TOBATNYA GADIS ANGKUH

TOBATNYA GADIS ANGKUH
41. PART 41


__ADS_3

Karena belum juga dikaruniai momongan lagi. Giska mengajak suaminya berkunjung ke pulau seribu. Giska ingin sekali menikmati pasir laut dan keindahan laut yang terbentang menembus batas pandangan mereka.


Laut yang menawarkan sejuta pesona. Laut yang bisa membuat manusia melepaskan segala beban hidupnya hanya dengan memandangnya saja.


Seminggu berada di pulau seribu membuat Giska menjadi sangat akrab dengan penduduk di sekitar pulau tersebut yang tidak jauh dengan tempat penginapan mereka.


Daffin mengajak istrinya jalan-jalan disekitar pantai untuk menikmati aroma air laut. Tidak terasa sampai di suatu tempat yang sudah tidak terlihat oleh warga Daffin melabuhkan bibir ranum istrinya dengan bibirnya, memagut bibir itu berulang kali seakan keduanya sedang haus ingin mereguk saliva diantara rongga mulut mereka.


Giska menikmati ciuman hangat itu, membiarkan ombak laut menjadi saksi mereka, memberikan satu kesan lagi di pulau itu bahwa cinta mereka telah dihalalkan tanpa harus takut amukan warga.


Cinta yang indah, perjalanan cinta yang berliku-liku bagai ombak yang akan setia kembali menyapa bibir pantai untuk terus bersua tanpa lelah, dan tanpa berhenti mencintai, begitulah gambaran cinta mereka saat ini.


Giska dan Daffin duduk di atas hamparan pasir, udara sejuk dari arah pantai sore itu mulai berhembus menghempaskan jilbab panjang yang ikut menari tertiup angin. Sambil merangkul, keduanya hanya memandang birunya air laut dan burung camar terbang melayang mencari santapannya yang tersedia di dalam laut, sesekali mereka bisa menangkap ikan dengan paruhnya yang panjang dan kembali terbang menuju sarangnya di mana anak-anak mereka sedang menanti kepulangan induk mereka membawa makanan.


Alex meminta Giska untuk duduk bersandar di dada bidangnya dan mulai membuka suaranya menceritakan keagungan Allah yang menciptakan fenomena laut yang belum diketahui Giska, istrinya.


"Sayang, apakah kamu tahu bahwa laut itu terbagi dua yang sebelahnya ada air tawar dan sebelahnya lagi ada air asin padahal mereka menyatu dan hebatnya lagi mereka tidak tercampur, masing-masing bagiannya mempertahankan kadar airnya, satu tetap tawar dan satu lagi tetap asin."

__ADS_1


"Iya, aku pernah mendengar kisah itu dari para ilmuwan yang menemukan laut yang berbeda rasa itu tapi masih menyatu tanpa tercampur." Jawab Giska


"Itu terbukti dalam Al-Qur'an sayang, tentang fenomena laut itu. Allah berfirman dalam surat,


"Dan Dialah yang membiarkan dua laut yang mengalir (berdampingan); yang ini tawar lagi segar dan yang lain asin lagi pahit; dan Dia jadikan antara keduanya dinding dan batas yang menghalangi," Surah Al Furqan


"Bukan cuma kejadian laut sayang, tapi semua yang ada di langit dan di bumi berserta makhluknya sudah tertuang dalam Alquran, hanya orang-orang tertentu yang mau mengkaji isinya dan tidak sedikit para ahli non muslim yang sudah membuktikan kebenarannya dan mendapatkan hidayah setelah mereka tergerak untuk mengetahui hasil penemuan mereka ternyata sudah disebutkan dalam Al-Qur'an." ucap Daffin menjelaskan apa yang ada dalam kitab suci umat Islam ini.


"Dibelahan negara mana yang terdapat kedua air tawar dan asin yang ada di laut itu?" tanya Giska yang masih penasaran dengan cerita Daffin


"MasyaAllah, ternyata Alquran diturunkan 1400 tahun yang lalu tapi terbukti semua isinya dengan penemuan-penemuan baru oleh para ahli." ucap Giska yang takjub mendengar suaminya menceritakan bagian kekuasaan Allah yang patut mereka syukuri."


