TOBATNYA GADIS ANGKUH

TOBATNYA GADIS ANGKUH
40. PART 40


__ADS_3

Daffin ingin mengajak istrinya ke permukaan miliknya. Selama menikah dengan Giska dari awal pernikahan pertama mereka, hingga pernikahan mereka untuk kedua kalinya mereka rujuk kembali, baru kali ini Daffin membawa Giska ke perusahaannya, mereka di sambut oleh para karyawan yang sudah berdiri berjejer rapi menyambut bos mereka.


Langkah kaki Daffin yang berjalan tegak nampak gagah dengan wajah tampan yang mengundang banyak pasang mata menatapnya dengan kekaguman. Begitu pula dengan Giska yang tampak cantik bak model berjalan menggandeng lengan suaminya dengan menebar senyum manisnya.


Semua karyawan memberikan ucapan selamat datang untuk mereka berdua. Daffin berdiri di antara para karyawan perusahaannya lalu memperkenalkan kembali Giska sebagai istrinya.


"Selamat pagi Tuan Daffin, selamat datang ke perusahaan nona muda!" Ucap karyawan serentak seraya membungkukkan badan mereka.


"Selamat pagi semuanya, perkenalkan ini istriku Giska dan kami berdua kembali rujuk setelah perceraian pertama kami. Dia baru kali ini datang mengunjungi perusahaan kami.


Aku harap atas kerjasama kalian untuk membuat istriku tetap nyaman saat berada di kantor ini, dia juga memiliki perusahaan sendiri, pasti kalian sudah banyak tahu tentang kehidupan istriku."


"Hari ini kita akan mengadakan pesta kecil untuk merayakan pesta pernikahan kami yang belum sempat dirayakan bersama kalian dan Fais tolong koordinasikan dengan tim dan jangan undang wartawan, cukup relasi kita saja."


"Baik tuan siap laksanakan."


Daffin dan Giska sudah memasuki lift utama, hanya mereka berdua yang berada di lift itu, Daffin memanfaatkan kesendirian mereka dengan mengecup bibir Giska.


"Mas Daffin jangan nakal gitu ah!"


"Kamu makin cantik saja sayang." Puji Daffin yang melihat kecantikan istrinya lebih bersinar hari ini.


"Nanti kalau aku gendut, apa kamu masih suka sama aku?" Tanya Giska.


"Tentunya sayang, tidak ada yang berubah dariku, saat aku pertama kali mengenalmu dan akan terus begitu sampai ajal menjemputku."


"Jangan mengatakan hal yang mengerikan mas Daffin, karena aku masih sangat trauma dengan kecelakaan yang menimpamu setahun yang lalu. Aku sangat takut ketika melihatmu koma dan sulit untuk cepat sadar saat aku masih mendekam dalam penjara."Ucap Giska dengan raut wajah sedih.


"Apakah kamu masih mengingat kejadian itu sayang?"


Lift terbuka, keduanya sudah melangkah menuju ruang kerja VVIP milik Daffin. Ruangan itu sangat modern dengan sentuhan arsitektur yang tertata rapi semua fasilitas kantor yang sangat elegan.


Di dalam ruangan Daffin ada kamar pribadi yang dijadikan Daffin sebagai tempat istirahat saat kelelahan bekerja. Aroma wangi terapi dalam ruangan itu menebarkan bau harum menenangkan pikiran bagi siapa saja yang menghirupnya.

__ADS_1


Daffin sengaja meminta asisten Faiz memasang aroma terapi di ruang kerjanya. Daffin mengajak istrinya untuk duduk di kursi kebesarannya.


"Sayang, sini duduk!" Ajak Daffin pada Giska.


"Aku duduk di mana sayang? kalau kamu mengajak duduk di kursimu."


"Aku akan memangkumu sayang, karena aku ingin selalu dekat denganmu." Ujar Daffin.


"Sepertinya sikap manjamu terbawa karena ada maunya deh.


"Yah mungkin saat ini kamu sedang hamil sayang jadi aku sepertinya ingin dimanja olehmu saat ini," tukas Daffin sambil menggiring tubuh istrinya mendekati meja kerjanya.


"Ah kamu makin nakal saja sih sayang!" Giska mulai tergoda dengan sikap suaminya.


"Aku nakal karenamu, milikmu yang membuat aku tidak betah jauh darimu sayang," ucap Daffin lalu mengangkat tubuh istrinya menempatkannya di atas meja kerjanya.


