TIGER'S

TIGER'S
Tiger's Bab 19


__ADS_3

Beberapa orang berseragam hitam memasuki kawasan sekolah elite yang ditempati oleh Tiger dan Camelia. Hentakan sepatu yang bersahutan nyaring membuat para siswa menepi memberikan jalan pada orang-orang asing yang terlihat tergesa-gesa masuk kedalam gedung sekolah.


Di area loby sekolah seorang wanita cantik yang usianya tidak lagi remaja menatap gedung tinggi di hadapannya dengan wajah datar, penampilannya yang super modis membuatnya terlihat 15 tahun lebih muda. Kacamata membingkai wajahnya memberikan kesan mahal pada aura yang dikeluarkannya.


"Tuan Putri, apa kita akan langsung membawa Yang Mulia Putra Mahkota pu-,"


"Bawa dia dan gadis itu dalam keadaan tidak kurang satu apapun, awas kalau kalian membuat mereka lecet!" Sang Nyonya memberikan peringatan pertama pada bawahannya. Dia mengibaskan tangan meminta para pengawal yang dibawanya segera bergegas.


Selepas kepergian para pengawal itu, Sang Nyonya menyandarkan tubuhnya di kursi mobil. Perlahan dia menaikan kaca agar para siswa serta beberapa guru yang mengajar disekolah ini tidak lagi melihatnya. Jujur rasanya risih sekali, ingin rasanya dia sendiri yang masuk dan menyeret anak singa nakal itu.


"Mama bakal sunat kamu lagi kalau sampai ngerusak anak gadis orang!" Geramnya.


Didalam area sekolah beberapa siswi berteriak histeris saat melihat para pria bertubuh besar dan kekar memasuki ruang kelas. Mereka mencari Sang Putra Mahkota Albarack kesetiap ruangan, bahkan kedalam toilet sekalipun.


"Astaga, ada apa ini?!" Seorang guru wanita bermake up cukup tebal berjingkat kaget saat mendengar pintu toilet terbuka cukup keras.


Matanya mendelik melihat dua orang pria bertubuh besar masuk kedalam, tapi bukannya takut wanita itu justru memasang wajah malu malu dengan senyuman genit pada keduanya.


"Tidak ada!"


Sayangnya senyuman serta wajah malu malu itu tidak mempan, kedua pria bertubuh besar dengan wajah cukup tampan itu sama sekali tidak tertarik malah terkesan menganggap wanita yang tengah berdiri di hadapan cermin wastafel itu adalah makhluk halus penunggu toilet.


"Apa mereka buta sampai tidak melihatku? Dasar sialan, tapi mereka itu siapa? kenapa bisa masuk ke- ASTAGA TOLOOOONGGG...!"


Wanita itu berteriak keras, tapi sayang tidak ada yang mendengarnya karena semua penghuni toilet sudah keluar sejak kedua pengawal itu masuk tadi.


Dari arah ruang olahraga Tiger terlihat berjalan santai bersama Lucas dan Emmir, ketiga remaja itu terlihat tidak terganggu sama sekali dengan tatapan para siswi yang terang-terangan menginginkan ketiganya.


"Sejak tadi temanmu itu tidak berbicara, apa dia sedang sariawan?" Lucas berbisik pada Emmir yang terlihat masa bodo dengan sekitar. Remaja berkacamata itu lebih memilih untuk menatap layar ponselnya yang menampilkan diagram yang Lucas sendiri tidak tahu itu apa.


"Sedang patah hati mungkin," Sahutnya asal.


Lucas berdecak, dia melirik malas pada remaja pria yang memiliki hobi tidak mengasyikkan menurutnya. Emmir lebih suka menatap layar ponsel atau laptopnya selama berjam-jam, atau membaca buku yang tebalnya melebihi wajah para pelakor dari pada bergurau atau sekedar menikmati hidup sepertinya, bermain bersama gadis gadis cantik contohnya.


Lucas menjauh dari Emmir, dia mulai mendekati Tiger yang saat ini tidak kunjung juga membuka suara. Lucas juga penasaran kenapa Tiger menjadi pendiam seperti ini, bukankah biasanya akan bersuara ketika mereka bertiga berkumpul walaupun tidak banyak sepertinya.

__ADS_1


"Tiger kau tidak-,"


"ITU DIA!"


Suara Lucas tertahan saat mendengar seruan dari arah belakang tubuhnya. Remaja pria berpenampilan nyentrik dengan anting-anting di salah satu telinganya itu mengerut melihat tiga orang pria bertubuh besar mendekat kearah mereka.


"Siapa, mereka mau apa?" Gumamnya.


Tiger dan Emmir yang tadinya sibuk sendiri ikut menoleh, kedua mata Tiger membulat saat mengenali ketiga pria dewasa yang saat ini semakin mengikis jarak padanya.


"Mau apa mereka disini?" Tanyanya pada diri sendiri.


Tiger mengambil ancang-ancang untuk kabur, dia tidak bodoh kalau sampai tidak mengetahui apa maksud ketiga pengawal Albarack datang ketempat ini, pasti ada sesuatu yang terjadi tanpa sepengetahuannya.


