
"Assalamualaikum!" Julius datang ke rumah orang tuanya Chintya untuk menjemput kakak ipar nya itu.
"Waalaikumsalam," ucap Arsintha sembari membuka pintu rumahnya.
Julius tersenyum ramah saat melihat Arsintha berdiri di depannya.
"Julius ... adiknya Marcell kan?" Arsintha menatap Julius sembari mengarahkan jari telunjuknya pada Julius.
"Iya Bu, saya datang untuk menjemput kak Chintya. Kak Chintya nya ada?"
"Ada, silahkan masuk!" Arsintha berjalan lebih dulu sedangkan Julius membuntuti Arsintha dari belakang.
"Duduk Nak, Ibu panggil Chintya nya dulu."
"Baik Bu, terimakasih." Julius langsung duduk di kursi ruang tamu rumah Chintya itu.
Arsintha segera berjalan memasuki rumahnya dan menuju kamar Chintya!
"Chintya, ada adiknya suamimu. Katanya dia mau jemput kamu," ucap Arsintha.
"Oh iya Bu. Suruh dia menunggu sebentar, aku mau ganti baju dulu."
"Ya udah, Ibu tunggal dulu. Jangan lama-lama ya."
"Iya, Ibu kayak gak tahu aku aja."
Arsintha tersenyum lalu segera berlalu dari kamar anaknya itu.
"Tunggu sebentar ya, Nak. Chintya sedang bersiap-siap sebentar," ucap Arsintha pada Julius.
Julius tak berucap, dia hanya menganggukkan kepalanya untuk menanggapi perkataan Arsintha.
"Bu, saya pribadi ingin meminta maaf terhadap Ibu dan keluarga atas semua perkataan Mama saya terhadap Kak Chintya," ucap Julius setelah beberapa detik hanya ada keheningan.
"Tidak apa-apa, Ibu ngerti dengan apa yang dirasakan oleh Mama kamu dan lagi kamu juga sudah memaafkan Mama kamu sejak waktu itu terjadi."
"Terimakasih Bu."
Tak lama, Chintya datang dengan sudah mengganti pakaian dan sudah bersiap untuk pergi.
"Aku pikir kamu tidak akan datang, tadinya aku mau ke rumah sakit sendiri."
"Aku tidak akan mengingkari janji aku, aku sudah janji pada Kak Marcell untuk menjaga kakak selama dia di rumah sakit."
"Ya udah yuk, kita pergi sekarang."
"Silahkan."
"Bu, aku pergi dulu ya. Aku harus menjaga suami aku di rumah sakit," ucap Chintya pada Ibunya.
"Bu, saya permisi," ucap Julius.
Chintya dan Julius mencium punggung tangan Arsintha secara bergantian setelah itu mereka segera melangkah keluar dari rumah itu!
__ADS_1
**********
Di rumah sakit.
"Tante Merlyne," ucap Alice yang melihat Merlyne berjalan ke suatu ruangan di rumah sakit itu.
"Apa mungkin, Marcell dirawat di rumah sakit ini ya." Alice berjalan mengikuti Merlyne kemanapun langkah Merlyne tertuju.
Tak lama, Merlyne masuk ke salah satu ruangan yang ada di sana.
Alice melihat dari kaca yang terdapat pada pintu ruangan itu dan terlihat dengan jelas, Marcell sedang terbaring di atas ranjang rumah sakit dengan kedua orang tuanya yang duduk di sampingnya.
"Jadi benar, Marcell dirawat di rumah sakit ini. Masuk gak ya? Kalau aku masuk Tante Merlyne marah gak ya, terakhir kali aku ketemu Tante Merlyne, dia sangat membenci aku," gumam Alice sembari terus menatap mereka dari kaca itu.
Di dalam ruangan.
"Pa, Julius udah ada ngabarin belum?"
"Ya jadi dong Ma, sekarang dia lagi di jalan," sahut Daniel.
"Lama banget, kita harus cepat pulang, kasihan Marcell kalau kita tinggalkan sendirian."
"Mama sama Papa pulang aja, aku gak apa-apa kok Sendirian di sini," ucap Marcell.
"Tapi Cel, nanti kalau orang jahat itu datang ke sini gimana? Mama takut dia melukai kamu lagi."