Dengan perlahan Daffin mengecup bibir istrinya dan memberikan hadiah yang sudah ia siapkan untuk Giska berupa seperangkat perhiasan dan ponsel keluaran baru.


"Mas Daffin! Aku tidak berulang tahun hari ini, mengapa memberiku hadiah mahal ini?" Tanya Giska.


Daffin kembali memeluk tubuh istrinya. Ia ingin berdua saja dengan istrinya diruang kerjanya saat ini.


Giska merasakan kehangatan cinta suaminya yang diberikan kepadanya saat ini. Ia sangat yakin bahwa suaminya sedang belajar memperbaiki dirinya. Daffin memagut bibir sensual istrinya tapi ciuman itu terhenti karena ada ketukan pintu ruang kerjanya milik Daffin.


"Kenapa asisten Faiz mengangguku sepagi ini, bukankah dia sudah hebat saat ku tinggalkan sendiri." Daffin menggerutu pada asistennya Faiz.


Giska mengambil kembali jilbabnya yang sempat dilepaskan oleh suaminya lalu ia buru-buru masuk ke kamar milik pribadi suaminya.


Pintu di buka lalu muncullah asistennya Faiz.


"Tuan Daffin! teman-teman sudah berkumpul diruang meeting dan mereka sedang menunggu kedatangan anda dan istri anda Tuan Daffin. Apakah pesta anda masih berlaku?" Tanya Faiz.


"Nanti kami akan segera ke sana Faiz." Ujar Daffin.

__ADS_1


Faiz meninggalkan lagi ruang kerja bosnya lalu menghampiri teman-teman yang sudah menunggu kedatangan bos Daffin dan istrinya.


"Ayo sayang kita menemui semua karyawanku untuk merayakan pesta pernikahan kita yang ke dua kalinya." Ujar Daffin.


Daffin dan Giska menuju ruang meeting.


Pintu dibuka oleh Daffin. Rupanya ada hadiah yang sudah disiapkan oleh para karyawannya berupa sebuah lagu yang dinyanyikan oleh mereka.


Daffin dan Giska mendengar suara indah yang dinyanyikan oleh dua orang staf suaminya.


Lagu itu sangat menyentuh hati keduanya. Daffin pun memberikan tepuk tangan meriah setelah lagu itu didendangkan oleh mereka.


"Selamat atas pernikahan yang keduanya Tuan Daffin dan nona Giska." Ucap mereka serentak.


"Terimakasih teman-teman atas kejutan dari kalian. Kami mohon doanya agar kami segera diberikan momongan lagi oleh Allah SWT." Pinta Daffin kepada semua karyawannya.


"Semoga selalu bahagia dan tidak akan ada lagi kata perpisahan." Ucap salah satu karyawan.


Sebenarnya mereka juga mengetahui kemelut rumah tangga Daffin dan Giska saat itu, hingga Giska masuk ke hotel prodeo.


Mereka juga sangat cemas ketika Daffin yang hampir setahun mengalami koma.


Setiap hari Faiz selalu meminta karyawannya untuk mendoakan Daffin agar cepat sadar dari komanya.


Ketika mengetahui kalau pasangan ini kembali rujuk, mereka sangat bersyukur atas keberhasilan Daffin yang meyakini kembali Giska untuk membina rumah tangga yang sempat karam karena ulah seorang bayi wanita yang sangat kejam pada pasangan itu.


"Silahkan menikmati hidangannya teman-teman." Ucap Daffin.


Sebelum mereka menikmati hidangan yang disiapkan oleh asisten pribadinya Faiz, para karyawan itu menyalami pasangan yang sangat serasi ini.


Ada seorang wanita yang merupakan karyawan Daffin yang sudah senior diantara para karyawan yang lain, menghampiri pasangan itu.


"Tuan Daffin!" Semoga ini adalah ujian kalian yang terakhir dan jangan pernah mengucapkan kata-kata cerai setiap kali mendapatkan masalah." Ucap ibu Aini.

__ADS_1


"Insya Allah Bu, kami sudah tahu rasanya kehilangan, jadi kami ingin memperbaiki kesalahan kami yang lampau." Ujar Daffin.


"Jangan pernah mencari yang sudah pergi. Jangan pernah menunggu yang sudah berlalu dan jangan pernah mengulang kesalahan yang sama di masa lampau." Lanjut ibu Aini menasehati pasangan ini.


__ADS_2