TOBATNYA GADIS ANGKUH

TOBATNYA GADIS ANGKUH
34. PART 34


__ADS_3

Waktu seakan beranjak mengejar purnama demi purnama. Perawatan pada tubuh Giska yang sudah hampir kembali seperti semula, pada tubuh idealnya sebelum ia hamil putranya Rangga.


Dukungan moril dari sang mantan suami, membuat hati Giska yang sudah kembali bersemi saat ini. Daffin sangat lega melihat perubahan Giska dari tiga bulan ini.


Nyonya Nunung yang rajin membawa putrinya ke klinik kecantikan yang merupakan tempat langganan kedua wanita yang beda generasi ini.


"Alhamdulillah, kamu sudah semakin cantik sayang, malah makin cantik saat kamu belum mengandung Rangga.


Giska tersenyum mendapatkan pujian dari bundanya yang selama ini selalu mendukungnya.


"Terimakasih bunda untuk dukungan dan doanya selama ini untuk kebahagiaan Giska." Ucap Giska.


Keduanya menghabiskan waktu bersama untuk menggantikan waktu setahun yang hilang karena Giska harus mendekam di dalam jeruji besi di rutan pondok bambu Jakarta timur.


Kini nyonya Nunung hanya ingin memikirkan kebahagiaan putrinya dan tidak lagi mengutamakan egonya sebab kebahagiaan Giska adalah segala baginya dan suami tercinta.


Keduanya memutuskan untuk makan siang di restoran Korea yang menjadi makanan favorit Giska.


Dari masa remaja Giska sangat senang jika bundanya membawanya ke restoran itu. Makanan anak jaman now memang lagi viral saat ini.


Pilihan menu yang berupa daging sapi panggang yang dijamin kehalalannya di restoran tersebut.


Giska memilih menu kesukaannya yaitu kimbap, kimchi, bulgogi.


Diantara tiga pilihan yang paling ia sukai adalah bulgogi.


Makanan Korea yang tak kalah populer lainnya adalah Bulgogi. Kuliner ini berupa daging sapi yang diiris tipis. Lalu, daging ini akan diberi bumbu berupa kecap asin, gula, dan rempah-rempah lainnya. Kalau kamu ingin tahu rasanya, Bulgogi biasanya sudah tersedia dalam bentuk lain. Seperti snack,mie instan, dan lainnya. 

__ADS_1


Kini giliran nyonya Nunung yang lebih suka makan mie ramyeon dan


Tteokbokki.


"Bunda, nanti kita saling cobain menu pilihan kita ya." Pinta Giska manja.


"Dari dulu juga begitu kan sayang." Timpal Nyonya Nunung.


"Iya sih, cuma ngingetin bunda aja, kali lupa dengan kebiasaan kita." Ucap Giska.


"Sayang, justru momen berharga itu, yang membuat bunda selalu merindukanmu, sayang." Ucap Nyonya Nunung haru.


"Aku juga bunda, selama di dalam penjara, aku merindukan momen kita yang selalu makan bareng dan belanja segala macam yang berurusan dengan dunia wanita." Imbuh Giska.


"Sekarang kita lupakan apa yang telah berlalu, dan mencoba membuka lembaran baru. Sekarang bunda mau tanya, apakah kamu sudah siap menikah lagi dengan Daffin?" Tanya nyonya Nunung.


"Sayang, untuk urusan hati memang mengalahkan apapun rasa sakit yang pernah kita rasakan. Kecewa dan terluka itu sudah menjadi bagian dari ujian perjalanan rumah tangga kita. Tapi harus diingat, kesempatan kedua yang saat ini kamu berikan kepada Daffin, harus diperbaiki sebaik mungkin hingga tidak ada celah setan masuk untuk membujuk kalian mengedepankan ego." Nyonya Nunung menasehati putrinya dengan sangat bijak.


"Insya Allah bunda, mohon doanya agar ke depannya hanya kebahagiaan yang akan kami rasakan, bukan lagi luka yang terbesit untuk diberikan jika kami memiliki masalah lagi untuk ke depannya." Ucap Giska.


Tidak lama kemudian, pesanan mereka siap dihidangkan oleh pelayan restoran tersebut.


Keduanya menikmati hidangan Korea yang menjadi incaran mereka saat ini.


