Tiga Jagoan Yatim Piatu

Tiga Jagoan Yatim Piatu
Bab 39 Guru di dalam Mimpi


__ADS_3

Ketiga anak Sania memang sangat dekat dengan almarhumah bundanya karena sejak mereka kecil sudah ditinggalkan oleh bapak kandung mereka sehingga ibu mereka berjuang sendiri untuk kelangsungan hidup mereka. (Baca novel author yang berjudul Kutukan Cinta).


Tak lama Juned pun jatuh tertidur.


**************


Hiaaatttt....


Brak...Byar


Sebuah batu besar hancur berantakan terkena pukulan Juned.


Plok...plok...plok


"Bagus Juned, tapi kamu jangan berbangga diri dulu!! Kamu anak lelaki, kamulah yang akan menjaga kakak dan adik-adikmu!!" Kata orang tua bersorban putih tersebut.


"Baiklah guru!!" Jawab Juned.


"Lawan kalian kali ini bukan manusia biasa, lawan kalian telah menyatu dengan iblis, kalian harus bersatu saling bahu membahu!!" Ucap orang tua itu.


"Latihan kita cukup sampai di sini sekarang kamu pulanglah!!" Kata orang tua itu sambil menepuk bahu Juned dan seketika Juned seperti terbang dihempaskan oleh angin dan melemparkannya ke tempat semula.


Juned mengedipkan matanya berkali-kali berusaha mengumpulkan nyawanya lalu duduk ditepi ranjangnya.


Dia terbangun di kamarnya sendiri. Juned berusaha mengingat semua mimpi anehnya tadi.

__ADS_1


"Guru...orang tua itu lagi!!" Bisik Juned perlahan.


Dia menggenggam erat tangannya lalu memfokuskan seluruh pikirannya pada genggaman tangan kanannya.


Dia melihat genggaman tangannya bergetar semakin lama semakin keras pertanda ada aliran tenaga dalam yang mengalir dari pusar kearah lengan kemudian berkumpul di genggaman tangan kanannya.


"Subhanallah!! Mimpi yang menjadi kenyataan!!" Desis Juned perlahan.


"Siapa sebenarnya orang tua bersorban putih yang selalu datang di dalam mimpiku dan mengajar berbagai macam ilmu bela diri kepafaku itu??" Bisik Juned lagi.


Sementara itu kita kembali pada keluarga tante Della setelah ditinggalkan oleh aki Ibud dan Juned serta Johan suaminya.


Malam itu tampak babang tampan Hans, Dina dan Hana sedang berjaga sambil memgobrol.


Pasca kemasukan ular di dalam rumah tadi, ketiganta belum bisa tertidur masih melanjutkan obrolan mereka.


"Bang, abang dan Hana tidur ajalah duluan, nanti Dina yang akan berjaga.


"Ya nggak gitu juga, Dina!!" perlahan Hans berdiri dari duduknya.


"Abang mau kemana??" Tanya Hana.


"Mau kekamar kecil apa kalian mau ikut?" Tanya Hans sambil terkekeh menatap keduanya.


"Jangan lama ya bang, kami takut nih!!" Kata Hana.

__ADS_1


"Hanya kamu yang takut Hana, tapi Dina tidak!!" Kata Habs sambil lari menghindari cubitan adiknya.


Sepeninggal Hans, Dina bertanya pada Hana.


"Wanita yang bernama Sandra itu? Apakah masih ada di rumah kalian?" Bisik Dina.


"Nggak ada...abangku telah menyuruh dia pergi!!" Kata Hana.


Tampak Dina tersenyum lega mendengarnya.


"Kenapa? Kamu nggak msu abangku bersama yang lainkan? Kamu tenang aja, Hana juga nggak akan membiarkan bang Hans bersama cewek lain!!" Kata Hana sambil tertawa.


"Selain dengan Sandra, apakah bang Hans ada dekat dengan wanita lain??" Bisik Dina pada sahabatnya itu.


"Seingatku nggak ada sih!! Jawab Hana lagi.


"Sebaiknya jika kamu suka sama bang Hans kamu bilang aja padanya, nanti keburu dia diambil orang!!" Jawab Hana.


"Kamu jangan pernah berharap jika bang Hans mau menyatakan perasaannya duluan karena dia tipe laki-laki yang nggak pernah mau peduli pada perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain." Jawab Hana lagi.


*


*


***Bersambung...

__ADS_1


Ikuti kisah mereka selanjutnya dan jangan lupa dukunganya ya reader🙏🙏.


__ADS_2