
Gemuruh baling-baling pesawat terdengar, kurang lebih delapan jam perjalanan udara di lalui oleh Camelia. Saat sampai di tanah kelahirannya matahari sudah naik, rasa lelah dan senang tengah menggelayuti hati Camelia.
Gadis berambut hitam itu sampai menitikkan air mata saat hidungnya bisa kembali menghirup udara di negaranya sendiri. Rasa sesak, kecewa, takut, marah perlahan mereda, saat ini dia tidak sabar untuk segera pulang ke kampung halamannya. Butuh waktu beberapa jam untuk sampai kesana, dan Camelia harus kembali mempersiapkan diri agar tidak kelelahan.
"Melia pulang, Ambu, Abang." Gumamnya seraya menatap langit yang tampak lenggang tanpa ada awan menyelimutinya.
Di bagian negara lain, seorang pria muda terlihat tergesa-gesa memasuki sebuah gedung asrama. Tampilannya terlihat sangat kacau, tidak ada kerapihan yang melekat tapi itu sama sekali tidak membuat pesonanya luntur.
Dia berlari menuju salah satu kamar, dengan napasnya terengah pria itu membuka pintu tanpa permisi. Kedua mata tajamnya bergerak liar, kaki kokoh berbalut sepatu yang dia pakai semalam melangkah masuk, mendekat pada tempat tidur yang masih tertata rapih.
Tatapannya beralih pada lemari, dengan sigap dia membukanya. Bahunya melemas saat tidak mendapati apapun di dalamnya, lemari itu kosong. Dia terdorong kebelakang dengan perasaan kacau balau, kedua tangannya mencengkram erat kepalanya dengan mata terpejam pria muda itu mengeluarkan semua yang sedari tadi memenuhi otaknya dengan teriakan tertahan.
"Dia sudah pergi?" Gumamnya lemah.
Sorot matanya kosong, dia masih tidak menyangka kalau gadis yang semalam dipaksa nya sudah tidak ada di kamar ini, bahkan mungkin negara ini. Rasa bersalah dan amarah berkumpul jadi satu, terlebih saat mengingat kala dirinya terbangun tadi pagi dalam keadaan naked. Ada bercak darah di seprei, cukup banyak, pikirannya yang kacau tertuju pada hal buruk yang dia lakukan semalam.
Aku sudah menodainya!
Tiga kata yang terus saja berputar di dalam kepalanya, bahkan hatinya pun mengatakan hal tersebut. Apa yang harus dia lakukan setelah ini, tidak mungkin dirinya cuci tangan begitu saja setelah melakukan hal bajingan pada seorang gadis?
Bola mata sayu itu bergerak liar, terlihat bingung dan resah. Hingga akhirnya tatapannya tertuju pada sudut tempat tidur, disana dia menemukan sebuah kotak kardus yang entah apa isinya.
Dengan cepat dia mendekat dan meraihnya, memeluk erat benda tersebut dan bergegas keluar dari kamar asrama. Dia harus memastikan semuanya, dia tidak sabar untuk segera menemukan gadis itu, dimana alamat lengkap tinggalnya bukan hanya negaranya saja.
Sayang, orang-orang suruhannya pun hanya bisa mengabarkan kalau penerbangan Dubai - Indonesia sudah take off dari jam 11 malam tadi, yang artinya sang gadis sudah pergi dengan penerbangan darurat. Dia tidak menyangka kalau gadis yang dikenalnya cengeng dan cerewet itu memiliki keberanian dan kepintaran untuk menukar tiket penerbangannya.
__ADS_1
Pada akhirnya, dia harus kembali menelan pil pahit saat tidak menemukan petunjuk apapun saat pergi ke asrama, hanya kotak kardus yang entah isinya apa. Semoga saja ada benda penting yang bisa membuatnya tahu dimana gadis itu berada sekarang.
