TIGER'S

TIGER'S
Tiger's Bab 39


__ADS_3

Emmir memeluk Camelia yang bergetar, dia berusaha menenangkan gadis itu saat keempat penculik berhasil di amankan oleh para pengawal Albarack juga Lucas yang datang cepat ke lokasi. Emmir sempat panik sendiri saat melihat ketiga orang ber penutup kepala keluar dari dalam mobil, dirinya sendirian bagaimana tidak panik. Walaupun bisa sedikit bela diri tapi tidak semahir Lucas dan Tiger tentunya, kalau mereka mau adu kepintaran mungkin Emmir akan maju lebih dulu tapi ini-


"Sssttt... sudah tidak apa apa, semuanya sudah selesai. Mereka sudah tertangkap dan akan diadili, kita akan tahu siapa yang menyuruh mereka melakukan penculikan ini padamu."


Camelia sesegukan, dia tidak tahu harus berbuat apa sekarang. Niatnya lari dari pengawasan Emmir dan Lucas karena tidak nyaman malah berakhir seperti ini. Bahkan sekarang salah satu remaja pria yang ingin dia hindari tengah memeluknya erat, terus saja berusaha menenangkannya walaupun terlihat sia sia. Karena dirinya sendiri tidak tahu kenapa air matanya terus saja mengalir, padahal hatinya mulai tenang. Terlebih saat Camelia mengingat bagaimana sikap orang yang dia lihat sebelum para penculik itu membawanya pergi dari area sekolah.


Apakah orang itu benar-benar sudah tidak peduli lagi padanya?


Tangisan Camelia kian terdengar, Emmir sampai tidak tahu lagi harus berbuat apa untuk menghentikan tangisan dari gadis yang sedang didekapnya saat ini.


"Astaga, kenapa kau malah membuat Baby Camel semakin menangis? Apa kau benar-benar tidak bisa membujuk seorang gadis?!" Lucas datang dengan wajah kesal, dengan cepat dia mengambil alih tugas Madunya tersebut. Memberikan pelukan pada Camelia, menepuk-nepuk pucuk kepala gadis itu layaknya sedang menenangkan seorang anak kecil.


"Tuan Putri Dahliara meminta Anda berdua untuk membawa Nona Camelia pulang ke istana Albarack sekarang!?" Seorang pengawal mendekat, memberikan instruksi yang di katakan secara langsung oleh istri dari atasannya tersebut. Tidak bisa menolak, pada akhirnya Emmir dan Lucas membawa Camelia pulang ke kediaman Albarack. Padahal tadi mereka berencana membawa Camelia ke apartemen milik Lucas, itu rencana keduanya. Tapi saat mendengar perintah dari sang putri Albarack mereka mana berani, bisa kualat kalau menentangnya.


🐞


🐞


🐞


"Kenapa bisa?! Memangnya kalian tidak mengikutinya kemana pun?" Dahliara meradang.


Camelia meringis didalam pelukan wanita cantik yang saat ini tengah mendelik tajam pada Lucas dan Emmir. Ingin sekali dirinya berbicara dan mengatakan kalau semua ini bukan salah Emmir ataupun Lucas, ini murni kesalahannya karena dirinya sendiri lah yang menginginkan bebas dari pantauan keduanya.


"Sorry Aunty, kami memang lalai. Kami berdua pantas dihukum." Lirih Lucas dengan kepala tertunduk, begitu pula dengan Emmir. Kedua remaja tampan itu tidak membela diri, mereka pasrah saat menghadapi Dahliara.


Sedangkan gadis yang menjadi pemeran utama terlihat membulatkan matanya, dia perlahan melepaskan dekapan hangat penuh ketenangan yang Dahliara berikan.

__ADS_1


"Lucas dan Emmir enggak salah, ini semua salah aku. Aku yang minta Emmir buat pergi ke kantin terlebih dahulu, aku mohon jangan hukum mereka Mama Dahliara. Ini semua salahku, aku-,"


"Iya, ini semua memang salahmu. Kau gadis bebal yang selalu menyusahkan orang-orang yang ada disekitar mu. Bisakah kau tidak bertindak bodoh sekali saja, selain membahayakan nyawamu sendiri orang lain pun bisa terluka karena sikap keras kepala dirimu, Camelia!" Suara berat seseorang menyela ucapan Camelia, pria bertubuh tinggi dengan seragam sekolah yang sudah tidak berbentuk lagi. Rambut yang biasanya selalu rapi kini terlihat acak acakan, bukan hanya rambut melainkan penampilannya pun jauh dari kata rapi.


"Kenapa kalian diam, aku benar bukan? Jangan terlalu memanjakannya, kalian hanya bertanggungjawab untuk menyelematkan nyawanya bukan menjadi bagian hidupnya." Imbuhnya lagi. Sudut bibirnya terangkat naik, ekor matanya melirik pada Camelia yang terdiam saat dia melewati mereka begitu saja.


