TIGER'S

TIGER'S
Tiger's Bab 41


__ADS_3

Beberapa hari menjelang kepulangannya menuju Indonesia, Camelia meminta izin pada Dahliara untuk mengunjungi kamar asrama yang di tempatinya dulu. Hampir semua barang pribadi miliknya masih berada disana, maka dari itu Camelia ingin membereskannya agar tidak ada yang tertinggal saat waktunya tiba nanti.


Walaupun sempat tidak diizinkan tapi akhirnya Dahliara mengalah dia membiarkan Camelia pergi bersama beberapa pengawal, tadinya Dahliara ingin memerintahkan Tiger untuk mengantarkan gadis itu tapi karena mereka masih terlibat perang dingin jadi urung dilakukan. Lucas dan Emmir pun tidak bisa membantu hari ini, Lucas sendiri memiliki pertandingan basket yang biasa diikutinya sementara Emmir memiliki tugas untuk meneliti peninggalan Kerajaan Arab terdahulu dari sekolah.


Emmir yang memang memiliki otak cerdas sangat tepat untuk memikul tugas tersebut dari pada siswa kelas dua belas lainnya.


"Kayaknya udah aku masukin semua, di rumah Tante Dahliara enggak ada barang barang punya aku, jadi cuma ini aja yang aku bawa pulang." Camelia menatap dua koper yang sudah terisi penuh oleh barang pribadi miliknya.


Saat hari kepulangannya tiba dia tidak perlu lagi repot Merapikannya, tinggal bawa saja. Beruntung semua barang yang dia pakai di istana Albarack merupakan pemberian Dahliara jadi Camelia tidak perlu repot membawanya.


Dia tidak akan membawa satu lembar kain pun yang dibelikan oleh wanita baik itu, wanita yang hampir saja menjadi mertuanya. Sayang dirinya dan putranya tidak berjodoh, rencana pernikahan yang sudah kadung dilontarkan oleh sang princess Albarack tidak terealisasikan dengan baik karena berbeda isi kepala.


Lagi pula dirinya sendiri pun tidak terlalu mengharapkan pernikahan itu terjadi. Camelia sudah mengikhlaskan semuanya, mungkin ini sudah jalan hidupnya. Hanya saja sekarang dirinya perlu lebih berhati-hati lagi saat melangkah, Camelia berharap saat sampai di negaranya nanti orang-orang jahat itu tidak akan lagi mengejarnya dan menemukan keberadaannya.


Untuk jawaban yang belum sempat dia berikan pada Emmir dan Lucas sepertinya kedua pria muda itu tidak terlalu memikirkannya, mereka seakan tidak peduli jawaban apa yang akan diberikan olehnya dan juga siapa yang akan dipilihnya. Lucas dan Emmir lebih mengedepankan kerja sama saat menjaganya, ya walaupun hari ini mereka berdua harus free karena kesibukan yang tidak bisa ditinggalkan. Digantikan oleh lima orang bodyguard yang saat ini sedang berjaga didepan pintu kamar asrama.


Astaga, Camelia merasa seperti seorang putri pejabat tinggi sekarang!


"Hape aku masih mati. Untung kartunya masih bagus, enggak mungkin aku bawa hape yang dibeliin Tante Dahliara. Aku enggak bakalan bawa apapun dari sana, moga aja pas nanti sampai di Indonesia aku bisa minjem punya orang buat ngabarin Abang." Gumam Camelia, terlihat sendu sembari menatap sebuah potret keluarga kecil yang dibawanya ke negara ini.


Sudah beberapa hari ini dia tidak mengabari Ambu serta Abangnya, masalah kepulangannya pun masih di rahasiakan. Setelah nanti mendapatkan sertifikat kelulusan serta verifikasi dari sekolah yang menjadi tempatnya menuntut ilmu barulah dia akan mengabari keluarganya di Indonesia.

__ADS_1


"Anda sudah selesai Nona?" Seorang pengawal mendekati Camelia, mata tajam dibalik kacamata hitam yang dipakainya memindai setiap sudut ruangan yang terlihat sangat rapi dan indah dipandang.


"Hu'um," Camelia hanya bergumam menanggapinya, dia mengangguk pelan sebelum bangkit dan menyeret kedua kopernya ke sudut tempat tidur. Sebelum keluar Camelia masih sempat memandangi kamar asrama yang pertama kali ditempatinya saat menginjakkan kaki di sekolah ini.


Beberapa hari kedepan dia akan meninggalkan tempat ini sepenuhnya dan tidak tahu kapan kembali lagi, mungkin tidak akan kembali.