🪴
🪴
🪴
"APA?! CAMELIA PERGI, DIA PULANG TANPA PAMIT SEMALAM?!" Suara Dahliara menggelegar, dia menjatuhkan tubuhnya di sofa dengan lemas. Matanya berembun, menatap kosong pada tiga orang remaja yang juga terlihat sedih dan tidak menyangka. Pantas saja Camelia tidak pulang semalam, ponselnya pun tidak bisa dia hubungi, Dahliara kira gadis itu sedang bersama Sovia dan teman temannya yang lain di pesta, tapi nyatanya.
"Ada yang melihat kalau Camelia di paksa Tiger keluar dari lokasi pesta. Maaf Aunty, aku tidak bisa menjaga Camel dengan baik, aku siap dihukum!" Lucas menunduk dalam, dia merasa sangat bersalah karena sudah lalai dan malah pergi meninggalkan Camelia sendiri malam itu.
"Kami berdua juga salah Aunty, maaf karena-,"
"Kalian bilang Tiger membawa paksa Camelia keluar dari pesta?" Dahliara mengabaikan permintaan maaf ketiganya, dia hanya terfokus pada Tiger yang membawa paksa anak gadisnya keluar dari pesta.
"Aunty, aku rasa Camel sudah-,"
"MA...!" Ucapan Sovia terputus saat mendengar teriakan seseorang dari arah belakang tubuhnya. Mereka mengalihkan atensinya pada seorang pria muda yang berpenampilan acak acakan, wajahnya sayu, matanya memerah bahkan pria itu terlihat menyedihkan.
"Ma, Camelia-,"
PLAAAKKK!
Satu tamparan keras di layangkan oleh Dahliara, kedua mata wanita itu menatap nyalang, memerah menahan tangisan, rasa sesak didalam dirinya sudah tidak dapat dia tahan hingga akhirnya tangan yang sedari dulu tidak pernah bertindak kasar pada putranya kini mulai beraksi.
__ADS_1
"Apa yang kamu lakukan Tiger, kenapa Camelia pergi tanpa pamit sama Mama?!" Tanya Dahliara dengan nada dingin, penuh tuntutan dan mengintimidasi.
"Sorry Ma, aku-,"
"APA YANG SUDAH KAMU LAKUKAN SAMA ANAK PEREMPUAN MAMA HUH?!" Teriaknya hingga mengundang anggota keluarga Albarack lainnya mendekat dengan wajah khawatir.
"Ada apa, kenapa kamu teriak Sayang?" Jiddah Yasmine begitu khawatir melihat putri bungsunya sekarang, terlebih Dahliara terlihat begitu marah sekarang.
"Sorry Ma, a-aku-,"
"Apa Tiger Lioda Albarack, katakan!" Desisnya rendah, menandakan kalau Dahliara benar-benar marah.
Tiger menunduk dalam, dia mengulurkan sebuah kotak pada Sang Mama tapi tidak berani menatap wanita yang sudah melahirkannya tersebut.
"Sorry, aku- aku sudah membuatnya pergi." Akunya.
Semua orang tercengang, tapi tidak bisa berbuat apapun karena shock. Bahkan Lionel dan Elvier tidak bergeming, mereka berdua hanya melihat tak berekspresi pada Tiger.
"A-aku, aku sudah menodainya." Ucapnya lagi dengan lemah dan pasrah.
Hingga akhirnya kalimat terakhir yang keluar dari mulut si anak singa tersebut berhasil membuat si bapak singa menerjang nya dan memberikan sebuah begoman keras di wajahnya dan pergulatan keduanya dimenangkan oleh Lionel, karena Tiger memilih diam membiarkan sang Papa menghajarnya.
"AKU TIDAK PERNAH MENDIDIK MU UNTUK MENJADI SEORANG BAJINGAN, TIGER!" Raung Lionel sembari terus memukuli putranya, sementara Dahliara sendiri wanita itu sudah tidak sadarkan diri setelah mendengar pengakuan putra semata wayangnya.
BERSAMBUNG....
__ADS_1
SEE YOU MUUUAAACCHHHH.....