Tiga Jagoan Yatim Piatu

Tiga Jagoan Yatim Piatu
Bab 26 Kisah Yang Lalu 2


__ADS_3

Sementara aki Ibud yang tengah tenggelam membaca tasbih di atas sajadahnya tiba-tiba membuka mata.


"Seketi, kamu benar-benar perempuan jahat...hukuman guru padamu tidak juga membuatmu jera...mengapa dulu aku bisa menikah dengan wanita jahat sepertimu?" Gumam aki Ibud sambil matanya menatap lurus kedepan.


***********


"Kalian berdua tau apa maksud guru memanggil kalian berdua?' Kata aki Saman.


"Kami belum tau ki!!" Kata Saribud pemuda yang kesehariannya selalu memakai peci dan selalu membantu gurunya di perguruan karena dia anak yatim piatu, sejak kecil diangkat anak oleh aki Saman karena Saribud sudah tidak punya orang tua lagi.


Berbeda dengan Sartika. Dia tinggal di kampung tak jauh dari perguruan ki Saman, pemuda pemudi zaman dulu yang tinggal di desa memang tidak mengenal bangku sekolah seperti sekarang kecuali mereka dari kalangan menengah keatas dan Sartika termasuk orang yang tak punya sama seperti Saribud.


Sehari-hari setelah membantu ibunya berdagang di pasar setelah itu dia pergi mengaji dan belajar sedikit ilmu bela diri pada ki Saman.


Hanya sekedar tau aja bukan khusus mendalami seperti Saribud yang memang digembleng langsung oleh ki Saman sejak Saribud masih kecil baik kanuragan maupun spiritualnya.


Karena sering bertemu maka Saribud dan Sartika saling jatuh cinta tetapi ki Saman selalu saja ada yang mengganjal perasaannya mengenai hubungan anak angkatnya itu dan Sartika.


Dia merasa kurang sreg jika Saribud menikah dengan Sartika bukan karena kesuanya berasal dari keluarga yang biasa aja tetapi ada hal lain yang tidak bisa dia ungkapkan pada Saribud karena putranya itu sedang kasmaran pada Sartika.


"Sartika...kamu tau kan kamu itu murid ki Saman sedangkan Saribud itu anak angkat aki!!" Kata aki Saman.


"Iya ki!!" Jawab Sartika.


"Aki tau kalian berdua mempunyai hubungan di belakang aki, sebenarnya aki tidak pernah mempermasalahkan tentang hal itu tetapi aki ingin bertanya lagi padamu Sartika, apakah kamu memang benar-benar mencintai putra aki?" Tanya aki Salman.


"Aki tidak tega jika suatu hari melihat dia kecewa dan terluka karena semenjak kecil Saribud sudah sangat menderita, walaupun dia hanya anak angkat tetapi aki sangat menyayangi Saribud." Kata ki Salman


"Sartika mencintai kang Ibud, ki!!" Kata Sartika sambil menunduk.


"Baiklah, besok sore aki dan Saribud akan melamarmu pada kedua orang tuamu, Sartika!!" Kata aki Salman.


Akhirnya Saribud dan Sartika resmi menikah walaupun pernikahan mereka berlangsung sederhana karena keduanya memang bukan berasal dari keluarga kaya.


Pernikahan mereka adem ayem saja apalagi sekarang Saribud dapat pekerjaan di desa sebelah sehingga dia memboyong Sartika yang kala itu sedang mengandung anak pertama mereka.


Sebelum pergi ke desa sebelah yang termasuk cukup jauh dari tempat kediaman mereka, siang itu ki Saman berbincang dengan anak dan menantunya itu.

__ADS_1


"Kalian harus bisa menjaga diri baik-baik di tempat yang baru nanti ya Sartika, Saribud karena baik ayah ataupun mertua tidak bisa menjaga kalian lagi!!" Pesan aki Saman.


"Iya ayah...akan kami ingat nasehat ayah!!" Jawab keduanya.


Setelah itu hampir satu tahun keduanya tak lagi ada kabarnya lagi.


Tepat setahun kepergian mereka di suatu siang Saribud pulang menggendong seorang bayi lelaki dan membawa beberapa potong pakaian yang dia bungkus di dalam kain sarungnya.


Saribud tak banyak berkata saat itu tetapi sebagai ayah ki Saman merasa ada yang tak beres pada anak dan cucunya.


Dia sengaja tak banyak bertanya dulu setelah Saribud lebih tenang barulah sore itu ki Saman bertanya.


"Sebenarnya ada apa Ibud...mengapa kamu hanya pulang bersama Sukardi mana istrimu Sartika?" Tanya ki Saman.


Awalnya Saribud enggan menceritakan masalah yang dia alami pada ayahnya tetapi setelah di desak akhirnya dia mau bercerita juga.


"Sartika pergi yah!! Dia pergi bersama laki-laki lain meninggalkan Ibud dan Kardi, karena sudah tiga hari Sartika nggak pulang akhirnya Ibud memutuskan untuk membawa Kardi pulang kemari." Ucap Saribud.