Mama atau Papanya yang terlibat?


Tiger masih menebak, matanya menatap penuh waspada kearah ketiga pria dewasa yang saat ini sudah semakin dekat dengannya. Tanpa ragu lagi Tiger segera berlari kearah yang sejak tadi ingin dia tuju meninggalkan Emmir dan Lucas yang terdiam ditempatnya tanpa bisa berbuat apa-apa.


"Apa Aunty Dahliara ada disini? aku rasa ini bukan ulah Uncle Lion," Gumam Lucas.


Emmir yang masih mematung hanya menganggukkan kepala, dia setuju dengan ucapan Lucas kali ini. Berteman dengan si anak singa dari dirinya TK membuat Emmir tahu bagaimana sikap Dahliara, Lucas pun demikian. Ketiganya sudah seperti anak itik yang tidak bisa di pisahkan walaupun sering bertengkar karena hal sepele.


"Ini pasti ulah Papa!" Sungut nya.


Sayangnya tebakan Tiger kali ini salah besar. Bukan Bapak singa yang menjadi dalangnya melainkan sang induk yang saat ini tengah duduk nyaman didalam mobil mewah miliknya.


Dari arah lain Camelia terlihat berjalan santai sembari membawa beberapa buku di tangannya. Gadis itu cukup kerepotan, hingga tidak lama ada seseorang yang menawarkan bantuan.


Dia Adam


Remaja pria itu terus saja mengintili Camelia sejak keluar dari ruang guru. Adam setia menunggu gadis itu didepan pintu, dia beralasan ingin membantu Camelia. Walaupun Camelia sudah menolak bantuannya tapi sepertinya Adam tidak menyerah begitu saja. Lihat saja sekarang, Adam terus saja memepet Camelia, remaja berwajah tampan itu berulang kali mengawali pembicaraan agar perjalanan mereka tidak hambar dan sepi, tapi tetap saja Camelia hanya menanggapinya seadanya.


Hingga mereka akhirnya sampai di lift yang akan membawa keduanya ke lantai bawah, namun lagi-lagi waktu berharga milik Camelia terganggu. Belum sempat menghilangkan sosok remaja pria yang saat ini terus saja mengajaknya mengoceh walaupun sudah berulang kali diabaikannya, kini Camelia harus di hadapkan dengan seseorang yang ingin sekali dia jauhi mulai saat ini hingga selamanya.


Tiger

__ADS_1


Mereka berdua kembali bertemu diarea lift saat Camelia dan Adam tergesa-gesa masuk kedalam kotak besi itu. Camelia pikir lift itu kosong, tapi ternyata ada seseorang didalamnya, sialnya orang itu adalah makhluk yang ingin sekali Camelia hindari.


"Hallo Sayang,"


Mata Camelia membulat mendengar bisikan dari arah belakang tubuhnya. Dia mengeratkan dekapannya, memeluk buku-buku yang ada di dadanya, berusaha bertahan agar tidak menoleh atau pun bersuara.


"Kau menghindariku tapi pergi bersama dia," Imbuhnya lagi.


Camelia semakin tidak nyaman, dia menggeser posisinya agar sedikit menjauh dari Tiger dan merapat ke dinding lift. Tapi sayang itu bukan ide yang bagus, justru posisinya saat ini sangat menguntungkan bagi si Macan gila yang saat ini tengah menyeringai kecil, Camelia dapat melihat lewat ekor matanya.


'Mampus, mau apa lagi sih dia?!' Pekiknya dalam hati.


Di sudut lift Adam terlihat diam saja walaupun raut wajahnya tidak dapat berbohong, dia tidak suka melihat interaksi antara Tiger dan Camelia saat ini. Dimatanya sekarang interaksi antara kedua anak manusia itu malah terlihat seperti sepasang kekasih yang sedang bertengkar dan pihak pria tengah berusaha membujuk sang gadis.


Sialan!


Adam memalingkan wajahnya kearah lain saat melihat Tiger meliriknya, dia berusaha tidak berurusan dengan remaja itu kali ini. Adam akan mendapatkan Camelia lewat sikap lembut dan perhatian bukan dengan cara kekerasan.


Itu tekadnya.


Ting...


Pintu lift terbuka, lantai dasar sudah bisa mereka tapaki saat ini, Camelia bergegas keluar dari kotak baja itu. Tapi baru beberapa langkah dia keluar tubuhnya kembali terhuyung kebelakang saat melihat beberapa orang bertubuh besar sudah menghadang jalannya. Beruntung Tiger menahannya kalau tidak mungkin dia sudah terhempas ke lantai, atau lebih parahnya terjepit pintu lift.


"Mereka sia-," suara Camelia tertupus.


"Segera bawa Yang mulia dan gadis itu!" Perintah seseorang dari arah belakang tubuh para pria kekar yang ada di hadapan Camelia dan Tiger, kedua remaja itu tidak sempat mengelak hingga akhirnya tubuh mereka terangkat dan dibawa menuju keluar sekolah.



TIGER



LUCAS PLAYBOY CAP KADAL GURUN🤣

__ADS_1



EMMIR SI KALEM 😘😘


__ADS_2