
Camelia memperhatikan penampilannya di cermin. Kedua sudut bibirnya terangkat saat melihat ada yang berbeda darinya, petang ini dia terlihat sangat cantik dengan gaun indah pemberian Dahliara yang dipakainya petang ini untuk menghadiri acara pelepasan siswa-siswi pertukaran di salah satu hotel mewah yang tidak jauh dari sekolah.
Sebenarnya Camelia tidak ingin datang, entah mengapa hari ini tubuhnya merasa sedikit tidak enak. Mungkin dirinya akan demam atau flu, berhubung cuaca di Dubai sedang panas banyak debu pasir yang tertiup oleh angin dan terhirup jadi area pernafasannya agak terganggu.
Tapi saat Sovia kembali mengabarinya Camelia menjadi tidak tega, lagipula ini adalah malam terakhir sebelum lusa dirinya pergi dari Dubai. Sebenarnya jadwalnya besok, tapi Dahliara meminta padanya untuk kembali lusa jadi sebagai rasa terimakasih Camelia menurut.
"Sudah selesai Sayang?" Dahliara menyembulkan kepalanya di pintu kamar yang ditempati oleh Camelia.
Wanita cantik itu melebarkan senyuman saat melihat penampilan Camelia. Ternyata perias yang di bayarnya melakukan tugasnya dengan baik, Camelia terlihat sangat cantik walaupun dengan make-up tipis dan flawless.
"Sudah Ma!" Sahut Camelia antusias. Gadis berdarah Sunda Betawi itu mendekat pada Dahliara, menggandeng lengan wanita cantik tersebut sebelum mereka keluar dari kamar.
π
π
π
Kedua mata Camelia berbinar saat melihat bangunan megah yang dimasukinya saat ini, dia bahkan pasrah saat Sovia menarik lengannya dan mereka berdua masuk lebih dalam lagi diikuti oleh Emmir dan Lucas yang tadi menjemputnya di istana Albarack.
"Woww... Aku tidak menyangka pihak sekolah kita yang kaku itu akan membuat pesta perpisahan kalian semeriah ini. Wohooooo... ini keajaiban Sayangggg...!" Lucas berteriak saat melihat betapa meriah dan mewahnya pesta yang diadakan oleh sekolahnya.
Beberapa warga sekolah sudah menikmati pesta dengan berdansa di atas lantai yang sudah dipersiapkan, ada juga yang sibuk menikmati makanan dan merayu para gadis yang saat ini terlihat sangat berbeda termasuk Camelia dan Sovia.
"Luc, suaramu menyakiti telingaku!" Sungut Sovia. Gadis itu melirik kesal pada Lucas, bahkan mencebik saat remaja pria itu tidak memperdulikan ucapannya dan malah menarik Emmir agar mengikutinya.
__ADS_1
"Astaga, Lucas sudah seperti bocah yang keluar dari kandang!" Cibir Sovia lagi.
Disisinya Camelia hanya tertawa kecil, dia tidak menahan Lucas dan Emmir untuk menikmati pesta perpisahan ini. Anggap saja hari ini mereka harus bahagia sebelum berpisah, ya kalau di bayangkan memang sangat menyakitkan. Kenapa harus ada pertemuan kalau perpisahan juga terus saja mengikuti.
"Ayo kita mencari makanan enak, aku sudah lapar dari tadi siang menahan agar tidak memakan apapun supaya aku bisa menghabiskan semua menu di pesta ini!"
Camelia menggelengkan kepalanya mendengar penuturan Sovia, ternyata gadis cantik yang berasal dari keluarga konglomerat bisa bersikap seperti ini, sama sepertinya dulu saat Ambu mengajaknya ke pesta orang nikahan.
Ah... Mengingat Ambunya, Camelia jadi semakin tidak sabar untuk pulang ke Indonesia. Bertemu dengan Ambu, Abang serta teman teman sekolah terlebih teman sepermainannya dikampung.
Rupanya apa yang dikatakan Sovia benar, dia membabat habis semua menu makanan yang ada di pesta. Di piringnya sekarang sudah banyak makanan berbagai jenis, walaupun satu buah untuk satu jenis makanan tapi tetap saja kalau menunya ada dua puluh ya jadi satu piring penuh.
