
Setelah satu minggu dirawat di rumah sakit, kini Marcell sudah diperbolehkan pulang karena kondisinya pun sudah membaik.
"Alhamdulillah ya Mas, akhirnya kamu bisa pulang juga," ucap Chintya penuh bahagia.
"Semua berkat doa istri shalihah aku," ucap Marcell dengan senyuman manis di bibirnya.
"Ku bisa aja Mas."
Marcell terus berjalan keluar dari rumah sakit itu dengan tangan yang terus digandeng oleh Chintya.
Julius berjalan dibelakang mereka sembari memperhatikan kondisi di sekeliling mereka, Julius selalu waspada karena takut ada yang mengancam keselamatan Chintya ataupun Marcell karena sampai saat ini Polisi belum menemukan dan menangkap Kevin.
"Marcell!" seru Alice.
Alice berlari menghampiri Marcell lalu langsung memeluknya tanpa menghiraukan Chintya yang sedang menggandeng tangan Marcell.
Melihat suaminya dipeluk oleh wanita lain, Chintya begitu cemburu tapi dirinya mencoba untuk tidak marah karena mungkin wanita itu hanya teman suaminya.
"Marcell, aku kangen sama kamu. Akhirnya kamu bisa pulang juga," ucap Alice.
"Alice tolong jangan kayak gini, lepaskan aku," ucap Marcell sembari berusaha melepaskan tangan Alice yang melingkar di tubuhnya.
"Aku ingin kita kembali, aku masih cinta sama kamu."
Mendengar kata masih cinta, dengan sigap Chintya menarik dan mencoba melepaskan pelukan Alice dari sang suami!
"Maaf Mbak, tolong jangan peluk suami saya," ucap Chintya.
Alice menatap Chintya lalu menarik tangannya yang masih memeluk Marcell!
__ADS_1
"Apa? Suami? Kamu jangan ngayal ya jadi perempuan, Marcell ini pacar aku," ujar Alice.
"Tapi Marcell memang suami saya."
"Kamu dengar Alice? Ini Chintya, istri aku jadi tolong jangan ganggu pernikahan kami," ucap Marcell.
"Nggak mungkin Cel, kamu sangat mencintai aku tapi kenapa menikah sama orang lain? Cuma berapa bulan kita berpisah tapi kamu sudah bersama yang lain."
"Kamu sendiri yang memilih mengakhiri hubungan kita, kenapa sekarang kamu kembali."
"Cel, aku masih cinta sama kamu, aku mau kita bersama lagi seperti dulu."
"Tolong ya Mbak, suami saya lagi sakit jadi kami harus cepat pulang. Saya harap kamu ngerti dan dapat menerima apa yang menjadi keputusan Mas Marcell," ucap Chintya.
"Kamu, pasti kamu kan yang menggoda Marcell dan minta untuk dinikahi. Marcell itu cuma milik aku kamu gak boleh memiliki Marcell."
"Alice udah ya. Kak Marcell udah nikah sama cewek pilihannya jadi aku minta kamu jangan datang lagi ke kehidupan Kak Marcell karena percuma aja kamu berusaha tapi usaha kamu gak berhasil. Kak Marcell sangat-sangat bahkan sangat mencintai kak Chintya," ucap Julius pada sembari meraih tangan Marcell dan bersiap membawanya pergi.
"Karena kamu sudah membuat kakak aku kecewa dan kesakitan sekarang kakak aku sudah sembuh dan sudah punya pengganti kamu di hatinya jadi jangan coba torehkan lagi luka yang sudah mengering itu."
"Ayo kak, kita pergi," ucap Julius pada Marcell dan Chintya.
Mereka bertiga pun berjalan dan masuk ke dalam mobil!
"Marcell! Marcell tunggu! Dengarkan aku dulu!" teriak Alice sembari berusaha mengejar mobil yang perlahan menjauh dari dirinya itu.
Alice berduri di pinggir jalan sembari menatap mobil yang ditumpangi oleh Marcell.
Marcell melihat Alice dari spion mobilnya, terlihat Alice menangis dan perlahan duduk di atas jalan yang dia pijak.
__ADS_1
"Kenapa kamu datang disaat aku sudah mencintai wanita lain. Meski masih ada sedikit cinta untuk kamu tapi sekarang sudah terlambat karena aku sudah menikah dengan Chintya, tidak mungkin aku meninggalkan Chintya karena Chintya adalah gadis yang sangat mengertikan aku dan selalu ada saat kamu tidak ada untukku," ucap Marcell didalam hatinya.
**********
"Assalamualaikum Bu," ucap Kevin saat tiba di rumahnya.
"Waalaikumsalam, Kevin tumben kamu jam segini udah pulang?" tanya Arum ~ Ibunya Kevin.
"Aku pulang cuma sebentar Bu, cuma ngambil berkas yang ketinggalan."
"Oh, gitu Pantas kamu pulang saat masih pagi begini."
"Aku ambil berkasnya dulu ya Bu."
Kevin masuk ke dalam kamarnya untuk mengambil berkas yang tertinggal!
Arum menatap Kevin yang akhir-akhir ini berubah sikapnya.
Selama ini dimata Arum, Kevin memang seorang pemuda yang baik yang berbakti pada orang tuanya namun belakangan ini ada yang berbeda-beda dari Kevin.
Arum merasa seperti ada yang Kevin rahasiakan dari dirinya.
"Bu, aku balik lagi ke kantor ya," ucap Kevin setelah mengambil barang yang tertinggal di rumahnya.
"Iya, hati-hati ya."
"Iya Bu. Aku pasti hati-hati kok."
Ibunya Kevin memang tak mengetahui sifat asli Kevin yang begitu brutal sehingga saat Kevin melakukan kejahatan, dirinya tidak pernah berpikir putranya akan melakukan itu.
__ADS_1
Bersambung