Tragedi Malam Pertama

Tragedi Malam Pertama
bab 27


__ADS_3

Keesokan harinya.


Kevin masuk ke pekarangan rumah orang tua Chintya dengan berjalan mengendap-endap!


Hari ini adalah tugasnya untuk mencari tahu kemana Chintya dan Marcell akan pergi.


Ya, malam tadi Chintya dan Marcell menginap di rumah orang tuanya Chintya karena Marcell merasa khawatir jika Chintya harus bertemu dengan Mamanya lagi.


Di balik dinding samping rumah itu, Kevin bersembunyi sambil sesekali mengintip orang-orang yang keluar masuk dari rumah itu.


"Mana Chintya, kok dia belum keluar?" ucap Kevin didalam hatinya.


Dari pagi-pagi sekali, Kevin sudah datang ke rumah orang tuanya Chintya hanya untuk mencari tahu kemana Chintya akan pergi.


"Chintya, kamu hati-hati ya. Jaga kandungan kamu dengan baik," ucap Arsintha.


"Iya Bu, aku pasti jagain anak aku dengan baik kok."


"Kalau rumahnya cocok, kalian akan pindah kapan?" tanya Samuel.


"Secepatnya Yah," sahut Marcell.


"Nanti kalau mau pindahan kabari Ayah dan Ibu biar kami berdua bisa bantu kalian pindahan."

__ADS_1


"Iya Ayah, lagian pindahan juga mau bawa apa? Orang kita belum punya apa-apa," ucap Chintya.


"Ya seenggaknya, Ayah dan Ibu bisa bantu kalian bersih-bersih rumah."


"Ayah sama Ibu gak perlu repot-repot, aku bisa nyuruh orang untuk merapikan rumah kami tapi kalau kami jadi pindahan, Ayah sama Ibu pasti akan kami beritahu karena Ayah dan Ibu harus tahu ke rumah kami dan kalau bisa malam pertama kami di rumah baru kami, Ayah sama Ibu yang ada di sana."


Samuel dan Arsintha pun tersenyum ke arah Marcell dan Chintya.


"Ya udah ya Ayah, Ibu, kami berdua pergi duluan," ucap Yasmin.


Yasmin langsung mengulurkan tangannya hendak mencium punggung tangan Samuel dan Arsintha. Setelah Chintya selesai, kini giliran Marcell yang mencium tangan kedua orang tuanya Chintya.


Mereka berdua pun langsung pergi meninggalkan orang tuanya Chintya di sana!


**********


"Pa, Kak Marcell jadi beli rumah?" tanya Julius pada kepada Papanya.


Daniel yang sedang asyik mengunyah makanan sarapannya pun langsung mengalihkan perhatiannya pada Julius!


"Memang beneran Marcell mau pergi dari rumah ini?" tanya Merlyne.


"Iya. Marcell mau pindah dari rumah ini dan dia mau beli rumah baru untuk mereka tinggali," sahut Daniel.

__ADS_1


"Emang rumahnya udah ada?" tanya Julius lagi.


"Udah, hari ini mereka akan melihat lagi rumah yang kemarin Papa lihat sama kakak kamu."


"Ngapain sih harus pindah rumah segala? Rumah ini luas, cukup untuk anak-anak kita."


"Karena kelakuan Mama yang membuat Marcell pergi dari sini. Mama yang salah karena sudah memperlakukan Chintya tidak baik."


"Papa kenapa jadi nyalahin Mama? Mama kayak gini juga karena perempuan itu. Perempuan itu memang pembawa sial."


"Ma, udahlah Mama jangan terus seperti ini pada kak Chintya. Sekarang kak Chintya lagi hamil, dia gak boleh tertekan. Mama juga perempuan, harusnya Mama tahu tentang itu," ucap Julius.


"Julius! Sejak kapan kamu bersikap tidak sopan gini sama Mama?"


"Sejak Mama berbuat jahat."


"Sarapan hari ini terasa hambar. Papa mau berangkat ke kantor sekarang aja," ucap Daniel sembari beranjak dari duduknya!


"Pa, sarapan dulu! Pa, Pa nanti Papa sakit," ucap Merlyne sembari berjalan menghampiri sang suami yang sudah berjalan menjauh dari ruang makan.


"Rumah ini jadi gersang setelah Kak Marcell menikah. Mama lagi ... ngapain nyala-nyalahin kak Chintya terus," gumam Julius.


Julius pun langsung beranjak dari duduknya lalu pergi meninggalkan makanannya yang baru disentuh sedikit itu.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2