
Marcell memeluk Chintya dari belakang lalu mengusap perut Chintya yang masih rata itu!
"Ayah, Ibu kejutannya ini didalam perut Chintya ada seorang bayi yang gak lama lagi akan lahir. Dia adalah cucu Ayah dan Ibu," ucap Marcell penuh rasa bahagia.
"Cucu? Jadi Chintya sudah hamil?" ucap Samuel.
"Alhamdulillah," ucap Arsintha dan Samuel secara berbarengan.
"Iya Yah, Bu, aku sedang hamil," ucap Chintya.
"Sebentar lagi Ayah jadi kakek dong. Sehat-sehat ya Nak, kamu jaga baik-baik kandungan kamu ini ya."
"Ibu kamu benar Chintya, kamu harus menjaga cucu Ayah dengan baik. Ayah gak mau cucu Ayah kenapa-napa."
"Ayah sama Ibu tenang aja, aku pasti bantuin Chintya jagain cucu kalian," ucap Marcell.
"Nak, terimakasih ya sudah menjaga Chintya untuk kami," ucap Arsintha pada Marcell.
"Bu, menjaga Chintya dan memastikan dia tidak kekurangan sesuatu apapun adalah tanggungjawab aku sebagai suaminya."
"Kamu memang laki-laki yang baik. Chintya tidak salah memilih kamu menjadi suaminya," ucap Samuel.
"Ayah, Ibu, maaf ya aku gak bisa lama-lama di sini karena aku harus segera ke kantor."
"Iya Nak, tidak apa-apa."
__ADS_1
Chintya mencium punggung tangan Marcell sebelum suaminya itu pergi dari rumah dan setelah itu baru Marcell berpamitan kepada kedua mertuanya.
Setelah itu, Marcell pun langsung pergi, tak lupa dia mencium punggung tangan kedua mertuanya secara bergantian.
**********
Di rumah orang tua Soraya.
Merlyne sengaja datang ke rumah Soraya untuk membicarakan masalah yang terjadi di rumahnya semalam.
"Tante Merlyne, Tante ngapain ke sini pagi-pagi gini?" tanya Aya yang baru keluar dari kamarnya.
"Aya, Tante mau bicara sama kamu."
"Tenang semalam. Maaf ya Tante gak jujur dari awal sama kamu tentang Marcell."
"Udah ketahuan baru minta maaf. Tante tahu gak sih, aku malu sama semua orang di rumah Tante karena kebohongan Tante sama aku."
"Maaf Aya, Tante gak bermaksud membohongi kamu. Jujur Tante gak suka sama Chintya makanya Tante minta kamu deketin Marcell karena Tante lebih suka Marcell sama kamu."
"Maksud Tante?"
"Tante gak setuju Marcell menikah sama Chintya karena mereka gak cocok."
"Tante kenapa gak suka sama Chintya padahal mereka serasi lho."
__ADS_1
"Chintya itu pembawa sial, sejak di datang ke kehidupan Marcell, Marcell selalu saja mendapatkan kesialan bahkan setelah mereka menikah, Marcell harus masuk rumah sakit karena mendapat luka tusuk di perutnya."
"Apa, kok bisa?"
"Mantan Chintya masih mencintai Chintya. Dia gak terima kalau Marcell menikahi Chintya, sampai sekarang mantan Chintya itu masih ngejar-ngejar Chintya. Tante cuma khawatir dia melukai Marcell lagi."
"Ini gak bisa dibiarin Tan, aku cinta sama Marcell. Marcell gak boleh celaka."
"Ya makanya itu. Kamu harus bantu Tante untuk memisahkan mereka, kalau mereka udah pisah kan kamu bisa langsung masuk ke dalam hidupnya Marcell atau kalau bisa kalian langsung nikah aja."
Aya tersenyum ke arah Merlyne. Dalam otaknya sudah muncul beberapa ide untuk menyingkirkan Chintya dari kehidupan Marcell.
**********
"Jadi ini rumah orang tuanya Chintya," ucap Alice sembari menatap rumah kedua orang tua Chintya dari kejauhan.
Dari Siti lah Alice mengetahui alamat rumah orang tua Chintya dan dari Siti juga dirinya tahu kalau Marcell dan Chintya akan membeli rumah baru dan akan tinggal berdua didalam rumah mereka.
Hal itu menjadi PR untuk Alice karena dia harus mencari tahu kapan dan kemana Marcell membawa Chintya.
Demi merebut Marcell dari Chintya, Alice rela melakukan apapun termasuk bekerjasama dengan Kevin.
Setelah tahu dan memastikan bahwa rumah itu memang benar milik orang tuanya Chintya, Alice langsung pergi sebelum pemilik rumah mencurigai dirinya.
Bersambung
__ADS_1