TOBATNYA GADIS ANGKUH

TOBATNYA GADIS ANGKUH
39. PART 39


__ADS_3

Daffin dan Giska yang baru pulang dari bulan madu ke Paris Perancis, ingin mengunjungi putranya Rangga di mansion orangtuanya Giska dengan membawa oleh-oleh.


Setibanya di mansion, Rangga yang melibatkan kedatangan kedua orangtuanya berlari memeluk ibunya.


"Mami!" Ucap Rangga lalu mencium pipi Giska.


"Papi!" Rangga beralih ke Daffin dan memberikan kecupan pada pipi papinya.


Daffin memberikan mobil mainan untuk putranya. Rangga merasa sangat bahagia mendapatkan hadiah dari papinya.


"Makasih papi." ujar Rangga lalu berkutat dengan mainan barunya.


Giska memeluk kedua orangtuanya. Daffin menyalami tangan kedua mertuanya.


"Gimana bulan madunya nak?"


"Alhamdulillah bunda, Giska dan mas Daffin puas keliling Eropa." Ucap Giska menceritakan pengalaman bulan madu mereka di kota yang terkenal dengan menara Eiffel-nya itu.


Daffin hanya mengobrol dengan ayah mertuanya tentang bisnis mereka masing-masing.


Tidak lama kemudian Daffin pamit ingin ke perusahaannya karena ada urusan penting.


"Sayang, aku ke perusahaan sebentar ya, nanti pulang aku jemput kamu lagi" Ucap Daffin seraya mengecup kening istrinya.


"Tidak usah mas Daffin, biar Giska di antar sama Pak Ardi." Ucap Giska.


"Baiklah sayang!" Jangan ke mana-mana dan temanin putra kita Rangga." Ucap Daffin.


"Siap bos!"


Giska mengantarkan suaminya sampai mobilnya. Lalu kembali ke dalam menemani putranya.


Setelah makan siang, Nyonya Nunung mengajak Giska membuat kue. Chef Yani yang merupakan chef pribadi keluarga Giska siap mengajari nona mudanya ini membuat kue. Giska melakukannya dengan sebaik mungkin, ia sangat lihai dalam menata kuenya hingga terlihat indah.


"Kue ini aku bawa pulang ya bunda." Ucap Giska lalu mengajak putranya ikut bersamanya.


"Rangga nggak mau tidur sama mami. Rangga mau di sini temani Oma dan opa." Ujar Rangga manja pada Giska.

__ADS_1


"Biarkan saja dia di sini Giska, lagi pula kamu mau melakukan program hamil lagi, jadi fokus saja mengurus Daffin." Ujar Nyonya Nunung.


"Yah sudah nggak apa bunda, kalau Rangga memang mau tinggal sama ayah dan bunda." Ucap Giska ikhlas karena Rangga dibesarkan oleh kedua orang tuanya.


Giska akhirnya pamit pulang kembali ke rumah suaminya, yang diantar oleh Pak Ardi, sopir pribadi bundanya.


🌷🌷🌷🌷🌷


Giska kembali ke mansion dengan membawa kue kesukaan Giska. Gadis ini belajar membuat kue di mansion bundanya untuk di suguhkan kepada suaminya. Cheese cake yang dibuat oleh dirinya lalu disiapkan Giska untuk suaminya.


Giska hanya menunggu kepulangan suaminya dari perusahaannya, dia ingin menyambut suaminya dengan berdiri di atas balkon kamarnya. Giska sudah berdandan cantik siap menyambut suami tercinta, dari balkon kamarnya sudah terlihat mobil suaminya memasuki halaman mansion.


Giska turun menyambut suaminya, lelaki tampan ini langsung memeluk Giska mengangkat tubuh Giska lebih tinggi dari tubuhnya, sambil melangkah.


Giska bercerita apa saja dalam gendongan suaminya, seperti anak kecil yang menyambut ayahnya pulang kerja lalu mengadu apa saja pada ayahnya. Itulah sifat manja Giska dihadapan suaminya.


Sikap manja istrinya ini membuat Daffin sangat senang, walaupun lelah bekerja melihat raut wajah ceria istrinya membuatnya kembali bersemangat.


" Hallo My hubby!"


"Assalamualaikum nyonya Daffin cantik..muucch," sambut Daffin mengecup bibir sensual Giska.


