
Camelia menatap ngeri pada dua orang remaja pria yang sudah duduk dihadapannya. Jelas sekali dia sangat mengenali keduanya, memang belum lama mengenal mereka tapi Camelia sudah sering bertemu terlebih saat di sekolah.
"Hallo Camel, perkenalkan aku Lucas dan dia Emmir, senang berkenalan denganmu."
Camelia semakin meringis dibuatnya, dengan terpaksa dia menyambut uluran tangan pria muda bertindik yang tengah tersenyum manis kearahnya, lalu beralih pada pria berkacamata yang juga tersenyum tipis hampir tak nampak.
Ini sangat menggelikan!
Tidak jauh darinya Dahliara terlihat tertawa kecil saat melihat perkenalkan kaku ketiganya. Sementara yang lain hanya tersenyum tipis, kecuali satu orang. Pria muda yang hanya memakai kemeja abu-abu polos pas body itu menampilkan wajah flat, menatap tak terbaca pada ketiga orang yang katanya sedang berkencan tersebut.
"Mama gak sabar liat Camelia milih siapa," Cetus Dahliara, dia terlihat sengaja berbicara seperti itu dan kebetulan sekali dirinya duduk berdampingan dengan Tiger.
"Sekarang kita ke menu utama. Baiklah Tuan Putri, jadi siapa yang akan kau pilih untuk menjadi pendamping dan pelindung hidupmu, hm?" Lucas kembali bersuara, senyuman manis yang sering dia tunjukkan pada para gadis kian merekah. Matanya berbinar cerah, seakan berharap sesuatu yang lebih menantang.
"Kalau bisa dua kenapa harus satu." Celetuk Emmir tanpa di duga.
Pria muda yang sedari tadi diam tak bersuara bahkan saat berkenalan pun dia diwakilkan oleh Lukas tiba-tiba saja mengatakan hal yang mampu membuat semua orang tercengang, termasuk Camelia. Gadis itu bukan hanya tercengang hebat, tapi juga tidak habis pikir dengan ucapan remaja tampan berkacamata tersebut.
Astaga, apa maksud dia? aku disuruh poliantri gitu?
"Aiihh... Idemu tidak buruk juga brother, kau benar kenapa harus satu kalau bisa dua sekaligus. Aku yakin kita bisa berbagi apapun bukan, ah tidak jangan berbagi kita lakukan apapun bersama, termasuk-,"
"Tu-tunggu! I-ini maksudnya bagaimana? Aku sungguh tidak mengerti," Camelia menyela dengan cepat, dia tampak gugup dan pias. Bola matanya terus saja bergerak liar, jelas sekali tengah kebingungan dan sama sekali tidak mengerti.
__ADS_1
Walaupun hati serta otaknya mengatakan kalau kedua pria muda ini sedang mengusulkan ide sinting sekarang, tapi dia berusaha berpikir positif. Tidak mungkinkan kalau Lucas dan Emmir ingin dirinya menerima keduanya sekaligus.
Tapi kalau benar begitu berati mereka tidak waras!
"Begini Sayang, aku dan Emmir siap menjaga mu 24 jam secara bergantian. Yang artinya kita bertiga akan terus bersama ke manapun dan di manapun, aku siap menjadi suami pertamamu dan Emmir akan menjadi suami kedua. Kami berjanji akan selalu akur dan berbagi tanpa mempermasalahkan apapun, bagaimana?"
Camelia tiba-tiba saja mendadak ingin pingsan, kepalanya seketika berkunang kunang setelah mendengar ucapan Lucas yang menurutnya sangat gila.
Kedua pria muda ini rela menjadi suami pertama dan keduanya, astaga dasar sinting!
Bukan hanya Camelia yang dibuat vertigo oleh kelakuan gila Lucas dan Emmir, tapi juga anggota keluarga Albarack. Mereka terlihat mendelik, menatap tidak percaya pada remaja pria blasteran Arab dan Amerika tersebut.
Bisa bisanya Lucas dan Emmir mengusulkan ide gila yang tidak pernah terpikir oleh siapapun sebelumnya. Mereka dengan suka rela menawarkan diri untuk menjadi suami pertama dan kedua pada Camelia, benar-benar diluar galaksi.
