Tragedi Malam Pertama

Tragedi Malam Pertama
bab 21


__ADS_3

Setelah melewati sore hari dengan berduaan, kini Marcell dan Chintya keluar dari kamarnya untuk makan malam.


Mereka berjalan melewati beberapa ruangan di rumahnya untuk sampai di ruang makan.


"Aduh kalian ngapain aja sih di kamar lama banget," ucap Daniel.


"Ya gak ngapa-ngapain. Kenapa Pa?" ucap Marcell.


"Papa mau nyapa cucu Papa lah mau ngapain lagi."


"Cucunya lagi gak mau diganggu sama kakeknya katanya mau sama Papanya aja."


"Jangan pelit kak, kakeknya juga punya hak pada anak kakak."


"Ya udah-ya udah, silahkan kalian mau apain dede bayi yang belum kelihatan ini."


Chintya tersenyum geli melihat kelakuan keluarga suaminya yang menurutnya lucu.


Bagaimana gak lucu, masa bayi yang belum lahir aja diperebutkan seperti itu.


"Cucu kakek yang manis. Baik-baik di dalam ya. Kakek sayang banget sama kamu," ucap Daniel didepan perut Chintya yang masih rata itu.


"Om juga sayang sama kamu. Jangan nakal di dalam ya nanti gak dibeliin eskrim lho," tambah Julius.


"Eh, orang masih didalam masa udah diancam-ancam," ucap Marcell sembari menepuk punggung Julius.


"Iya juga ya, gimana beliin eskrim nya."


Chintya yang tak kuat menahan tawa akhirnya tertawa lepas karena tingkah tiga laki-laki beda usia itu sangat lucu.

__ADS_1


Merlyne yang melihat mereka tertawa, hanya menatap mereka dengan tatapan penuh kebencian.


"Perempuan pembawa sial itu semakin dekat saja dengan mereka," gumam Merlyne.


Sementara itu di dapur.


Mendengar suara Chintya yang tertawa lepas, Siti ikut bahagia, sebuah senyuman pun terukir lebar di bibirnya.


"Aku gak nyangka, ternyata kalian seperti ini saat sudah berkumpul dan bercanda," ucap Chintya disela tawanya.


Saat mereka asyik mengobrol, dari arah pintu utama rumah mereka, Aya berjalan menghampiri mereka! Gadis itu main nyelonong masuk ke dalam rumah mereka tanpa seizin sang pemilik rumah.


"Selamat malam semuanya," ucap Aya dengan senyum di bibirnya.


Semua orang yang sedang berbahagia itu pun menoleh ke arah Aya!


"Aya, kamu kapan datang?" tanya Daniel yang memang tak tahu bahwa ada tamu di rumahnya.


Marcell dan Julius terkesan cuek pada Aya, keduanya malah lebih ke tidak perduli dengan kehadiran gadis itu.


Marcell dan Julius memang tak pernah bersikap ramah pada orang yang belum mereka kenal dengan baik terkecuali pada orang yang sudah lebih tua dari mereka.


"Oh kalau gitu ayo kita makan malam bersama saja sekalian."


Aya tersenyum lalu mengangguk pelan.


Daniel pun langsung berjalan ke ruang makan dengan dibuntuti oleh anak-anaknya dan juga Aya.


Kini mereka semua sudah duduk di meja makan, Merlyne pun yang sedari tadi hanya diam dan enggan bergabung bersama mereka, kini dia sudah duduk di tempatnya.

__ADS_1


"Mas kamu mau aku ambilin apa?" tanya Chintya pada sang suami dengan manisnya.


"Nggak mau apa-apa. Kamu duduk aja, sekarang biar aku yang ambilin kamu makanannya," ucap Marcell seraya berdiri untuk menyendok makanan dan mengisi piringnya.


"Aku bisa sendiri."


"Nggak apa-apa, hari ini aku mau melayani kamu."


"Marcell, kamu kok perhatian gitu sih sama pembantu? Keluarga kalian tuh aneh tahu Gak, masa pembantu makan nya bareng sama majikan udah gitu mesra banget lagi sama anak majikannya," ucap Soraya yang tak suka melihat Marcell dekat-dekat dengan Chintya.


Aya memang tidak tahu bahwa Chintya adalah istrinya Marcell, setahunya Chintya adalah pembantu di rumah itu karena memang pertemuan pertamanya dengan Chintya, Merlyne mengenalkan Chintya sebagai pembantu baru di rumah itu padanya.


"Kamu jaga ya ucapan kamu. Chintya ini istri aku dan bukan pembantu," ujar Marcell yang tak terima dengan perkataan Aya.


"Kamu tamu di rumah ini seharusnya kamu jaga sikap kamu," ucap Julius yang juga tak suka dengan perkataan Aya yang mungkin menyakiti perasaan Chintya.


"Istri ... tapi Tante Merlyne bilang dia ini pembantu di rumah ini. Ya maaf kalau perkataan aku menyinggung istri kamu Cel, tapi aku tahunya dia ini pembantu bukan istri kamu."


"Lain kali sebelum tahu kebenarannya kamu jangan bicara sembarangan," ucap Daniel.


"Maaf Om, tapi Tante Merlyne sendiri yang bilang ke aku katanya dia ini pembantu dan Tante Merlyne juga memintaku untuk mendekati Marcell, Tante mau aku menjadi menantu di rumah ini," ucap Aya pada Daniel.


"Tante ... Tante bicara dong sama mereka. Tante kan yang bilang dia pembantu dan Tante sendiri yang meminta aku untuk mendekati Marcell," sambung Aya pada Merlyne.


"Ma jawab, apa benar yang dikatakan oleh Soraya ini," ucap Daniel.


"Iya. Mama memang menganggap Chintya pembantu di rumah ini dan menyuruh Aya buat deketin Marcell karena Mama lebih suka Marcell sama Aya dibandingkan dengan Chintya."


Marcell menatap Merlyne tajam, dia tak percaya Mamanya berucap seperti itu dihadapan semua orang dan yang paling membuat dirinya marah, Mamanya itu menganggap istrinya sebagai pembantu

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2