Tiga Jagoan Yatim Piatu

Tiga Jagoan Yatim Piatu
Bab 40 Mencari Tahu


__ADS_3

Sebaiknya jika kamu suka sama bang Hans kamu bilang aja padanya, nanti keburu dia diambil orang!!" Jawab Hana.


"Kamu jangan pernah berharap jika bang Hans mau menyatakan perasaannya duluan karena dia tipe laki-laki yang nggak pernah mau peduli pada perasaannya sendiri maupun perasaan orang lain." Jawab Hana lagi.


"Hayo kalian pada ngomongin abang ya?" Kata Hans yang tiba-tiba sudah berdiri di depan mereka.


Karena malu akhirnya Dina berdiri dan menuju kejendela kaca untuk mengintip keluar.


"Lho, lagi apa Syifa di luar sana?" Gumam Dina.


"Ada apa?" Bisik Hans dan Hana bersamaan.


"Coba kalian tengok, bukankah yang berdiri di ujung halaman itu Syifa??" Tanya Dina berpaling pada keduanya.


"Sebentar, bukannya Syifa sedang tidur di kamar tante Della bersama Aisyah dan Devina?" Gumam Hans.


"Aki Ibud tadi berpesankan, agar kita jangan tertipu dengan apapun di luar sana lagian jika itu Syifa yang sesungguhnya untuk apa dia berdiri di ujung halaman begitu di luar pagar lagi." Kata Hans kembali berbisik.


"Iya ya...mereka tak akan bisa masuk kemari karena air doa yang tadi dicipratkan kesekeliling rumah!!" Gumam Dina.


Akhirnya mereka memutuskan untuk tidak mempedulikannya lagi.


***********


"Maafkan saya ya Johan jika saya harus memanggilmu malam-malam begini!!" Kata ibu Intan merasa nggak enak.


Johan yang duduk di samping supir hanya tersenyum saja mendengar perkataan ibu Intan bos nya itu.


"Namanya juga tanggung jawab pada perusahaan bu." Kata Johan.


"Saya salut sama kamu Johan, saya tau istrimu sedang sakit sekarang ini!!" Kata ibu Intan.


"Insya Allah Della dan bayi kami tak akan apa-apa karena mereka dijaga oleh penjaga yang terpercaya!!" Kata Johan tersenyum.


"Oh ya? Pasti Dina dan adik-adiknya!! Saya juga sangat kagum pada mereka bertiga! Anak-anak yang cekatan, cerdas, juga sedikit bicara banyak bekerja!!" Kata ibu Intan.


"Sania memang sangat hebat mendidik anak-anaknya, si kembar Miki dan Miko juga anak-anak yang sangat cerdas, begitu juga dengan Raftar dan Sari, mereka anak-anak yang sangat pengertian dan tidak manja." Kata ibu Intan lagi.


"Sayangnya orang sebaik Sania harus dipanggil Allah lebih cepat!!" Kata ibu Intan menghela napas mengenang menantunya itu.


"Sebenarnya istrimu sakit apa Johan?" Tanya ibu Intan lagi.


"Mantan suaminya dulu sering mengirimkan teror lewat mimpi-mimpinya bu, jadi istri saya tidak bisa tidur nyenyak, dia selalu tidur dalam ketakutan." Kata Johan.


"Kasihan juga ya, terus siapa yang menolongnya?" Tanya ibu Intan.


"Aki Saribud dan para murid-muridnya itu!!" Kata Johan.

__ADS_1


***************


"Nyai, apakah sesak di dada kami ini bisa sembuh?" Tanya Bram sementara Livia memilih untuk diam saja.


Sejak aki Ibud ikut masuk kedalam mimpi Della dan menghajar Bram serta Livia, kedua orang itu terluka dalam cukup parah.


Setelah melewati masa kritisnya mereka berdua mulai berangsur-angsur sembuh. Tetapi dada mereka masih sering terasa sesak.


"Bram...Livia, kalian mendapat luka ini dari alam mimpi bukan dari dunia nyata tentu saja proses penyembuhannya juga berbeda dari luka biasa!!" Terang nyai Seketi.


"Kurang ajar aki tua itu, hebat juga ilmunya sampai bisa masuk menembus dunia mimpi!!" Kata Bram.


"Iya...dia memang sangat hebat!!" Kata nyai Seketi pelan.


"Sekarang kalian minum dulu ramuan dariku ini untuk mempercepat proses kesembuhannya." Kata nyai Seketi.


Sementara itu...


"Maya, kalau Juma tidak mau jangan kamu memaksanya!!" Tegas Niko kesal.


"Tapi mas, apa kurangnya Cecilia? Dibandingkan dengan Dina, Cecilia jauh lebih baik! Dia cantik, kaya, terkenal..." Kata Maya.


