
"KALIAN KENAPA?!" Suara Jiddah Yasmine menggelegar melihat Tiger tengah menduduki perut Lionel dengan tangan yang terus saja menggerayangi tubuh Papanya.
Kedua pria beda usia itu terlihat tidak peduli dengan orang-orang yang menerobos masuk kedalam kamar si anak singa, bahkan Dahliara pun hanya melihat kedua tangan dan menatap malas pada suami serta putranya.
Saat dirinya hampir jantungan karena Lionel memaksa masuk kedalam kamar Tiger tadi, dia pikir akan ada keributan dan perkelahian diantara keduanya, nyatanya memang ada perkelahian tapi tidak seperti ekspetasinya.
Lionel malah menjewer salah satu telinga putranya, memberikan pukulan ringan di area tubuh yang tidak mendekati organ vital, bahkan menggelitik Tiger tanpa henti hingga membuat remaja itu hampir mengompol.
Dan akibatnya Tiger pun tidak mau kalah, dia membalikkan keadaan. Sang Raja kini sudah berada dibawah kuasanya dan sudah menerima konsekuensi seperti dirinya.
"SUDAH, KALIAN SEPERTI ANAK KECIL! APA YANG DIRIBUTIN SIH?!" Jiddi Elvier menarik kerah kaos yang dipakai cucunya, sementara Lord Erkan mengulurkan tangan untuk membantu adik iparnya bangkit.
Rupanya Lionel tidak hanya mendapatkan gelitikan dari Tiger, melainkan pukulan yang sama sekali tidak disadari oleh Dahliara. Sepertinya remaja itu tengah melampiaskan semua amarahnya sekarang, dia memiliki kesempatan itu dan diwujudkannya segera.
"Papa yang mulai!" Tiger mengalihkan pandangannya saat melihat raut wajah tak bersahabat sang kakek. Elvier menatap tajam padanya, seolah memberikan peringatan lewat sorot matanya.
"Kami tidak pernah mengajarimu kurang ajar pada orang tua, Tiger. Minta maaf pada Papa mu!" Suara Jiddi Elvier terdengar dalam dan berat, kali ini sepertinya dia serius menghadapi situasi yang ada.
__ADS_1
"Papa yang mulai duluan Jiddi! Papa menuduhku sudah membuat Mama menangis. Kenapa semua orang selalu memojokkan seperti ini, apa kalian benar-benar ingin aku pergi dari sini!?" Tiger mulai meracau kembali, dia terlalu lelah untuk terus di persalahkan. Beberapa menit yang lalu sang Mama yang menyalahkannya, tidak lama datang Papanya, lalu sekarang Jiddi, nanti Jiddah dan mungkin seluruh keluarga Albarack akan menuduhnya ini itu.
Elvier mengusap wajahnya kasar, dia melirik pada Yasmine yang terlihat menganggukkan kepala. Elvier yang paham akan artinya segera menjauh dari sang cucu, saat ini Tiger belum stabil dan tidak mungkin dilawan dengan kekerasan.
"Lihatlah, aku yakin keributan Tuan Lionel dan Putra Mahkota gara-gara gadis itu. Sudah aku katakan kalau gadis itu hanya membawa masalah saja, keluarga yang dari dulu selalu tenang serta harmonis jadi ribut dan sampai adu tinju karenanya!" Salah seorang pelayan terdengar berbisik pada rekannya, sejak tadi beberapa pelayan melihat semua yang terjadi di kamar Sang Putra Mahkota.
Mereka yang memang hanya manusia biasa ikut penasaran apa yang terjadi didalam sana, dengan lancang nya menguping hingga berbisik membicarakan masalah itu bersama rekannya. Sayangnya bisikan itu sepertinya tidak pandai dia sembunyikan, ada seseorang masih mampu mendengarnya dengan baik dan ikut bagian didalamnya.