Siulan terdengar dari bibirnya, suasana kian menegangkan terlebih saat melihat Lucas bangkit dan berjalan cepat mengikuti langkah orang tersebut.


"Tadi kau juga ada disana sebelum kami sampai, kenapa kau diam saja Tiger?! Apa kau sengaja ingin membiarkan Camelia dibawa oleh mereka huh?!" Suara Lucas meninggi, tangannya terkepal, berusaha menahan agar tidak sampai melayangkan tinjunya pada wajah Tiger yang terlihat menyebalkan di matanya sekarang.


Tiger berbalik, mata sayunya menatap Lucas dari atas hingga bawah. Kekehan nya terdengar, bahkan tawa kecilnya menggema diruangan itu seiring dengan masuknya Lionel beserta Jiddi Elvier dan Jiddah Yasmine.


"Kau tadi sudah mendengarnya bukan. Kau belum tuli Lucas, akan aku katakan lagi sekiranya kau belum mendengarnya dengan baik tadi. Gadis itu, dia adalah calon istri kalian berdua. Mamaku sendiri yang sudah merencanakannya bukan, jadi tidak ada lagi urusannya dengan ku. Dia sudah menjadi tanggungjawab kalian sekarang, bagaimana rasanya enak bukan?" Tiger kembali terkekeh, bola matanya bergulir menuju Camelia yang terlihat menatap nanar kearahnya.


"Mama sudah mengambil keputusan itu, jadi jangan berharap apa apa lagi dariku!" Tukasnya.


"Kau yang mengendarai Ferari merah itu kan? Tidak perlu sungkan untuk mengaku, aku tahu itu adalah kau. Hanya saja ego mu yang setinggi burj khalifah itu perlu diturunkan sedikit!" Pungkas Lucas.


Remaja bertindik itu terus saja mencecar temannya, ini adalah kali pertama mereka berdebat dan adu mulut. Padahal selama ini mereka berdua bahkan bertiga bersama Emmir tidak pernah beradu argumen hanya karena suatu masalah.


"Aku tidak punya Ferari merah, kau bisa mengeceknya sendiri!" Hanya itu yang Tiger ucapkan sebelum dia benar-benar pergi meninggalkan lantai bawah.


Remaja pria itu bahkan melewati Lionel beserta kakek dan neneknya begitu saja, tanpa ada minat menyapa atau sekedar basa basi seperti biasanya. Jiddah Yasmine terperangah dibuatnya, dia menatap sendu pada cucu laki-laki kesayangannya.


"Kalian jangan terlalu keras pada Tiger. Dia masih labil, jangan sampai cucuku melakukan hal nekat!" Gumam Jiddah Yasmine. Wanita tua itu juga ikut berlalu menyusul Tiger, dia khawatir pada cucunya yang selama ini tidak banyak tingkah bahkan lebih banyak menurut pada Lionel maupun suaminya.


Ditempat yang sama Camelia merasakan sesuatu yang salah. Perlahan dia menghirup napas dalam, lalu berusaha menetralkan detak jantungnya yang tadi sempat tidak karuan.

__ADS_1


Tiger benar, tidak semua apa yang terjadi padanya selama ini adalah kesalahan mereka. Dirinya pun ikut andil, terlebih saat dia bersikap egois dan memilih menghindar dari pada menurut.


Camelia tertunduk, dia melihat jam tangan yang melingkar di lengannya. Jam mahal dan canggih pemberian Dahliara beberapa hari yang lalu, disana banyak fitur-fitur yang bisa dimainkan termasuk tanggal dan waktu.


'Dua minggu lagi aku selesai, kalian tenang saja dua minggu lagi beban kalian enggak bakalan ada lagi disini!' Gumamnya dalam hati.


Ya, sekitar dua pekan lagi masa pertukaran siswa yang sedang dijalaninya akan berakhir. Waktu bergulir dengan cepat, padahal Camelia merasa kalau dirinya baru saja menginjakkan kaki di negara ini kemarin.


Tapi dua minggu kedepan dia harus mempersiapkan diri untuk pergi dari Dubai. Camelia tidak peduli lagi dengan apa yang ada didalam tubuhnya, dia hanya berdoa agar nanti bisa pulang dengan selamat sampai di Indonesia dan kampung halamannya.


'Sudah lama aku enggak nelpon Ambu sama Abang, moga aja kartu di hapeku enggak hilang.' Harapnya cemas.


Dia akan merahasiakan semua ini dari siapapun, sampai waktunya tiba dan mereka tidak akan tahu kapan waktu kepulangannya ke Indonesia.



KIRA KIRA MUKA ANAK SINGA 3 TAHUN KEDEPAN πŸ™ˆπŸ™ˆ LEBIH DEWASA



LUCAS MUKA BAD BOYNYA KELIHATAN BANGET 🀣



MAS EM YANG KALEM 😭


BUAT CAMEL BAYANGIN AJA DIRI KALIAN SENDIRI πŸ™ˆπŸ™ˆπŸ˜‚πŸ€£

__ADS_1


__ADS_2