
"Di belakang mesjid ini hanyalah kebun kosong, dan agak jauh ke belakangnya memang ada makam saudara kembar saya!" Ucap pak Muhtar dengan sedih.
"Masya Allah!!" Seru Juned dan Aki Ibud bersamaan.
"Apa lagi ini, Ki? Kita sampai tak bisa membedakan mana manusia dan mana yang bukan!" Kata Juned lemas.
"Ini gara-gara kita salah pergaulan nih!" Kata Juned.
"Kita? Loe aja kali, gue nggak ikutan!" Cibir Aki Ibud.
"Dasar Aki Sialan!" Gerutu Juned.
"Ayolah sudah Ki, kita pulang aja...semakin lama di sini semakin pusing kepala Juned!" Ucap Juned seraya memijit keningnya.
Keduanya berdiri bersamaan.
Klenting....
Sebuah benda berkilau jatuh dari pangkuan Juned saat dia berdiri tadi yang membuat ketiganya terkejut.
__ADS_1
"Apa itu Ned?" Seru Aki Ibud.
"Cincin?" Seru ketiganya.
"Lho, itu cincin milik Mahmud...bagaimana cincin itu bisa ada padamu?" Tanya pak Muhtar menatap curiga pada Juned.
"Ya mana Juned tau pak? Masa iya Juned menggali lalu mencuri cincin dari makamnya pak Mahmud?" Kata Juned.
"Bukan begitu anak muda, cincin itu tak pernah ditemukan padahal sebelum jasadnya di mandikan, bapak telah memeriksanya, tetapi cincin ini tak pernah ditemukan!" Ujar pak Muhtar.
"Apakah cincin itu begitu berharga pak?" Tanya Juned.
"Cincin itu warisan turun temurun keluarga kami! Itu bukan cincin sembarangan, cincin itu mampu memilih siapa orang yang pantas dan tidak pantas untuk dipilih olehnya! Dan di antara kami berdua maka cincin itu memilih Mahmud!" Terang pak Muhtar.
"Tampaknya cincin itu telah memilihmu Juned, dia sudah menjatuhkan pilihannya setelah sekian tahun menghilang!" Kata pak Muhtar lagi.
"Tapi kok Juned? Bukannya Juned nggak ada hubungan keluarga apapun dengan keluarga pak Muhtar?" Tanya Juned.
"Nedul...apakah rasa suka itu harus saling mengenal dulu atau harus ada hubungan dulu? Nggak kan?" Kata Aki Ibud menambahkan.
__ADS_1
"Gurumu benar Juned, saat kita menyukai seseorang tak perlu harus mengenalnya selama bertahun-tahun dulu, kadang ada rasa yang datang pada saat kita baru pertama kali bertemu!" Kata pak Muhtar.
"Istilahnya itu fall in love at first sight!" Ujar Aki Ibud.
"Sok inggris!!" cibir Juned.
"Kamu ambil dan pakailah cincin itu, sepertinya bukan tanpa alasan dia memilihmu, dia pasti akan berguna suatu hari kelak! Jika kamu sudah mencapai niat dan tujuanmu, kelak cincin itu akan pulang kembali pada pemiliknya, seperti halnya saudaraku itu pasti bukan suatu kebetulan dia menampakan diri pada kalian berdua, sekarang kalian cepatlah pulang, orang di rumah sekarang sedang menunggu kalian dan kemungkinan mereka ada dalam.bahaya!" Ucap pak Muhtar.
"Tapi saya sendiri bingung pak, sepertinya jalan ini bukan seperti jalan yang telah kami lewati kemarin!" Kata Aki Ibud.
"Tidak mengapa, dia yang akan menuntun perjalanan kalian menuju pulang!" Tunjuk pak Muhtar pada sosok Sania yang berdiri di ujung jalan.
"Baiklah kalau begitu kami pamit melanjutkan perjalanan pak, Assalamualaikum!" Ucap Aki Ibud dan Juned.
"Waalaikum Salam, kalian terus saja dan jangan lagi pernah menoleh kebelakang!" Ucap pak Muhtar mengantarkan kepergian Aki Ibud dan Juned sampai ditempat Juned memarkirkan motornya.
*
*
__ADS_1
***Bersambung...
Mohon dukungannya selalu ya all reader🙏🙏,