TIGER'S

TIGER'S
Tiger's Bab 34


__ADS_3

"Kalian sedang apa?"


Tiger dan Camelia terkejut setengah mati. Posisi mereka yang ambigu membuat keduanya salah tingkah tapi entah mengapa tidak ada niatan untuk melepaskan diri. Lebih tepatnya Tiger yang terlihat enggan melepaskan dekapannya, malah semakin mengerat dengan senyuman joker di bibirnya.


Sementara Camelia sudah panik setengah mati, dia terlihat menggelengkan kepala samar dan berusaha terlepas dari rengkuhan Tiger yang terasa semakin erat.


"Kita lagi latihan dansa Ma!" Cetus Tiger asal.


Pria muda itu seketika melepaskan dekapannya, tapi tidak terlihat ingin menjauhkan Camelia darinya. Tiger malah memutar tubuh gadis itu, melakukan gerakan aneh yang tidak pernah dilakukan sebelumnya.


Hhhmmpp...


Camelia menutup mulut saat merasakan perutnya bergejolak kala Tiger kembali memutar tubuhnya, hingga akhirnya mereka berdua kembali berpelukan. Ralat, hanya Tiger yang memeluknya jangan lupa senyuman sok manis yang tengah pria itu tampilkan, semakin menambah rasa mual Camelia.


"Taraaaaa... Mama dan Jiddah lihatkan kalau kita berdua sedang latihan dansa. Minggu depan ada acara disekolah, salah satunya dansa. Aku dan Camelia sudah sepakat menjadi pasangan, bukan begitu?" Senyuman Tiger masih terpatri, tapi sayang tidak terlihat manis di mata Camelia malah justru terkesan horor dan menyeramkan.


Camelia masih belum bereaksi, dia sendiri masih bingung dengan ucapan Tiger soal acara disekolah lalu dansa. Memang sejak kapan sekolah mereka akan mengadakan sebuah acara, dansa pula?


Mulut Camelia sudah terbuka dan hendak lancang ingin bertanya untuk memastikan apa benar disekolah akan ada acara, kenapa dirinya tidak tahu? Tapi tatapan Tiger yang terlihat tajam seolah tengah mengisyaratkan sesuatu, terlebih lagi saat Camelia melihat gerakan bibir remaja pria itu samar.


Jawab saja IYA, maka kita akan selamat!


Seperti itulah kira kira. Mulut Camelia kembali terkatup, gadis itu berkedip cepat, entah mengapa mata bulatnya terlihat lucu dan menggemaskan untuk Tiger.


Apa dirinya sudah gila?


"Ah... iya Tante, minggu depan ada acara disekolah kayak pentas seni gitu. Do'ain lancar acaranya dan enggak dipending lagi." Satu kebohongan tercipta dari bibir tipis milik Camelia, bahkan bibir itu terlihat menipis menampilkan senyuman manis yang terkesan berusaha bersikap natural agar ketiga wanita yang memergokinya tengah berpelukan bersama Tiger ini percaya.

__ADS_1


Kali ini aja Tuhan tolong buat mereka percaya, aku enggak mau kalau harus nikah sama Tiger. Enggak saat ini juga, mungkin kalau udah lulus kuliah enggak masalah.


Camelia menggigit bibir dalamnya khawatir saat tidak mendapatkan respon dari ketiganya. Dia melirik pada Tiger yang juga tengah terpaku, jakunnya naik turun karena gugup. Untuk sekedar menelan saliva saja rasanya susah payah.


"Mama kesini cuma mau tau keadaan Camelia, juga mendengarkan pendapatnya. Kamu mau kasih hukuman apa buat pelayan itu?" Dahliara angkat bicara, terdengar santai tidak terdapat emosi didalamnya.


Sontak Tiger melepaskan dekapannya, membuat Camelia sedikit terhuyung kebelakang. Remaja pria itu berdehem pelan lalu berjalan menuju tempat tidur dan mendudukkan diri disana.


"Hukuman? Memangnya aku harus ngasih hukuman apa Tan-,"


"Sstttt... Kok Tante sih, panggil Mama dong Sayang." Potong Dahliara cepat, wanita cantik itu bergegas mendekat pada Camelia. Bibirnya terlihat maju beberapa mili berakting merajuk dengan memasang wajah masam. Di belakangnya Jiddah Yasmine dan Permaisuri Oceana hanya bisa menggeleng pelan, mereka berdua tahu apa yang sedang direncanakan oleh istri dari Singa milik Albarack tersebut.


Tiger yang tengah meneguk air seketika tersedak hingga terbatuk, Camelia sendiri terkejut bukan main mendengar kata Mama yang Dahliara lontarkan. Bulu kuduknya meremang seketika, apa yang dia takutkan sejak tadi pada akhirnya terjadi, jangan bilang kalau sang nyonya Lionel yang menjabat sebagai Ibu kandung Tiger akan menikahkan mereka saat ini juga.