Ki Saman memandang putranya itu untuk beberapa lama. Dia tau Saribud sedang berbohong dan sedang menutupi sesuatu darinya.


"Katakan sejujurnya ada apa Ibud? Benarkah semua yang kamu ceritakan?" Tanya Ki Saman.


Soal Sartika pergi memang benar yah, dia pergi dan menghilang hampir dua minggu setelah itu dia pulang tetapi kelakuan Sartika menjadi aneh dan Ibud malah takut jika melihat dia berduaan dengan Kardi yah!!" Kata ibud sambil menundukan kepalanya.


"Kenapa? Apa kamu tidak bertanya kemana dia menghilang selama dua minggu itu?" Tanya Aki Saman.


"Sudah yah, tetapi dia seperti orang yang bingung!!" Jawab Saribud.


"Terus bagaimana kamu bisa tau kalau dia berbahaya untuk Sukardi?" Tanya aki Salman.


"Dari tatapan matanya seperti mau membunuh Sukardi, yah!!" Kata Saribud.


"Lalu bagaimana caranya kamu bisa pergi dari rumah hanya berdua dengan Sukardi?" Tanya aki Saman lagi.


Siang itu dia pergi entah kemana tapi katanya diamau membantu memasak untuk pesta pernikahan temannya lau dia menitipkan Sukardi sama Ibud, yah!! Dan kesempatan emas itu tidak Ibud sia-siakan untuk kabur dari pada membahayakan nyawa putra Ibud!!" Kata Saribud.


"Apa dia tau tujuanmu pulang kemari?" Tanya ayahnya.

__ADS_1


"Ibud tidak tau yah!! Yang pasti dia akan mencari kami berdua. Dan yang membuat Ibud takut ada lingkaran hitam di bawah dua kelopak matanya, dan bicaranya juga jarang pada kami berdua semenjak dia pulang!!" Jawab Saribud.


Sesaat ki Saman memejamkan matanya sambil memegang Sukardi karena ki Saman tau jika Sukardi pernah digendong oleh Sartika.


"Istrimu Ibud, apakah kamu pernah pergi lama meninggalkan Sartika dan Kardi di rumah?" Tanya ki Saman setelah membuka kedua matanya.


"Pernah ayah...saat itu Ibud mendapatkan pekerjaan di luar Desa dan satu bulan Ibud tidak pulang kerumah kami." Kata Ibud.


"Memangnya ada apa yah, apa yang terjadi saat Ibud tak ada?" Tanya Ibud mulai was-was.


Ki Saman yang memang memiliki mata bathin yang kuat dapat merasakan melalui tubuh Sukardi yang pernah digendong oleh Sartika.


"Dendam Ibud...istrimu diliputi dendam kesumat, dia ingin membalas dendam tetapi ilmu silat yang dia miliki belum mampu untuk menandingi sementara dia takut untuk bercerita kepadamu hingga akhirnya dia menempuh jalan yang salah, bersekutu dengan ilmu hitam untuk melampiaskan dendamnya tetapi parahnya setelah dendamnya terbalas, justru dia tak bisa lagi keluar dari lingkaran ilmu hitam tersebut!!" Kata aki Saman.


"Ya Allah...apa sebenarnya yang terjadi dengan istri Ibud pada saat Ibud bekerja di luar desa yah??" Tanya Ibud.


"Mengapa dia sampai diliputi dendam sedemikian besar sehingga dia rela menggadaikan dirinya pada ilmu sesat??" Tanya Ibud lagi.


Aki Saman hanya menarik napas panjang.


"Ayah tidak tau apa yang sudah terjadi pada istrimu saat itu, kekuatan ayah juga terbatas Ibud, tapi sebaiknya kaluan berdua harus cepat pergi meninggalkan tempat ini untuk keselamatan Kardi!!" Kata aki Saman.


"Ibud akan pergi tapi jika ayah juga ikut pergi bersama dengan kami, Ibud tidak bisa meninggalkan ayah sendirian di tempat ini menghadapi Sartika sendirian!!" Ucap Ibud.


"Baiklah, sore ini juga kita akan pergi, bawa barang seadanya saja agar perjalanan kita bisa segera tiba di desa, kita bisa naik angkutan desa yang terakhir untuk menuju ke kita, ayo bersiaplah!!" Kata aki Saman.


Akhirnya merela bertiga pergi meninggalkan rumah mereka di bawah kaki lembah itu.


Tepat seperti perkiraan aki Saman, malam harinya tampak berkelebat cepat sebuah bayangan hitam menuju rumah mereka.


"Mereka berdua pasti pulang kemari, nggak mungkin pulang kerumah ayah dan ibu di desa!!" Kata bayangan itu yang ternyata adalah Sartika.


"Jaha*nam kalian semua, karena kalian aku dan keluargaku jadi seperti ini, belum puas rasanya hatiku hanya dengan membunuh kalian bertiga jika tidak kubunuh bersama dengan keluarga kalian!!" Kata Sartika berlinangan air mata.


*


*

__ADS_1


***Bersambung...


Jangan lupa dukungannya ya reader, like, komen, Vote, favorit dan rate nya...terima kasih🙏🙏


__ADS_2