🌷🌷🌷🌷🌷


Pernikahan keduanya kali ini, hanya digelar sederhana oleh kedua pihak keluarga mempelai di kediaman Tuan Ruslin. Daffin tetap memberikan mas kawin untuk wanitanya berupa mobil mewah dan seperangkat alat sholat.

__ADS_1


Banyak sekali nasehat yang diberikan oleh kedua keluarga itu pasangan pengantin itu yang kembali rujuk.


"Daffin, ingat kata-kata Abah, jika suatu saat nanti ada masalah dalam rumah tanggamu, telusuri kebenarannya, jangan asal menuduh, karena pembunuh nomor satu di dunia ini yang paling kejam itu adalah tajamnya lisan dalam penyampaian baik berupa fitnah maupun hasutan apa lagi ghibah.


Jika itu terjadi pada pasangan yang sudah menikah, setan sangat bersuka cita untuk merayakan kemenangannya yang mampu meruntuhkan nilai sebuah pernikahan." Ujar Kyai Azzam tegas.


"Daffin!" Kamu adalah orang yang sudah menyaksikan sendiri kejatuhan Giska ketika kehormatannya diragukan oleh dirimu. Hanya gila saja yang tidak ia alami, depresi berat itu yang sangat menyakitkan kami sebagai orang tuanya. Putra harus lahir dalam keadaaan sakit.


Banyak sekali ujian dalam tiga tahun berturut-turut yang kita semua alami terutama kalian berdua yang merayakannya langsung. Jadi ayah mohon singkirkan ego kalian saat marah, belajar bagaimana Rosulullah menyikapi setiap masalah dengan diawali duduk, berbaring lalu berwudhu dan sholat mutlak dua rakaat. Meminta petunjuk Allah sebagai solusi dalam memecahkan masalah. Hiburlah hati kalian dengan Alquran. Kalian orang-orang terpelajar, apa lagi kamu Daffin yang lebih banyak mengenyam ilmu agama dari pada Giska yang sangat minim dengan ilmu agama tapi sejalannya waktu ia sudah menghafal Alquran 30 juz selama berada dipenjara dan menghafal enam ratus lebih hadist dan itu suatu kebanggaan bagi kami kedua orangtuanya. Hikmah yang sangat banyak yang diambil Giska dari ujian ini." Ucap Tuan Ruslin bijak.


"Insya Allah ayah, kami akan mengingat itu semua dan kami berjanji tidak akan membuat keluarga kami kecewa lagi." Ucap Daffin dengan sungguh-sungguh.


"Kalau begitu kami langsung pamit mau ke Paris Perancis ayah, Abah, bunda dan Ummi." Ucap Giska.


Keduanya langsung menuju bandara internasional Soekarno-Hatta. Keduanya berangkat tanpa membawa putra mereka Rangga yang saat ini lebih senang dengan Oma dan opanya.


"Terimakasih atas kerelaanmu sayang karena sudah menerimaku lagi sebagai suamimu." Ucap Daffin ketika sudah berada di dalam pesawat.


"Allah membuka pintu tobat untuk setiap hambaNya yang datang membawa setumpuk dosa dengan memohon ampunan dosanya pada Sang Khaliq. Aku pun harus melakukan hal yang sama untuk memaafkan mas Daffin dan memberikan mas Daffin kesempatan kedua." Ujar Giska tersenyum manis menatap wajah suaminya.


"Alhamdulillah ya Allah atas anugerah terindah yang dikaruniakan kepada kami berdua, yaitu cinta tulus kami yang saling memaafkan karena mencintaiMu." Ucapan syukur yang tiada henti dari mulut Daffin.


"Aku sedang menabung uangku untuk membelikan pesawat jet pribadi untuk kita bisa berjalan-jalan keliling dunia tanpa harus memikirkan tiket lagi dan urusan boarding." Ucap Daffin yang ingin menyenangkan hati istrinya.


"Tidak apa mas Daffin, aku senang seperti ini, membaur bersama dengan orang-orang dari kelas sosial yang berbeda, dengan begitu kita lebih banyak mengucapkan rasa syukur kita kepada Allah." Ujar Giska yang sangat mesra pada suamiku.


Daffin mengeratkan pelukannya pada istrinya yang sangat ia cintai ini.

__ADS_1


__ADS_2