"Kamu tau mengapa aku tidak pernah menyukaimu dan Juma tak pernah menyukai Cecilia?" Tanya Niko berusaha untuk tenang.


"Kalian berdua itu sama-sama kurang!!" Kata Niko lagi.


"Kalian sama-sama kurang waras alias gila!!" Tekan Niko.


"Tau kenapa aku berkata begitu? Kalian sama-sama syaraf dan urat malu kalian sudah putus semua!" Kata Niko mulai mengeluarkan kegeramannya.


"Kalian berdua mengobral cinta dan tubuh pada laki-laki lain tetapi masih berlagak suci berpura-pura tak ada dosa sama sekali mau mendekati aku dan Juma!!" Kata Niko tegas.


"Kau dan calon menantu idamanmu itu sama aja sebelas dua belas sama-sama nggak waras!!" Tekan Niko.


"Kamu tau dan sudah ketahuan bagaimana kelakuan Cecilia yang sebenarnya tetapi masih saja kamu mau menjodohkan dia dengan Juma, apa maksudmu? Kamu mau menyakiti Juma seperti kamu menyakiti aku dulu, memilih hati yang salah dan membuahkan penyesalan seumur hidup kami? Aku tak akan pernah membiarkan putraku mengalami nasib sepertiku dulu!" Ucap Niko.


"Pokoknya aku nggak mau tau ya mas, suka nggak suka Juma harus menikah dengan Cecilia, titik!!" Kata Maya tidak mau kalah.


"Walaupun kamu tau Cecilia itu wanita Bram?" Tanya Niko.


"Bram siapa?" Balik bertanya Maya.


"Beramai-ramai!! Kalian yang beramai-ramai dan aku yang tak tau apa-apa yang harus bertanggung jawab." Jawab Niko.


Merah padam wajah Maya mendengar perkataan suaminya itu.


"Apa maksud mas Niko?" Gertak Maya geram.

__ADS_1


"Maya, jangan kamu pikir aku tidak tau kelakuanmu di belakangku ya! Aku diam demi anak-anak, walaupun hanya Juma yang anakku tetapi aku sudah menganggap Cloey dan Denis juga anakku!" Tekan Niko.


"Kamu ada main dengan lelaki yang bernama Darma kan?" Bentak Niko.


"Mana buktinya mas?" Teriak Maya tak mau disalahkan.


"Jika aku temukan buktinya, jangan harap kamu masih akan menjadi nyonya rumah di sini, cam kan itu!" Sentak Niko lalu bangkit berdiri dan pergi meninggalkan Maya sendiri.


Maya terpaku berdiri di tempatnya.


"Dia tau dari mana jika aku bersama dengan Darma?" Gumam Maya.


"Nampaknya aku harus lebih hati-hati, karena kulihat Juma dan kedua anakku juga berpihak pada Niko tak ada yang berpihak pada ibunya sendiri dasar anak-anak durhaka locknout!!" Maki Maya seorang diri.


"Kamu tunggu saja Maya, aku akan mencari semua bukti perselingkuhanmu dengan Darma!! Aku lelah dengan hubungan yang tak kuinginkan ini!!" Gumam Niko.


"Ayah kenapa?" Tanya Miko datang menghampiri sementara di belakangnya mengekor kembarannya Miki.


"Ayah ribut lagi sama tante Maya?" Tanya Miko.


"Kalau ayah selalu ribut dengan tante Maya...cerai saja cari mama baru!!" Jawab Miki sambil mengunyah permen karetnya.


"Hush Miki kok ngomongnya gitu sih?? Bunda nggak pernah ngajari kita seperti itu lho!" Jawab Miko.


"Miki tau dari mana soal cerai menyerai?" Tanya Niko tersenyum geli melihat kelakuan putra kembarannya itu.


"Dari sinetron yang bibi tonton!!" Jawab Miki.


"Sinetron apa yang bibi tonton? Drakor kah?" Tanya Niko lagi.


"Sinetron Hidayah!!" Jawab Miki yang membuat Niko melongo sesaat lalu pecahlah tawanya.


Miko, Miki, Cloey dan Denis lah hiburannya di rumah ini jika dia sedang kesal pada kelakuan Maya.


Keempat anak itu seolah adalah cahaya bagi kehidupannya setelah Sania pergi meninggalkan dia untuk selamanya.


"I miss you like crazy!!" Gumam Niko sambil memandang keempat anak angkatnya.


"Bahagialah kamu di sana bersama bintang ya?" Bisik Niko tak terasa beberapa bulir air mata jatuh ke pipinya.


*


*


***Bersambung...


Yang telah pergi memang tak mungkin lagi kembali tetapi sisa cinta dan kenangan yang akan tetap tertinggal😊😊

__ADS_1


__ADS_2