Didekatnya Tiger terlihat kian mendelik, pria muda itu menatap Mamanya dengan ekspresi dingin dan datar. Belum juga habis rasa keterkejutannya saat mendengar ucapan gila temannya, kini reaksi Dahliara semakin membuat kepalanya berdenyut nyeri.
Orang-orang ini tidak ada yang waras!
"Ke-kenapa harus dua. A-aku tidak bisa-,"
"It's oke Baby it's oke, jangan terlalu dipikirkan. Tarik napasmu dalam lalu hembuskan perlahan, tenanglah. Kau bisa pikirkan terlebih dahulu, kalau memang tidak sanggup kau bisa memilih diantara kami berdua, sungguh tidak apa apa- bukan begitu?" Lucas segera menarik kedua tangan kecil milik Camelia menggenggamnya erat, membawa tangan itu di dadanya memberikan tatapan lembut penuh keyakinan tapi terlihat mengerikan di mata Camelia.
Dirinya benar-benar tidak nyaman, sungguh!
__ADS_1
Entahlah, padahal hanya tangan yang di pegang oleh Lucas tapi hatinya memberikan penolakan. Ini tidak benar, ini tidak seperti yang dirasakannya ketika berdekatan dengan seseorang.
Biarpun Lucas memanggilnya dengan panggilan Baby, Sayang, Honey, apapun itu, tidak ada desiran apapun atau perasaan malu malu yang sering dia lihat saat teman temannya diperlakukan seperti ini oleh crush mereka.
Apakah hatinya sudah mati?
Camelia menggeleng samar, dia berusaha meraih kesadarannya kembali, menarik napas dalam dengan mata terpejam lalu tidak lama kembali terbuka. Debarannya mulai mereda, hatinya perlahan tenang, pikiran jernih semakin menguasai, Camelia perlahan menaikan pandangannya menatap Lucas dan Emmir yang masih sabar menanti jawaban.
"Dasar gila!" Umpat Tiger tiba-tiba. Semua orang tersentak, bahkan Camelia menelan semua kata kata yang ingin dia lontarkan. Bibirnya terlipat rapat, ekor matanya melirik pada pria muda yang terlihat berdiri dan hendak pergi meninggalkan area makan malam.
"Kau mau kemana brother? Kita belum selesai, apa makan malamnya sudah berakhir? Baby Camel bahkan belum memberikan jawabannya, hei ayolah kau sabar sebentar." Lucas berdiri, dia mendekat pada Tiger yang tengah menatap tajam kearahnya. Tapi Lucas terlihat santai menanggapinya, dia malah terkekeh lalu mengulurkan tangannya menepuk pundak temannya itu dengan cukup keras.
"Singkirkan tanganmu!" Tepisan Tiger sedikit membuat Lucas terhuyung kesamping, dengan tegas dia kembali melangkah memasuki istana Albarack. Wajahnya mengeras, dia terlihat menyeramkan sekarang, bahkan para pelayan yang berpapasan dengannya segera menyingkir dan menundukkan kepala.
Aura yang Tiger keluarkan sekarang terasa lebih menyeramkan dari pada pendahulunya, dia memang tidak banyak bicara tapi sungguh orang yang ada disana lebih memilih Tiger yang marah marah dan mengamuk dari pada Tiger saat ini.
Bahkan Dahliara pun tidak bisa berbuat apa-apa, ada hal yang membuatnya membiarkan sang putra meninggalkan meja makan.
"Sudah tidak usah dipikirkan, sekarang lebih baik kita nikmati makan malamnya. Untuk jawaban yang belum Camelia berikan, Aunty harap kalian berdua memberikan waktu pada Camelia untuk memikirkan semuanya." Dahliara menengahi, dia tidak ingin acara makan malam ini berantakan. Masalah Tiger yang melarikan diri dari acara di abaikan oleh Sang Putri, dia tidak mau ambil pusing dan membiarkan Tiger merasakan hal yang tidak pernah dirasakannya sebelumnya.
BERSAMBUNG...
SEE YOU TOMORROW πππ
__ADS_1