TIGER'S

TIGER'S
Tiger's Bab 43


__ADS_3

Suasana sekolah begitu ramai terlebih di area ball room, puluhan orang terlihat tengah memasang banyak balon warna warni, beberapa spanduk lebar bertuliskan Goodbye My Friends mengelilingi area tersebut. Mereka semua terlihat begitu antusias melepas kepergian para siswa pertukaran pelajar yang akan pulang ke negaranya masing-masing.


Bagi mereka ini adalah suatu kehormatan karena bisa berpartisipasi dalam melepas para anak anak terpilih yang tentunya tidak sembarangan saat memilih mereka untuk mewakili nama sekolah serta negara.


Para siswa siswi pertukaran itu begitu hebat, tidak semua bisa menggapai posisi tersebut. Tidak peduli status mereka siapa, dari keluarga mana, negara bagian mana yang jelas mereka semua adalah anak-anak genius.


Rasa antusias itu juga tengah di rasakan oleh Sovia sekarang, dia tidak sabar untuk memberikan hadiah kenang kenangan untuk teman singkat yang begitu dekat dengannya selama belajar di sekolah ini. Sovia masih tidak menyangka kalau gadis berambut pendek, bermata bulat serta memiliki postur tubuh lebih mungil dari pada dirinya akan menjadi teman dekatnya selama beberapa bulan belakangan.


"Ayo habiskan makananmu, jangan sampai ada sisa. Aku tidak mau kau sampai kurus saat sampai di Indonesia nanti." Ada nada sendu bercampur rasa sedih di setiap kata penuh keceriaan yang Sovia lontarkan.


Bahkan Camelia sendiri bisa melihat kedua mata temannya itu mengembun, tapi Sovia terus saja menutupinya dengan senyuman lebar. Camelia tidak bisa melakukan apapun, dia terlihat tidak berselera untuk menyantap makanan di depannya. Ekor mata Camelia melirik pada dua remaja pria yang saat ini duduk diantara dirinya dan Sovia, Emmir dan Lucas memang tidak mengeluarkan banyak kata sekarang tapi Camelia dapat melihat keduanya tengah menatap dalam dan ada kesenduan di dalam tatapan tersebut.


"Tenanglah, aku tidak akan melupakan mu Sovia." Camelia meraih tangan Sovia, menggenggamnya erat, menyalurkan sebuah ketenangan dan seolah mengatakan kalau semua akan baik baik saja tetap sama seperti ini.


Bola mata bulatnya bergulir pada Lucas dan Emmir, bibirnya tersenyum tipis, " Dan untuk kalian berdua, aku ucapkan banyak terimakasih karena sudah melindungiku selama ini. Saat aku pulang nanti semua tanggungjawab kalian sudah selesai, kalian berdua tidak perlu lagi merasa bersalah. Aku juga tidak akan melupakan kalian, kalau sempat mainlah ke Indonesia ke kampungku." Camelia terus saja menipiskan bibir, dia bersikap seakan semuanya baik baik saja sesuai dengan harapannya.


Saat dirinya pulang, semua orang yang ditinggalkannya nanti akan baik baik saja, termasuk dengan dia.

__ADS_1


Beberapa waktu ini Camelia dan si dia tidak pernah lagi terlihat obrolan atau sekedar say Hai basa basi, si dia tidak lagi membuat masalah untuk mengganggunya. Mereka berdua benar-benar terlihat seperti orang asing yang tidak pernah mengenal sebelumnya, padahal setiap hari ada saja kesempatan untuk keduanya bertemu dan berpapasan entah itu di luar istana ataupun di dalam istana.


"Tapi jangan berharap aku bisa datang lagi ke Dubai. Kalian tahu bukan betapa mahalnya ongkos pulang pergi Indonesia- Dubai, aku tidak sekaya kalian yang bisa keliling dunia. Lebih baik aku menabungkan uangnya untuk kuliahku nanti." Camelia tergelak kecil, dia segera menyingkirkan bayangan seseorang yang semakin dirinya mendekati kepulangannya maka bayangan orang itu kian gencar menghantui.


Rasanya aku enggak punya dosa sama dia, tapi kenapa tuh orang bayangannya ganggu terus sih!


Camelia terus saja menggerutu dalam hati, dia berulang kali menggeleng samar saat pikirannya di penuhi oleh seseorang yang menghindarinya beberapa waktu belakangan.


