
Camelia menelan salivanya susah payah, dia memalingkan wajah saat melihat tatapan Sovia terarah kepadanya, begitu pula dengan Emmir dan Lucas. Kedua Remaja pria itu seakan tengah mencari kebenaran dari ucapan yang Tiger lontarkan tadi.
'Emang bener-bener si Macan ya! Ngapain coba ngomong kayak gitu, dasar gila!' Erang Camelia dalam hati.
Jujur saat ini dia ingin sekali menerjang dan memukul wajah tampan yang terlihat tengah menampilkan raut tanpa dosa setelah berkoar-koar dihadapan kedua temannya.
"Kalian... Astaga, apa kalian berdua benar-benar-,"
"Habiskan makanan kalian dan segera pergi dari sini!" Ucapan Sovia terputus saat Tiger tiba-tiba saja menyela. Gadis itu melipat bibirnya dalam, menatap tidak puas pada Tiger karena semua rasa penasaran yang bersarang di dalam hatinya belum tereksekusi dengan baik.
"Sudah turuti saja. Nanti kau bisa bertanya langsung pada Camelia di kelas." Bisik Lucas. Remaja itu memberikan senyuman terbaiknya saat melihat Sovia menoleh, bahkan Lucas mencari kesempatan untuk mengusap punggung gadis cantik itu.
"Jauhkan tanganmu!" Desis Sovia.
Pelototan tajam terarah pada Lucas, mata Sovia seketika mengeluarkan laser yang mampu membelah tubuh remaja pria itu menjadi dua bagian. Lucas sendiri memilih untuk mundur, mengangkat kedua tangannya diudara tanda menyerah.
Didekat mereka ketiga orang yang masih menikmati makanan serta minuman hanya diam memperhatikan, Emmir bahkan sudah menggelengkan kepala sedangkan Tiger bersikap tak peduli dengan kelakuan temannya yang terkenal playboy tersebut. Camelia sendiri lebih banyak diam setelah Tiger mengatakan bahwa remaja pria itu adalah calon suaminya didepan Sovia serta temannya sendiri.
"Wow, apa gadis ini yang kemarin kau ceritakan pada kami?"
Gerakan tangan Camelia terhenti, tapi hanya beberapa saat setelah itu dia kembali menyuapkan makan siangnya yang belum selesai. Sedangkan Tiger dan kedua temannya terlihat tidak biasa, Lucas malah sudah menarik kursi yang diduduki oleh Sovia agar lebih merapat ke padanya, membuat gadis itu membelalakan mata.
"Rupanya matamu belum rabun Dam, kau pandai sekali mencari mangsa. Hai cantik siapa namamu?" Remaja pria yang berkalung itu sedikit menundukkan kepala, matanya terang-terangan menatap penuh minat pada gadis yang sedang menikmati makan siang santai seperti tidak terganggu sedikit pun oleh kehadiran mereka.
Terkena hukuman hingga hampir dua bulan lamanya membuat remaja pria itu serta beberapa rekannya harus berada di rumah, keributan yang mereka perbuatan membuat pihak sekolah memberikan skorsing yang cukup lama hingga tidak sepenuhnya tahu bagaimana kabar sekolahnya.
Camelia yang merasa tengah di perhatikan secara dekat dan lekat tidak berani menoleh bahkan mengeluarkan suara, dia memilih bungkam dan menyudahi makan siangnya. Ekor matanya melirik pada Tiger yang terlihat tenang, kedua tangannya terlipat di dada, bola mata tajamnya terus saja terarah pada pria yang saat ini tengah terkekeh di dekat Camelia.
__ADS_1
Tapi tawa itu mereda saat melihat Camelia menggeser kursi yang didudukinya tanpa menoleh, gadis itu terkesan tidak peduli hingga membuat harga diri remaja pria itu tersentil.
Pria muda berkalung itu menegakkan tubuhnya, terdengar berdecak kecil sembari melirik pada Adam dan bergulir pada Tiger.
"Dia terlihat belum jinak, apa selama ini kau tidak bisa menjinakkannya," Imbuhnya lagi.
Kekehannya kembali terdengar, bahkan terkesan meremehkan hingga Camelia yang tadinya diam berusaha tidak peduli merasa kian risih dan tidak nyaman. Bola mata bulatnya bergulir, menelusuri para perusuh dari atas hingga bawah lalu perlahan bergerak menuju Tiger yang masih cukup tenang. Sedangkan Lucas terlihat sudah mengetatkan rahang, mungkin kalau Emmir tidak menahannya remaja itu sudah menerjang si perusuh yang banyak bicara tadi.
