
Serentak Johan dan Syifa yang masih menggendong Devina berlari kearah asal teriakan Aisyah yang berasal dari belakang rumah mereka.
"Astaghfirullah!" Teriak Syifa dan om Johan berbarengan.
Mereka berdua dengan segera lari mendekati Aisyah yang tengah berdiri ketakutan di sana.
"Mah...mamah...sadarlah!" Teriak Johan panik.
Tanpa banyak bicara Syifa dengan cepat melesat menghampiri tante Della yang sudah berdiri di atas sebuah kursi seraya mengalungkan kain jarik di lehernya.
Kain jarik itu diikat oleh tante Della di tiang rumah yang tidak ditutupi oleh plafon.
Dengan cepat Syifa menahan tubuh tante Della dan om Johan membuka buhulan ikatan kain tersebut dan membantu menangkap tubuh isrrinya sementara Aisyah sudah gemetar ketakutan.
"Ya Allah mah, kenapa bisa jadi seperti ini?" Teriak Johan.
"Sepertinya tante Della melakukan itu semua di luar kesadarannya om?" Ucap Syifa perlahan.
Akhirnya setelah terkapar pingsan, tubuh tante Della direbahkan kembali di pembaringan di kamarnya. Sementara itu Syifa menelpon Aki Ibud.
π±"Assalamualaikum, Aki sama bang Juned sudah sampai di mana? Cepatlah pulang Ki, kondisi rumah sedang tidak kondusif!"
π±"Apa yang terjadi, Fa? Kami sedang dalam perjalanan menuju kerumah...mungkin sekitar setengah jam lagi kami berdua sampai!"
π±"Ya sudah Ki, usahakan cepat sampai ya? Assalamualaikum!"
π±"Waalaikum Salam!"
__ADS_1
"Ada apa Ki? Kok Syifa terdengar panik?" Tanya Juned memperlambat laju motornya.
"Sudah, lanjutkan saja perjalanan dan usahakan kita bisa cepat sampai di rumah!" Kata Aki Ibud memberi perintah.
"As you wish!"
Lalu....
Nguuunngggg....
"Anak sialan, kamu mau membunuhku?" Teriak Aki Ibud kaget bukan main saat Juned tiba-tiba langsung melajukan motornya tanpa di komando lagi.
"Lho, katanya mau cepat sampai di rumah? Kok malah protes lagi, dasar orang tua aneh!" Gerutu Juned.
"Aki memang ingin cepat sampai di rumah tetapi lengkap bersama badan beserta rohnya bukan hanya sekedar pulang tinggal nama, dasar anak brengsek!" Maki Aki Ibud.
"Aku ada di mana?" Ucap Della lirih seraya membuka matanya.
"Mamah ada di kamar tadi mamah pingsan!" Ucap om Johan tanpa menceritakan keadaan yang sebenarnya pada istrinya itu.
Tante Della mencoba mengingat apa yang sudah terjadi padanya barusan.
"Tadi mamah mau membuatkan susu buat Devina, tapi tiba-tiba dari arah dapur seperti ada suara Syifa memanggil mamah..." Cerita Della.
***Flashback on***
"Vina mamah tinggal kebelakang dulu ya! Mamah buatkan susu sebentar!" Ujar tante Della.
__ADS_1
"Hadeuh papah kok belum balik dari supermarket sih? Di mana coba beli pampers sama susunya? di Hongkongkah?" Gerutu Della kesal.
Dengan terpaksa dia meninggalkan Devina sendirian di dalam kamar untuk membuatkan susu bayinya.
"Tante? Tante Della!"
"Lho...kok Syifa sudah pulang sekolah jam segini? Kok suaranya datang dari arah dapur sih? Apa dia tadi pulang lewat pintu belakang?" Kata Della seraya melangkah menuju ke dapur untuk mencari Syifa.
"Mana lagi anak itu, tadi ada suaranya tapi mana orangnya?" Kata tante Della celingukan mencari keponakannya itu.
"Tante mencariku?" Sebuah suara menyapa dari arah atas belakangnya.
Dengan cepat tante Della menoleh mencari sumber suara itu.
Dia mendongak dan melihat Syifa sedang duduk di atas tiang di dapur yang tidak tertutup plafon.
Syifa tampak memegang jarik panjang dan sedang mengikatkannya pada kasau sambil tersenyum pada Della dan sesekali dari bibirnya terdengar suara bersenandung.
"Syifa...ayo turun! Kamu ngapain duduk uncang-uncang kaki di atas situ? Turun! Nanti kamu jatuh lho, di situ lumayan tinggi!" Ucap Della khawatir.
*
*
***Bersambung...
Siapa yang sesungguhnya dilihat oleh Della?
__ADS_1
Nantikan kisah 3 Jagoan Yatim Piatu selanjutnya dan jangan lupa dukungannya ya readerππ