
Akhirnya Juned membuka penyumpal botol batu itu dan terlihatlah asap tipis bergulung keluar perlahan menyerupai sesosok tubuh.
"Dasar bocah gemblung, percaya saja pada apa yang dikatakannya, manusia aja bisa bicara dusta dan membual, apalagi hanya hantu tersesat seperti itu!" Gerutu Aki Ibud sedikit kesal pada Juned.
Asap itu semakin lama semakin membentuk sosok tubuh walaupun terlihat samar dan hanya Juned serta Aki Ibud yang bisa melihatnya.
Tepat di depan mereka berdiri sosok seorang gadis manis dengan rambut sebahu dan mata yang bulat tersenyum pada mereka berdua.
"Kamu Sania? Duduklah, jangan berdiri macam orang tidak punya pan*tat saja! Aki Ibud tidak akan menggigit kok, tak usah takut padanya!" Ucap Juned diiringi dengan delikan mata dari Aki Ibud.
"Kamu tadi bilang kepengen makan sanggar ubi, sekarang makanlah!" Kata Juned lagi.
Tampak Juned menyisihkan sepotong ubi untuk sahabatnya itu.
"Jangan terlalu norak Juned, Aki nggak mau kita dijadikan bahan tontonan orang banyak karena kita disangka kurang waras alias gila nantinya!" Bisik Aki Ibud pada Juned.
"Iya Ki tenang aja!" Balik berbisik Juned sementara hantu cantik itu hanya tersenyum menatap mereka.
__ADS_1
*************
"Tante? Tante Della? Tante di mana? Devina nangis nih minta susu?" Teriak Syifa dari dalam kamar tantenya.
Sepulang sekolah tadi Syifa mendengar tangisan kencang Devina dari dalam kamar tantenya, Syifa pikir mungkin tantenya sedang di dapur atau di kamar mandi jadi Syifa langsung menuju ke dalam kamar untuk menggendong bayi mungil itu.
"Tante nggak ada di dapur kak...om Johan juga nggak kelihatan!" Seru Aisyah yang juga tergopoh-gopoh lari kesana kemari ikut mencari keberadaan tante Della dan om Johan.
Tak lama dari arah luar muncul om Johan dengan menenteng belanjaan.
Selama beberapa hari ini om Johan memang mengambil cuti sementara Aki Ibud dan Juned belum kembali dari kampung untuk menemani istri dan anaknya karena dia takut saat Dina, Aisyah dan Syifa sekolah akan terjadi sesuatu pada keluarganya.
"Dari supermarket, tadi Devina kehabisan susu dan pampers jadi om tinggal pergi sebentar, lagian hanya sebentar nggak mungkinlah ada apa-apa!" Ucap om Johan.
"Lho itu kenapa Devina menangis sampai kejer begitu, tante kalian mana?" Tanya Johan lagi.
"Justru itu om, tadi saat kami berdua pulang sekolah kami mendengar Devina menangis kencang di dalam kamar, lalu kami masuk ke kamar tapi tante Della maupun om Johan nggak ada di dalam kamar, jadi Syifa yang menggendong Devina dan Aisyah yang mencari salah satu dari kalian berdua." Jawab Syifa.
__ADS_1
"Mungkin tante kalian ada di dapur atau di kamar mandi?" Ucap om Johan.
"Tapi secara tangisan Devina ini kenceng banget, om? Nggak mungkin tante Della nggak mendengar suara tangisan Devina?" Jawab Syifa dan memang terdengar masuk akal.
Lalu ketiganya berinisiatif untuk mencari lagi kesekitar rumah.
Tiba-tiba terdengar suara Aisyah berteriak histeris.
"Om Johan...kak Syifa...kemarilah!!" Teriaknya terdengar panik.
Serentak Johan dan Syifa yang masih menggendong Devina berlari kearah asal teriakan Aisyah yang berasal dari belakang rumah mereka.
"Astaghfirullah!" Teriak Syifa dan om Johan berbarengan.
Mereka berdua dengan segera lari mendekati Aisyah yang tengah berdiri ketakutan di sana.
***Bersambung...
__ADS_1
Apa yang tengah dilihat oleh ketiganya?
Mohon dukungannya selalu ya reader! Like, komen, vote, favorite dan rate nya ya🙏🙏