"Sejak pertama aku masuk ke dalam rumah ini aku sama sekali tidak pernah mengemis untuk ikut. Dia yang membawaku kesini secara paksa dengan alasan karena demi keselamatan ku. Hingga sebuah pernyataan kembali membuatku tidak bisa berbuat apapun lagi. Sejak awal aku berada disini aku berusaha menahannya, menulikan kedua telingaku, membutakan mata dari ocehan kalian. Gadis tidak tahu diri, tidak berkaca, aji mumpung, gadis licik, gadis miskin yang memanfaatkan keluarga ini, masih banyak lagi hinaan yang kalian lontarkan secara langsung maupun tidak. Aku juga masih punya hati, setidaknya kalau kalian mau menghinaku lakukan saat aku tidak ada. Aku tahu aku miskin, aku tidak lupa berkaca kalian tenang saja tidak perlu khawatir dengan itu!" Suara Camelia terdengar cukup keras, bahkan terkadang bergetar seakan menahan emosi yang telah lama terbendung.
Kedua tangannya mengepal, matamya memerah menatap beberapa pelayan istana Albarack yang tidak jauh darinya. Suara gadis itu pun mampu di dengar jelas oleh Dahliara dan yang lainnya termasuk Tiger.
"Dan apa katamu kemarin, aku merangkak naik keatas tempat tidur Putra Mahkota mu itu?! Otakmu kotor sekali rupanya, perlu dibersihkan dengan bensin!" Setelah mengatakan kalimat terakhir Camelia maju menerjang, dia meraih rambut tersanggul milik pelayan bernama Ola tersebut. Menariknya tanpa ampun hingga wanita muda itu menjerit sekencangnya semakin mengundang para penghuni istana dan pemiliknya.
"AAAKKHHHH LEPASKAN RAMBUTKU GADIS GILA!!" Pelayan itu semakin menjerit saat Camelia tanpan ampun menarik sanggul rambutnya hingga beberapa helai rambut terlepas dari sana.
"Kau pikir karena aku miskin, pendatang di negara ini aku tidak berani menghajarmu dan merobek mulutmu itu! Kau perlu tau kakak pelayan, aku gadis berdarah Indonesia pantang untuk menangis saat ada yang menghinanya, aku atau lawan yang masuk rumah sakit cuma itu pilihannya!" Suara Camelia tidak kalah melingking, perkelahian mereka berdua menjadi ajang tontonan untuk para penghuni istana Albarack yang memang kurang hiburan.
__ADS_1
Beberapa tahun ini istana Albarack terasa sepi tanpa adanya huru hara terlebih setelah para siluman ular hilang dari permukaan bumi dan tidak tahu bagaimana kabarnya. Jiddah Yasmine dan Dahliara yang terkenal bar bar pun tidak pernah lagi menunjukkan pesonanya dan setelah masa itu mati suri kini kembali hidup lagi.
Dan sepertinya duel kedua wanita beda usia serta kasta itu lebih seru dari pada dua hewan buas tadi.
"Astaga!" Yasmine dan Oceana menutup mulut saat melihat apa yang sedang terjadi diluar kamar Tiger.
Tidak ada yang berani mendekat, bahkan Dahliara pun terdiam tidak dapat menggerakkan kedua kalinya melihat berapa mengerikannya Camelia saat mengamuk.
Hingga tanpa mereka sadari ada seseorang tiba-tiba saja berlari kencang menuju arena duel. Dengan cepat menarik tubuh kecil Camelia dari atas tubuh si pelayan sudah tak berbentuk lagi.
"LEPASKAN AKU, AKU INGIN MEROBEK MULUT WANITA ITU!" Jerit nya. Camelia meronta, bahkan memukuli tangan besar yang berhasil membawa tubuhnya melayang dan berakhir di atas pundak seseorang.
"KALIAN JANGAN DIAM SAJA! BAWA DIA SEBELUM MATI DISINI!" Teriaknya.
Semua orang terkesiap, terlihat sibuk mendekati tubuh pelayan Ola yang tidak bergerak lagi. Sementara Dahliara terlihat berlari menyusul Camelia yang tengah di bawa oleh Tiger menjauh dari area pertemuan. Gadis berambut serta bertubuh yang sama pendeknya itu terus saja meronta sembari menjerit minta dilepaskan. Sayangnya bukan iba dan melepaskan, Tiger justru memukul boko*ng milik Camelia yang berada tepat di depan wajahnya hingga membuat gadis itu kembali murka.
"TIGERRRRRRRR CABUULLLL...!" Jerit nya tak terkendali.
__ADS_1
BERSAMBUNG...
SEE YOU TOMORROW๐๐๐