
"Kamu pikir mulutku kertas yang bisa kamu robek seenaknya? Dasar bau bunga mayat!" Ejek Aki Ibud sementara Juned sudah gemetar lututnya ketakutan melihat siapa sebenarnya wanita yang menyaru menjadi mbak Sumi itu.
"Aduh nih Aki...Aki kalau bicara mulutnya seperti rem yang blong, nggak ada sendat-sendatnya!" Gerutu Juned menggigil ngeri.
"Kamu harus mati orang tua!" Bentak Sumi palsu tersebut.
"Ayo monggo silakan, aku mau melihat bagaimana caramu membunuhku" Ejek Aki Ibud yang semakin membuat mahluk itu menjadi marah.
"Ya elah ini Aki...Aki! Urat takutnya sepertinya sudah putus ya?" Gumam Juned.
Tepat bersamaan dengan itu kang Sukir dan kang Kardi keluar dari kamar mendengar suara ribut-ribut di luar. Saat itu mereka baru menyadari bahwa Sumi sudah tidak ada di kamarnya.
"Gawat kang Kardi, kita kecolongan! Sumi keluar tanpa sepengetahuan kita dan sepertinya dia kerasukan lagi." Kata Sukir pada kakaknya itu.
"Iya, itu sepertinya suara ayah!" Jawab Kardi.
Mereka berdua bergegas keluar kamar dan benar saja mereka melihat mahluk yang merasuki Sumi sedang mencak-mencak adu mulut dengan ayah mereka.
"Aku tak bisa membiarkan mahluk itu terus menerus datang dan masuk kedalam tubuh mbak Sumi, aku harus melakukan sesuatu!" Gumam Juned.
Juned berpikir keras untuk mengeluarkan mahluk itu. Tak lama secercah senyumnya muncul.
"Aha...aku ada ide!" Lalu Juned berlari masuk kedalam rumah.
Tadi malam sepertinya dia melihat ada botol batu tergantung di ujung dapur. Dia tidak tau itu botol apa tapi sepertinya dia menemukan ide dengan botol itu.
Dengan cepat dia mengambil botol itu dan berlari lagi keluar rumah.
__ADS_1
Bersamaan dengan Aki Ibud yang hendak bertarung lagi dengan mahluk yang telah merasuki tubuh putrinya.
"Aki stop!" Teriak Juned mengagetkan semuanya.
"Kakak cantik!" Rayu Juned sambil senyum-senyum.
"Mau apa lagi Juned itu kok mendadak genit begitu!" Gumam Sukardi.
Sumi sontak berhenti dan tiba-tiba matanya yang terbelalak galak menatap lembut pada Juned.
"Ih...secepat itu dia berubah! Tadi marah-marah tapi begitu disapa oleh berondong ganteng langsung leleh, dasar hantu kijil!" Umpat Aki Ibud.
"Apa ganteng? Kamu berubah pikiran dan ingin ikut denganku?" Tanya Mahluk itu.
Glek...
Juned menelan kasar salivanya. Untuk menyapa mahluk yang telah merasuki mbak Sumi, dia harus mengerahkan dan mengumpulkan segenap keberaniannya, kini mahluk itu berjalan kearahnya.
Aki Ibud melintangkan lengannya di depan Sukardi karena sepertinya dia telah bisa membaca apa niatan si ganteng yang cerdas itu.
"Tenang dulu Kardi, ayah yakin bocah tengil itu punya suatu rencana, lihat saja botol batu yang ada dibalik pinggangnya itu.
Sukardi dan Sukir masih belum mengerti maksud ayahnya itu, mereka berdua masih cemas.
"Apakah kamu mau ikut denganku?" Tanya Juned.
"Apakah kamu tidak keberatan aku mengikutimu ganteng?" Tanya balik mahluk itu.
__ADS_1
"Besok aku akan pulang ke kota, kamu masuklah kedalam botol ini supaya aku bisa membawamu bersamaku dan jangan ganggu manusia yang tubuhnya kamu pakai itu lagi, oke?" Kata Juned.
Dia tampak berpikir sesaat mendengar tawaran Juned.
"Ayolah, apa lagi yang sedang kamu pikirkan?" Kata Juned lagi.
Juned memperlihatkan botol yang tadi dia sembunyikan di balik pinggangnya.
"Baiklah, demi aku bisa ikut denganmu aku akan masuk kedalam botol itu tapi bagaimana caranya?" Tanyanya balik pada Juned.
"Gampang! Kamu kan roh, keluarlah dari tubuh gadis itu lalu masuk kedalam botol ini... kamu pasti bisa, oke?" Kata Juned.
"Oh iya, siapa namamu?" Tanya Juned.
"Saat aku hidup orang memanggilku Sania!" Jawabnya.
"Apa??????"
Juned kaget bukan main mendengar nama itu.
"Kok mirip seperti nama bundaku sih?" Gumamnya.
*
*
***Bersambung...
__ADS_1
Juned auto kena mental mendengar nama hantunya sama dengan nama ibunya😁😁
Ikuti terus kisah mereka selanjutnya ya reader...dan juga lupa mohon dukungannya🙏🙏