Karena hari sudah mulai gelap Giska dan Daffin kembali ke tempat mereka di mana speed boat mereka sedang menunggu, keduanya berlari sambil sesekali bercanda riang seraya menyiram air laut ke pasangannya. Tidak terasa mereka sudah berada di depan warga yang masih setia menunggu mereka. Acara perpisahan kembali terjadi, satu persatu Giska berpamitan dengan para warga yang selama seminggu ini diwawancarai Giska tentang kehidupan para nelayan, Giska memeluk ibu Lilis dan menghadiahi wanita itu dengan cincin yang saat ini sedang dipakainya.


Ibu Lilis menangis haru dan mendoakan kebahagiaan Giska. Warga mengantar pasangan pengantin baru ini sampai ke speed boat mereka. Keduanya naik speed boat tersebut melanjutkan perjalanan mereka menuju kapal pesiar yang berlabuh di tengah laut. Lambaian tangan dan isak tangis warga melepaskan kepergian gadis yang pernah memberikan mereka banyak manfaat dan di pulau seribu yang banyak menyimpan kenangan indah.


Gadis ini juga yang sudah memberikan sumbangan yang banyak untuk mendirikan sekolah untuk anak-anak usia sekolah dasar. Gadis yang baik hati, cantik dan bersahaja kini harus meninggalkan pulau mereka dan kembali lagi ke Jakarta.

__ADS_1


Daffin berharap sepulangnya mereka dari pulau seribu, akan ada kabar baik untuk ia dan istrinya Giska. Giska yang dermawan ingin membagikan sebagian rejekinya pada warga yang kurang mampu di manapun ia pergi ke tempat itu. Hari itu hari terakhir mereka di pulau seribu.


Cinta keduanya begitu kuat, kepribadian yang sempurna dan kini keduanya telah bersatu dalam ikatan suci dan akan meneruskan keturunan mereka jika Allah menghendaki mereka dengan momongan sebagai pelengkap kebahagiaan keduanya.


"Selamat tinggal pulau kenangan suatu saat kami akan mengunjungimu bersama anak-anak kami kelak. Terimakasih atas sejuta kenangan yang tertoreh indah dalam lembar kehidupanku." Gumam Giska dalam hatinya.


🌷🌷🌷🌷🌷


Pulang berlibur di pulau seribu, Daffin kembali ke aktivitasnya. Laporan yang diterimanya dari asistennya Faiz bahwa perusahaannya mengalami kerugian besar atas pengkhianatan yang dilakukan oleh beberapa orang karyawannya.


Daffin meminta rapat dadakan dengan semua pihak yang terlibat dalam perusahaannya. Mereka harus mengulik satu persatu yang menjadi kendala dalam tingkat pelayanan untuk menyalurkan pesanan mereka ke berbagai distributor dan juga barang yang akan di ekspor ke luar negeri.


Rapat berjalan alot, kurang adanya transparansi dalam menyampaikan suatu masalah yang selalu dikeluhkan para konsumen dari karyawannya. Daffin sangat geram dengan ketidaknyamanan ini. Ia sangat mencurigai orang-orang yang sedang ingin mengkhianatinya.


"Ok, rapat kita tunda minggu depan, jika diantara kalian tidak bisa menemukan letak masalahnya, kalian akan saya depak dari perusahaan ini. Kali ini ancaman saya bukan lagi gertakan tapi kali ini akan saya buktikan dihadapan kalian. Terimakasih selamat siang, silahkan kembali ke tempat kalian." Ucap Daffin lantang dengan tatapan matanya yang tajam menatap karyawan yang tidak becus bekerja.


Ketika Daffin sedang memeriksa kembali berkas-berkas yang diberikan oleh asistennya Faiz, Daffin melihat banyak sekali keganjalan dari laporan yang ditemukan di lapangan. Permainan orang dalam yang ingin ditangkapnya dengan bukti yang kuat tapi bingung dengan cara seperti apa. Seketika kegusarannya mulai menemukan jawaban, ia tahu siapa yang harus menyelesaikan penyelewengan dana perusahaan dalam bentuk laporan fiktif.

__ADS_1


__ADS_2