TOBATNYA GADIS ANGKUH

TOBATNYA GADIS ANGKUH
38. PART 38


__ADS_3

Giska yang tidak bisa lagi menahan rindu pada putranya meminta suaminya untuk segera kembali ke tanah air.


Dengan menumpang pesawat komersil, keduanya memutuskan kembali ke Jakarta.


Giska membeli banyak oleh-oleh untuk keluarga besarnya. Hasratnya untuk merasakan kembali udara segar di tanah air tercinta yang saat ini sudah berada diatas bandara internasional Soekarno-Hatta siap untuk melakukan pendaratan.


"Alhamdulillah, terimakasih ya Allah, akhirnya tiba juga di Jakarta." Ucap Giska.


"Sayang, kita mau ke mansion kita atau ke rumah ayah ketemu dulu sama baby Rangga?" Tanya Daffin.


"Sebaiknya kita istirahat dulu sayang, badan aku pada pegal semua." Ucap Giska ketika masih berada di dalam mobil menuju mansion suaminya.


"Lagi pula, ini sudah larut malam sayang ditambah lagi hujan yang baru saja berhenti." Ucap Daffin.


Jalanan sedikit macet karena ada air yang tergenang di beberapa titik jalanan ibukota, membuat kendaraan bergerak sedikit lebih pelan. Daffin melihat Giska sedang memperhatikan tukang nasi goreng yang ada di pinggir jalan sedang melayani para pelanggannya.


"Kita makan yuk sayang, kelihatan nasi gorengnya enak tuh," ajak Daffin yang sengaja menawarkan makanan yang dijual di pinggir jalan.


"Kamu ingat dengan masa lalu kita yang selalu makan di pinggir jalan ya sayang?" Tanya Giska.


"Tepat sekali sayang karena saat ini aku ingin mengulang kembali kisah itu dengan wanita yang sama yang aku cintai." Ujar Daffin.


"Alhamdulillah terimakasih sayangkuh." Ucap Giska.


"Kamu mau makan nasi goreng kan sayang?" Daffin mengulangi lagi perkataannya.


"Baiklah! kamu tahu aja kalau aku lagi kepingin makan nasi goreng." Ucap Giska.


"Tapi makannya di mansion saja ya sayang, daripada disitu terlalu ramai." Ujar Daffin.


"Keburu dingin mas Daffin, kalau nunggu sampai mansion kita." Ucap Giska.


"Ok, aku menepi mobilnya dulu ya."


Dengan di bantu tukang parkir, mobil Daffin di arahkan untuk mengikuti barisan mobil lainnya. Tukang parkir mendekati Daffin melindungi lelaki itu dari hujan yang masih rintik.


"Permisi Tuan, saya akan antarkan Tuan ke tempat nasi goreng." Tukang parkir itu menawarkan ojek payung pada Daffin.

__ADS_1


"Terimakasih pak, saya punya payung sendiri." ujar Daffin.


Tukang parkir itu hanya mengangguk hormat, lalu ia mulai membantu lagi mobil lain yang ikut parkir di belakang mobil Daffin. Daffin membuka pintu mobil untuk istrinya dan keduanya mencari tempat di bawah tenda nasi goreng. Keduanya duduk sembari melihat menu nasi goreng.


"Kamu mau makan nasi goreng rasa apa sayang? tanya Giska kemudian.


"Rasa cintamu, sayang." Ujar Daffin mesra.


"Ih mas Daffin ditanya yang benar juga." Giska menggerutu.


"Aku ikut kamu saja sayang."


Giska memanggil salah satu pelayan yang sedang menunggu mereka memesan.


"Bang tolong dua nasi goreng seafood dan dua gelas teh manis hangat ya." Ucap Giska.


Pelayan itu mencatat pesanan keduanya lalu mengantarkan ke koki nasi gorengnya. Tidak lama pesanan mereka datang.


Daffin menyingkirkan beberapa perlengkapan yang tersedia di atas meja, memberi ruang pada pelayan itu untuk memudahkan ia meletakkan piring yang sudah berisi nasi goreng seafood. Giska begitu girang, karena makanan kesukaannya sudah datang.


"Ayo kita makan sayang mumpung masih hangat." Ujar Daffin.


"Tenang saja sayang!" Bibi Ima selalu merawat tanamanmu." Ucap Daffin.