πŸ’”


πŸ’”


πŸ’”


"Minggu depan Camelia bakalan pulang ke Indonesia, aku enggak bisa cegah dia."


"Aku harap dia akan baik baik saja, semoga saja orang-orang gila itu enggak bakalan ngejar dia sampai ke Indonesia. Aku enggak bisa bayangin gimana jadi dia, Yang, jauh dari pengawasan kamu. Mungkin sekarang disini dia aman, tapi gimana kalau-,"


"Sssttt... Sudah tenanglah, tidak ada yang perlu kamu khawatirkan oke. Serahkan semuanya padaku, jangan pikirkan apapun, Camelia akan baik baik saja aku menjaminnya!" Sela pria yang memiliki tato di punggung serta area tubuh lainnya.


Pria yang terlihat sangat dewasa tersebut memeluk wanita cantik yang menjadi istrinya, memberikan ucapan lembut penuh ketenangan, membisikkan kata kata yang membuat wanita itu mengangguk patuh dan mulai tenang.


Di balik pintu Tiger hanya diam membiarkan, dia tidak ingin masuk dan menanyakan apa yang akan terjadi minggu depan pada kedua orangtuanya. Tiger bisa mencari tahunya sendiri, egonya yang masih sangat tinggi membuatnya enggan masuk dan menemui Lionel dan Dahliara.

__ADS_1


Pria muda itu memilih pergi, dia melangkah lebar menuju lift yang akan membawanya ke lantai dasar. Hanya butuh beberapa detik untuk sampai disana, Tiger yang hanya memakai kaos tanpa lengan pas body terlihat panas dengan keringat yang masih membasahi permukaan wajah serta tubuhnya.


Para pelayan istana bahkan mencuri curi pandang saat sang putra mahkota melewati mereka. Sayang, putra mahkota yang mereka puja secara diam-diam itu sama sekali tidak melirik apa lagi menyapa. Wajah tampannya terlihat kaku dan dingin, lebih parah dari sebelumnya. Padahal dulu Tiger sering sekali tersenyum, bahkan menyapa ramah pada penghuni istana ini tapi semenjak Dahliara sang Mama memutuskan keputusan sepihak yang mengatakan kalau Camelia akan menikah dengan salah satu teman baiknya, Tiger kian liar tak bisa di jinakkan.


Dia butuh pawang sekarang!


Disaat Tiger sampai di lantai dasar, Jiddi Elvier dan Jiddah Yasmine tengah berada di ruang keluarga, mereka sedang bercengkrama bersama Lord Erkan serta Pangeran Ethan, kakak ipar sepupunya. Tiger tidak melihat Princess Anyelir dan Permaisuri Oceana disana, mungkin sedang berada di tempat lain.


Tanpa menghiraukan keluarganya, dia kembali melangkah menuju luar melewati lorong samping istana agar tidak mengganggu kebersamaan keluarga Albarack. Mata tajam Tiger menelusuri setiap area istana, dengan langkah lebih santai dia menuju garasi, entah apa yang akan dilakukannya disana.


Tapi belum sempat Tiger membukanya sebuah mobil mewah terlihat memasuki kediaman Albarack. Tanpa perlu bertanya dia tahu mobil siapa itu, salah satu koleksi milik Albarack yang dipakai oleh para pengawal.


Dahi Tiger mengerut saat melihat seorang pengawal tergesa-gesa keluar dan membukakan pintu mobil untuk seseorang. Hingga rasa penasaran Tiger terjawab saat melihat seorang gadis keluar dari sana, bibirnya mengembang walaupun tipis, kepalanya menunduk seakan memberikan hormat sebagai ucapan terimakasih pada pengawal yang membukakan pintu tadi.


Tiger terdiam, dia memandang lurus pada mereka lebih tepatnya pada gadis yang sudah beberapa waktu ini dihindarinya. Entah karena apa Tiger pun tidak tahu kenapa dia sampai harus berlelah diri menghindari gadis tersebut.


Cemburu?


Tiger tersenyum sinis dibuatnya, cemburu dari apa? memangnya siapa gadis itu hingga dirinya cemburu? Sepertinya hari ini dia harus menyelesaikan kucing-kucingannya dengan Camelia dan juga kedua orangtuanya, Tiger akan membuktikan kalau dirinya tidak lagi peduli dengan apapun yang menyangkut gadis bebal tersebut.


Ohohoo... Benarkah demikian Can?

__ADS_1


BERSAMBUNG...


SEE YOU TOMORROW😘😘😘


__ADS_2