"Ayo kita mencari tempat duduk!"
Lagi-lagi Camelia menurut saat Sovia menariknya, dia dibawa kesalah satu meja yang belum di kuasai siapapun. Sovia mulai menikmati makanannya, sesekali dia berseru saat melihat Lucas mulai melancarkan aksinya. Bahkan Emmir pun tidak ingin lagi berdekatan dengan pria muda itu, Emmir menjauh memilih untuk mendekat pada Camelia dan Sovia.
Camelia kembali tertawa dibuatnya, bahkan dia sampai menepuk lengan Emmir saat melihat Lucas menggoda beberapa gadis dipesta ini.
"Dia benar-benar buaya gurun?" Cibir Camelia mengikuti Sovia yang terlihat memutar bola matanya.
Disisinya Emmir terlihat meringis saat Camelia terus saja menepuk-nepuk lengannya, kali ini cukup keras sedangkan gadis itu tidak berhenti tertawa.
Haaahhh... Memang benar kata orang, seorang gadis atau pun wanita tidak mungkin hanya tertawa saat mereka melihat atau mendengar hal lucu, tapi juga tangannya ikut bermain.
'Semoga besok tidak membiru,' gumam Emmir dalam hati.
__ADS_1
Interaksi mereka bertiga terlihat begitu dekat, dan sekarang ditambah lagi dengan kedatangan Lucas yang memamerkan wajah tengil penuh muslihat yang sering di tunjukkan pada para gadis.
"Astaga, gadis gadis itu begitu memujaku." Cetus nya bangga.
Sovia meringis geli, sementara Camelia memutar bola matanya, Emmir sendiri memilih untuk menjauh dari temannya tersebut dan melenggang pergi menuju stand minuman diikuti oleh Sovia.
Sekarang tinggallah Lucas dan Camelia, mereka berdua terus saja mengobrol ringan sesekali Camelia tertawa lalu Lucas membenarkan tatanan rambutnya yang terlihat berantakan karena gerakannya.
Interaksi keduanya tidak lepas dari banyak mata yang ada dipesta ini termasuk seseorang yang sudah sedari tadi terus saja memperhatikan mereka dari sudut ruangan sembari menikmati minuman ditangannya.
"Kau mau minum? Wait, aku akan mengambilnya untuk mu!" Camelia kembali tertawa kecil saat melihat Lucas mengedipkan sebelah matanya dan terkesan nakal padanya. Bahkan Lucas tidak segan segan memberikan kecupan jarak jauh hingga membuat Camelia kembali terpingkal dan membalas kecupan jarak jauh Lucas, membuat pria muda itu berjingkrak heboh.
Pemandangan itu dapat dilihat dengan jelas oleh seseorang. Dia terlihat menggenggam erat gelas minumannya, dengan cukup kencang dia meletakkan benda itu di meja kaca lalu bangkit. Kemeja hitam yang dia gulung hingga siku terlihat tidak terlalu rapih, tiga kancing atasnya terbuka hingga menampakkan sedikit dada bidang miliknya.
Dentuman musik yang menguasai pesta mampu meredam napasnya yang terengah, juga hentakan sepatu fantofel mahal yang dipakainya. Kedua kaki jenjangnya mendekat pada Camelia yang masih setia menatap kearah lain, tepatnya pada Sovia dan Emmir yang sedang berbicara dengan seseorang. Camelia tidak sadar dengan kedatangan seseorang karena terlalu fokus pada teman temannya.
"Ikut aku!" Paksa nya.
Camelia tersentak kaget, bahkan belum sempat dirinya menolak orang itu sudah menariknya. Suara penolakan Camelia pun teredam oleh musik hingga teman temannya tidak mampu mendengar.
"Tiger, lepas! Aku tidak mau ikut, lepas!" Rontanya.
BERSAMBUNG...
HAI HAI MAAF YA DIA HARI INI EMAK DUREN ENGGAK UP, KARENA ANUNYA ANJLOK MOOD MAK OTHOR IKUT ANJLOKππ GAK ADA SEMANGAT BUAT NULIS ππ GAK BISA DISEBUTIN NANTI GAK DILOLOSIN EDITOR π€£π€£π
__ADS_1
SEE YOU TOMORROW πππ