"Tapi aku maunya cobain kamu dulu," goda Daffin tanpa menurunkan istrinya dalam gendongannya seperti koala sambil menaiki anak tangga menuju kamar mereka.


"Boleh, dengan senang hati, tapi makan dulu kuenya ya sayang." Ujar Giska


"Emang kuenya buat aku?"


"Emang buat siapa lagi kalau bukan buat suamiku yang paling tampan sedunia," ucap Giska lalu merentangkan kedua tangannya, menunjukkan kata sedunia selebar dua lengan tangannya.


Suaminya terkekeh melihat ulah wanita manja yang sudah sah menjadi istrinya lagi saat ini, setelah sampai di kamar, Daffin baru menurunkan istrinya, Giska meraih piring kue yang dekat dengan dirinya berdiri yang sudah disiapkannya tadi.


Ia lalu memberikan potongan kue kepada suaminya untuk dicicipi kue buatannya yang pertama kali dia buatnya setelah jadi istri Daffin lagi.


"Gimana sayang, enak nggak?" Tanya Giska menatap ekspresi wajah suaminya dengan cemas.


"Enak sih, tapi lebih enakkan yang ini," ucap Daffin yang langsung membekap bibir sensual istrinya dengan bibirnya.

__ADS_1


🌷🌷🌷🌷


Tiga bulan pernikahan mereka, Giska belum menunjukkan tanda-tanda kehamilan pada dirinya.


Tapi ia tidak mempermasalahkan itu semua karena mereka sudah memiliki satu putra yaitu Rangga yang kini sudah berusia empat tahun.


Giska yang menunggu kepulangan suaminya dari perusahaan, terlihat gelisah.


Iapun setia menanti kepulangan suaminya sambil membuka aplikasi ponselnya dan mencari artikel yang bisa ia baca untuk menambah wawasannya.


'"Mengapa kamu belum tidur? ini sudah terlalu malam sayang." Ujar Daffin yang sudah berada di depan Giska.


"Aku tidak bisa tidur kalau kamu belum pulang." Ujar Giska.


"Terimakasih sayang, sudah mau menungguku pulang." ujar Daffin.


Di kamar, Giska melepaskan jas suaminya dan semua pakaian yang melekat pada tubuh suaminya.


Daffin memperhatikan bibir ranum istrinya yang sedang menggodanya saat ini.


Daffin memagut bibir dengan gemas dan Giska menyambut kehangatan bibir dan lidah Daffin dalam mulutnya. Keduanya saling berebut, saling menukar saliva, mengisap dan mengecap sampai keduanya meletakkan pagutan itu dengan nafas yang terengah-engah.


Daffin membuka kancing baju Giska satu persatu mulai menikmati dua bukit di belahan dada istrinya, permen coklat muda yang kenyal milik istrinya disapu dengan lidahnya, membuat istri terbang melayang menikmati sentuhan lidah suaminya.


"Apakah kamu mau mandi sayang?, aku sudah menyiapkan air hangat untukmu."


"Tapi aku ingin kita mandi berdua sayang."


"Baiklah!"


"Sayang, kita lanjutkan di kamar yuk!" Ajak Daffin yang sudah tidak tahan berlama-lama berendam di dalam air.


Mereka keluar dari bathtub dan Daffin membalut handuk pada tubuh istrinya lalu menggendongnya lagi masuk ke dalam kamar mereka. Tubuh Giska di rebahkan diatas kasur dan Daffin mulai percintaan mereka dengan ciuman hangat.


Keduanya sama-sama mendaki untuk mencapai puncak kenikmatan bersama lalu tubuh Giska jatuh terkulai dengan bermandikan peluh sekujur tubuh mereka.


Giska merebahkan tubuhnya diatas dada bidang Daffin, keduanya tidur dalam pelukan hangat, melewati mimpi, menjemput pagi untuk memulai lagi rutinitas mereka.

__ADS_1


Keesokan paginya, keduanya duduk menikmati sarapan pagi mereka. Giska melayani suaminya di atas meja makan. Keluarga kecil itu kembali merasakan kebahagiaan setelah melewati beberapa ujian. Kini keduanya berusaha memperbaiki keadaan yang pernah mereka lakukan kesalahan demi kesalahan di tahun keempat pernikahan mereka dulu.


Semuanya terlupakan seiring berjalannya waktu. Giska kini lebih memilih menjadi ibu rumah tangga yang baik untuk keluarganya.


__ADS_2