"Gak Ma, dia gak mungkin ke sini lagian kalau pun dia ke sini, dia gak akan bisa melukai aku karena kan keamanan di sini sudah sangat ketat."
"Marcell benar Ma, lagipula Julius sedang dalam perjalanan menuju ke sini jadi sebentar lagi dia pasti tiba di sini," ucap Daniel.
Merlyne dan Daniel pun bersiap untuk pergi dari ruangan itu.
"Marcell, Papa sama Mama pulang dulu, besok pagi kami ke sini lagi."
"Iya Pa, semoga aja besok aku bisa pulang."
Alice yang sedari tadi mengintip dari kaca yang terdapat pada pintu ruangan itu, segera pergi sebelum kedua orang tuanya Marcell mengetahui keberadaan dirinya!
"Aman ya Pa, kita tinggalkan Marcell sendiri?"
"Aman Ma, tenang aja."
Daniel dan Merlyne pun langsung pergi meninggalkan rumah sakit itu!
Alice yang bersembunyi di balik dinding itu pun langsung masuk ke dalam ruang rawat Marcell setelah memastikan kedua orang tuanya Marcell benar-benar pergi!
"Alice," gumam Marcell.
Alice tersenyum lalu berjalan mendekati Marcell yang tengah terbaring!
"Marcell, aku datang untuk melanjutkan hubungan kita yang sempat terhenti. Setelah beberapa bulan hidup tanpa kamu, rasanya aku gak bisa hidup tanpa kamu. Aku masih mencintaimu dan akan selalu mencintai dirimu."
Marcell tak berucap apa pun, dia mengalihkan pandangannya ke arah lain karena tak ingin melihat Alice.
__ADS_1
"Kamu sakit apa Cel? Kenapa kamu sampai dirawat begini?"
Di lobby rumah sakit.
"Julius, kamu duluan aja ya, aku mau ke toilet sebentar," ucap Chintya.
"Oh, ya udah. Hati-hati ya kak kalau ada yang mencurigakan atau yang mengganggu kenyamanan kakak, telpon aku aja ya."
Chintya mengangguk lalu berlalu dari hadapan Julius!
Julius berjalan dengan langkah panjangnya menuju ruangan Marcell dirawat!
Dari luar dia melihat ada seorang wanita yang sedang bersama dengan Marcell didalam ruangan itu. Dirinya tak bisa mengenali wanita itu karena dia berdiri membelakangi pintu.
"Siapa wanita yang bersama kakak? Itu gak mungkin Mama karena dia terlihat masih muda banget," ucap Julius didalam hatinya.
Karena penasaran, Julius langsung masuk ke dalam ruangan itu dan berjalan menghampiri Marcell!
"Kamu," ucap Julius sembari menatap Alice.
"Kamu ngapain di sini?" tanya Julius.
"Aku ke sini mau nemuin Marcell," sahut Alice.
"Julius, tolong keluarkan wanita ini dari sini. Kakak gak mau melihat dia di sini," ucap Marcell.
"Marcell, kamu kok malah ngusir aku? Aku datang untuk kamu, aku ingin kita balik lagi."
"Kamu terlambat, aku sudah tidak mencintai kamu lagi."
"Kamu dengar kan Alice? Kakak aku udah gak mau lagi sama kamu jadi kamu mau keluar sendiri atau mau aku seret?" ucap Julius.
"Cel, kamu kok gitu sih. Jauh-jauh aku datang hanya untuk kamu tapi setelah aku datang, kamu nya malah giniin aku."
"Keluar," ucap Julius dengan nada biasa saja.
Alice tetap berdiri di tempatnya dan tak mendengarkan perkataan Julius.
"Keluar Alice atau aku akan memaksamu dengan cara kasar!"
Alice mendengus kesal lalu berjalan keluar dari ruangan itu.
"Kamu akan menyesal karena sudah men_sia-siakan aku," ucap Alice sebelum pergi.
"Dimana Chintya, kenapa dia gak bersamamu?" tanya Marcell yang sudah rindu terhadap sang istri.
"Kak Chintya sedang ke toilet sebentar. Aku sengaja membawanya setelah Mama pulang karena aku takut terjadi keributan lagi."
"Dia baik-baik saja kan?"
"Kakak tenang saja, kak Chintya baik-baik saja."
Marcell tersenyum lalu berkata, "terimakasih."
__ADS_1
Bersambung