsungan hidup mereka. (Baca novel author yang berjudul Kutukan Cinta).


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Benarkah Juned yang memiliki tanda itu?


Mohon dukungannya ya reader, like, komen, vote, favorit dan rate nya.


__ADS_2