"Bawa pergi geng mu yang tidak berguna ini dari hadapanku!" Tiger terdengar bersuara, walaupun terkesan santai tapi sarat akan perintah yang tidak ingin di bantah.
Sontak pria berkalung itu menoleh sembari mendelik, matanya hampir saja melompat dari sarangnya menatap tidak suka pada Tiger dengan cukup jelas.
"Apa tujuan mu hm? Kau tidak berani menghadapi ku secara jantan hingga memilih kembali menjadi Anjingnya dia, Adam?" Tambahnya lagi.
Kali ini seringai diwajah Tiger terlihat, dia perlahan menegakkan tubuhnya menatap tajam pada Adam yang ada di belakang tubuh remaja berkalung itu. Tiger dan remaja yang bernama Moes itu memang sering terlibat masalah, perkelahian bukanlah hal yang asing untuk keduanya. Beberapa bulan yang lalu mereka pernah terlibat perkelahian di lingkungan sekolah gara-gara satu masalah, mengakibatkan Moes serta kelompoknya di skorsing selama dua bulan serta cambukan, sementara Tiger hanya mendapatkan hukuman berupa cambukan sebanyak 3 kali karena menurut pihak terkait Tiger tidak bermain keroyokan hanya ikut terlibat kerusuhan di lingkungan sekolah.
Sepertinya Adam menginginkan sesuatu!
"Bawa mereka berdua pergi!" Titah Tiger pada Emmir, dia memerintahkan itu hanya lewat suara dan gerakan mata. Sementara tubuhnya sudah menegak sempurna dan mendekat pada Moes yang terlihat mulai terpancing olehnya.
"Aku tidak ada urusan denganmu, Tiger. Aku hanya ingin berkenalan dengan gadis itu, kenapa kau terlihat tidak suka? Apa ada sesuatu yang tidak ku tahu selama beberapa pekan ini? Aku tebak kau menyukai-,"
"Tidak ada urusannya dengan mu! Sudah aku katakan bukan jangan pernah memancing ku untuk kedua kalinya, kau akan menyesal Moes!"
Moes terdiam, tidak lama dia tertawa diikuti oleh pengikutnya terkecuali Adam. Adam malah terdiam dengan mata terus saja tertuju pada Camelia yang saat ini sudah beranjak dari duduknya dan bersiap pergi bersama Emmir dan juga Sovia.
"Aku pun tidak ada urusan apapun dengan mu, sudah ku katakan aku hanya ingin berkenalan dengan gadis cantik ini!"
__ADS_1
Grep...!
Satu tangan Camelia berhasil di cekal, tubuhnya sontak tertarik dan menabrak dada seseorang. Mata bulat gadis itu membeliak, berusaha sekuat tenaga untuk meronta agar bisa terlepas namun sayang usahanya sia-sia.
"Hai manis, perkenalkan aku-,"
BUGH!
Satu pukulan telak menyasar wajah Moes. Rengkuhannya terlepas, Camelia sedikit terlempar kalau saja Emmir tidak sigap mungkin kepalanya sudah terhantam ujung meja.
"Berani sekali kau menyentuhnya! Kau tidak tahu kalau calon mertuanya itu lebih ganas dariku!" Desis Tiger.
Remaja bertubuh tinggi itu kembali menerjang Moes, di belakangnya Lucas juga tidak tinggal diam saat melihat para pengikutnya Moes hendak menyerang Tiger karena ketua mereka terkena hantaman terlebih dahulu.
Perkelahian tidak bisa dihindarkan, suasana cafetaria menjadi ricuh. Berulang kali mereka saling pukul, hantam, tendang, bahkan melemparkan tubuh lawan ke lantai serta meja dan kursi.
Camelia yang shock tidak bisa berbuat apapun, Sovia dan Emmir juga terlihat tidak bisa bergerak untuk sekedar keluar dari keributan, mereka terpojok di salah satu meja. Berharap kalau keamanan dan para staf sekolah segera datang dan memisahkan mereka, kalau semakin dibiarkan tidak ada jaminan Moes bisa lepas dari terkaman si Macan dan keluar dengan selamat dari cafetaria.
SABAR CAN🤣🤣
LUCAS EMANG MEMBAGONGKAN
__ADS_1
EMMIR ANAK BAIK KALEM AJA😘