"M-Ma-Mama?" Beonya.


Fiks inimah jadi, kudu gimana ya Tuhan toloooongggg


Camelia resah, dia tersenyum dengan terpaksa tapi dadanya malah terasa sesak, salivanya membuat dirinya tersedak hingga kesulitan menelan.


"Maksud Mama apa?" Kini Tiger yang angkat bicara, dia sama terkejutnya seperti Camelia jadi tolong beri kejelasan yang sejelas jelasnya.


Kedua remaja itu semakin dibuat tidak enak hati saat melihat senyuman Sang Nyonya Lionel. Sorot matanya terlihat menegaskan sesuatu, terlebih saat wanita itu kembali menatap Camelia dengan lembut.


"Kenapa, memangnya salah kalau Camelia manggil Mama dengan panggilan sama kayak kamu. Kan wajar Camelia manggil Mama sama Mama, wong dia anak cewek Mama kok. Kamu enggak lupa kan apa yang kamu ucapin sama Mama di kamar kemarin, inget ya Mama belum pikun. Kamu sendiri yang nolak buat nikah sama Camelia, dan Mama sudah mewanti wanti kamu Tiger jangan nyesel! Mama sudah punya kandidat pangeran Dubai yang bisa menjaga anak cewek Mama dan juga menjadikannya sebagai permaisurinya." Dahliara terus saja berceloteh dalam bahasa Indonesia, aksen Indonesia yang kental cepat dimengerti oleh Camelia juga Tiger, bahkan Permaisuri Oceana juga memahaminya, kalau Jiddah Yasmine tidak perlu ditanya lagi.


Ekor mata Camelia melirik pada Tiger yang terlihat membuang wajahnya kearah lain, pria itu tidak berkutik bahkan membisu tidak mampu membalas ucapan Mamanya.

__ADS_1


Ada rasa nyelekit di dalam hati Camelia saat mengetahui kalau Tiger ternyata benar-benar tidak ingin menikahinya walaupun hanya sebagai rasa tanggungjawab.


Apa memang gak pantes banget aku buat jadi istrinya dimata dia?


Camelia berusaha menampilkan raut wajah biasa saja walaupun di dalam hatinya saat ini tengah bertanya-tanya kenapa? apa dirinya tidak sepantas itu hingga Tiger menolaknya berulang kali dan kali ini mungkin yang terakhir.


"Kamu enggak perlu khawatir ya Sayang, walaupun kamu enggak jadi menantu Mama tapi Camelia tetap jadi anak perempuan Mama yang paling cantik. Mama yakin bakalan banyak Pangeran yang mengantri mau jadi pasangan sehidup semati buat kamu, sekarang aja udah ada dua kandidat yang mau jadi suami sekaligus pelindung kamu dari orang-orang jahat itu."


Ucapan Dahliara kembali berhasil membuat Tiger dan Camelia mendelik. Keduanya menatap tak percaya pada wanita cantik yang akan menginjak kepala empat dalam beberapa tahun kedepan ini.


Siapa? Apa lagi ini?


Mungkin itu yang ada didalam otak serta hati keduanya sekarang. Lebih tepatnya Camelia, tapi sepertinya Tiger pun tidak kalah penasaran, bahkan saat ini kedua tangannya terlihat mengepal erat tanpa diketahui siapapun.


"Kamu mau tau siapa dua cowok gentle yang rela menjaga kamu dengan nyawanya sendiri," Tambah Dahliara lagi dan semakin membuat seseorang berkobar-kobar.


Camelia tidak mengeluarkan suara apapun, otaknya blank tapi raut wajahnya cukup jelas sekali kalau dia begitu penasaran siapa pria yang mengorbankan diri menjadi pengganti Tiger untuk menikahinya nanti.


"Oke Mama bakalan kasih tau, tapi nanti malam. Mereka bakalan datang, kamu harus siap siap dandan yang cantik buat nyambut para cowok gentle, keren, baik, bertanggungjawab dan yang pastinya enggak pengecut." Kata kata yang terlontar dari mulut Dahliara terdengar pedas pedas mantap ditelinga Tiger. Tapi dia tidak bisa melakukan apapun selain mengubur rasa penasaran serta tidak terimanya.


"Sekarang kamu ikut Mama, hari ini izin dulu sekolahnya. Mama bakalan bawa kamu perawatan, pokoknya kamu, Mama, Jiddah Yasmine dan Onty Shena bakalan nyalon hari ini demi menyambut para pria gentle nanti malam, ayo let's go!" Dahliara sama sekali tidak memberikan kesempatan bagi Camelia untuk menolak.


Dia bergegas membawa gadis itu keluar dari kamar meninggalkan Tiger yang masih terpaku dengan tatapan kosong dan tangan terkepal erat.


Huh, rasakan itu Anak Singa Nakal!


__ADS_1


MUKANYA GAK NGENAKIN BANGET DEH CAN 🤣🤣🤣


__ADS_2