"Oh... Baby Camel ku, kau jangan khawatir soal biaya atau apapun namanya. Aku akan menanggung semuanya, apa yang kau inginkan akan aku wujudkan. Keliling dunia bukan hal yang sulit, setelah kita menikah nanti aku akan membawamu keliling dunia, mau kemana hm? Paris, Italia, Spanyol, Korea Selatan, Jepang, Belanda, Swiss, Khasmir India yang katanya adalah tempat paling indah di negara itu, sebutkan saja tidak perlu ragu." Lucas mulai memunculkan gombalan serta rayuan mautnya, tidak lupa dengan kerlingan mata nakal dan senyuman bak semanis madu miliknya.


Sovia memutar bola matanya malas, bibirnya mencebik keras, dia terlalu muak dengan semua ucapan yang dilontarkan oleh playboy sekolah ini. Sementara Emmir memilih untuk diam, remaja tampan berkacamata tersebut hanya menatap lekat pada Camelia yang masih mengeluarkan tawa kecilnya.


"Aku tidak bisa menjanjikan apapun padamu. Aku hanya berharap kau selalu sehat disana nanti, kebahagiaan segera menghampirimu, jadilah gadis yang kuat. Kau istimewa untuk kami, terlebih untukku. Walaupun aku tidak ditakdirkan untuk menjadi suamimu, tapi aku berusaha untuk menjadi teman terbaik untukmu, Baby Camel." Suara Emmir begitu lembut, mata abu abunya menatap dalam pada Camelia. Tangannya terulur meraih jari jemari gemoy milik sang gadis, Emmir menggenggamnya erat lalu membawanya kearah bibir dan mengecupnya dalam.


Tawa Camelia terhenti, bahkan gadis itu sudah berkaca-kaca dibuatnya. Camelia mengigit bibir bawah saat air mata mengalir begitu saja melewati pipi, entah mengapa semua kata kata yang terlontar dari bibir Emmir amat begitu menyejukkan hingga hatinya meleleh.


Andai dia bisa seperti Emmir. Lembut, manis, sabar, penyayang, kayaknya enggak mungkin!

__ADS_1


Camelia tertawa dalam tangis, dia melebarkan senyumannya lalu mendekat pada Emmir dan memeluk pria muda itu erat. Sovia yang tadi sempat menaikkan emosinya sesaat tertegun dan terharu melihat interaksi antara Emmir dan Camelia, gadis cantik itu pun ikut bangkit memeluk Emmir dari sisi yang kosong. Kedua sang gadis terlihat menangis pelan, Camelia bahkan sampai terisak tanpa suara.


Lucas sendiri terlihat memalingkan wajahnya, dia berusaha untuk tidak cengeng melihat semua ini. Remaja bertindik disalah satu telinganya tersebut terdengar mengumpat pelan saat melihat Emmir merentangkan satu tangannya, meminta Lucas masuk kedalam dekapannya.


Lucas sempat memasang wajah dingin dan datar, tapi karena Emmir terus saja membujuknya dengan lembut pada akhirnya playboy cap buaya gurun tersebut ikut larut bersama mereka bertiga. Lucas mendekap kedua gadis itu dalam satu rengkuhan, ke empat remaja itu tidak peduli dengan sekitar yang sudah mengalihkan atensi pada mereka.


Banyak yang mengernyitkan dahi heran, ada pula yang tertawa melihat interaksi keempat orang tersebut. Mereka merasa kalau itu adalah hiburan baru, karena selama ini belum ada yang mengumbar kedekatan antara teman seperti mereka berempat.


Diantara para siswa-siswi yang saat ini tengah memperhatikan Camelia dan ketiga temannya ada seseorang yang sejak tadi menatap kearah mereka tanpa berkedip. Jakunnya naik turun, menggenggam erat sendok dan garpu ditangannya, menatap datar tanpa ekspresi sedikitpun.


Tapi kalau lebih di teliti lagi, didalam tatapannya itu mengandung banyak arti. Bahkan ada sebuah rasa yang tidak bisa dikatakan oleh lidah, bagi orang yang peka saat melihat sorot kedua matanya ada kesenduan disana, bukan hanya kesenduan saja melainkan kesepian dan rasa bersalah.


Bab ini nulisnya sambil dengerin lagu india yang sendu sendu pingin nangis🙈


BERSAMBUNG...


SEE YOU TOMORROW😘😘😘

__ADS_1


__ADS_2