Giska mengangguk-anggukkan kepalanya. Mereka kemudian menghabiskan makanannya dan segera kembali ke mobil.


Mobil Daffin kembali bergerak di bantu oleh abang tukang parkir. Daffin memberikannya tip yang lumayan besar kepada abang tukang parkir .


Melihat uang yang diberikan Daffin kepadanya, tukang parkir itu langsung mengangkat kedua tangannya ke atas untuk mengucapkan rasa syukurnya kepada Allah dan tidak lupa mendoakan kebahagiaan Daffin dan Giska


"Hati-hati tuan, nyonya, terimakasih." Ucap abang parkir itu sambil tersenyum ramah pada Daffin.


🌷🌷🌷🌷🌷🌷


Setibanya mereka di mansion, keadaan di dalam mansion itu sangat sepi hanya penjaga gerbang mansion yang setia menjaga kediaman milik Daffin.


Giska masuk ke kamarnya yang sangat ia rindukan. Daffin yang kelihatan segar kembali, setelah makan nasi goreng mendekati istrinya.

__ADS_1


Giska menghela nafas panjang, ia merasa curiga dengan kelakuan Daffin yang tidak mau menjaga jarak dengannya. Dari pada berdebat mending tidur, itu yang dipikirkannya saat ini.


"Sayang, kamu nggak mau membersihkan diri dulu?" Tanya Daffin yang melihat istrinya langsung masuk ke dalam selimut.


"Apa maksudnya menyuruhku membersihkan diri pasti ujung-ujungnya bercinta lagi. Giska pasrah. Iapun segera bangkit dan masuk ke kamar mandi untuk membersihkan tubuhnya.


Sedangkan Daffin turun ke dapur untuk membuatkan susu cokelat hangat untuk mereka berdua. Setelah mandi Giska merasakan tubuhnya sangat segar, ia yang sudah memakai kimono langsung merebahkan tubuhnya di tempat tidur milik mereka.


"Giska minum dulu susumu sayang! jangan tidur dulu supaya badanmu kembali hangat." Pinta Daffin.


"Aku sudah ngantuk mas Daffin," ucap Giska setengah mengantuk.


"Ayo! aku bantu kamu minum susunya." Pinta Daffin.


Daffin mengangkat tubuh Giska setengah duduk dan membantu mendekatkan gelas susu itu ke mulut Giska. Giska hanya meneguknya setengahnya saja lalu memilih kembali tidur. Daffin meletakkan gelas di atas nakas di sisi tempat tidurnya, kemudian menarik selimut menutupi tubuh Giska yang sudah pulas.


Daffin mengecup bibir kenyal istrinya lalu tersenyum.


"Selamat datang di mansion kita nyonya Daffin, aku sangat mencintaimu. Selamat tidur sayang! semoga kita bertemu dalam mimpi." Ucap Daffin.


Daffin memeluk tubuh istrinya dan ikut terlelap dalam mimpi yang indah yang telah menanti mereka untuk merenda hari esok.


Para pelayan bangun jam empat pagi. Ketika mengetahui jika bos mereka sudah pulang dari bulan madu semuanya bergegas melakukan aktivitas mereka masing-masing.


Giska dan Daffin berjalan di taman mansion selepas subuh. Giska memperhatikannya setiap tanaman


nya yang tumbuh subur selama dirinya meninggalkan rumah ini selama tiga tahu.


"Mungkin bibi Ima selalu menanamnya lagi ketika panen sayuran, jadi tidak ada tanah yang dibiarkan gundul." Ucap Giska yang begitu puas melihat tanamannya tetap tumbuh subur.


"Iya sayang, kami tetap merawatnya dan melakukan pemupukan tiap tiga bulan sekali." Ucap Daffin.


"Assalamualaikum non Giska!" Sapa bibi Ima ketika melihat Giska di kebun belakang mansion.


"Waalaikumuslam bibi Ima." Ucap Giska lalu memeluk bibi Ima melepaskan kerinduannya.


"Selamat datang lagi di kediaman non Giska!" Ucap bibi Ima haru.

__ADS_1


"Bibi Ima sehatkan?" Tanya Giska yang masih meneteskan air matanya.


"Sangat sehat untuk bisa berenang dengan nona Giska." Ucap bibi Ima.


__ADS_2