Tragedi Malam Pertama

Tragedi Malam Pertama
bab 24


__ADS_3

Pagi hari untuk menenangkan Chintya, sebelum berangkat kerja, Marcell mengantarkan Chintya ke rumah orang tuanya agar istrinya itu istirahat di sana.


Setelah mengetahui sikap Merlyne pada istrinya, Marcell tidak bisa membiarkan Chintya tinggal bersama dengan Mamanya dalam satu rumah yang sama meski Chintya berulang kali mengatakan bahwa dirinya tidak apa-apa.


Kondisi Chintya yang sedang hamil muda membuat Marcell terlalu khawatir terhadap Chintya dan bayi yang dikandung nya.


Saat ini, Marcell dan Chintya sedang dalam perjalanan menuju rumah orang tua Chintya.


"Mas, apa gak keterlaluan kalau kita pindah dari rumah orang tua kamu?" ucap Chintya.


"Mau bagaimana lagi, aku maunya tetap tinggal di rumah tapi melihat Mama yang seperti itu, aku merasa kamu tidak aman tinggal bersama Mama."


"Mas, Mama kamu bukan macan yang sewaktu-waktu akan menerkam aku. Aku gak masalah."


"Chintya, kamu itu lagi hamil kalau kamu terlalu capek, aku takut nantinya memberi efek buruk bagi bayi kita."


"Ya udah lah, terserah kamu aja, sebagai istri, aku ikut aja apa kata kamu."


Marcell tersenyum sambil terus fokus pada jalanan yang sedang dilaluinya.


**********


Di rumah Daniel dan keluarga.


Setelah suami dan anak-anaknya pergi dari rumah, Merlyne langsung bersiap untuk pergi.


Merlyne yang sukanya jalan-jalan memang tak betah di rumah. Setiap hari dia menghabiskan setengah waktunya di luar rumah untuk berkumpul bersama dengan teman-temannya atau sekedar keliling sendiri di Mall atau tempat-tempat wisata yang terdapat tak jauh dari tempat tinggalnya.


"Mbak, saya mau pergi lama kemungkinan akan pulang malam, kalau Bapak pulang dan nanyain saya, bilang aja saya lagi ke rumah teman saya ya," ucap Merlyne pada asisten rumah tangganya.

__ADS_1


"Baik Bu," sahut Siti.


Merlyne pun langsung pergi dari rumahnya!


Setelah Merlyne pergi, Siti pun langsung melanjutkan pekerjaannya.


Tak lama setelah Merlyne pergi, seseorang mengetuk pintu rumah mewah milik keluarga Daniel itu.


Siti yang sedang mencuci piring pun langsung menghentikan gerakan tangannya lalu berjalan menuju pintu utama rumah majikannya untuk melihat siapa yang datang dihari yang masih pagi itu!


"Sebentar-sebentar! Gak sabaran banget," ucap Siti yang mendengar orang di luar terus-terusan mengetuk pintu.


"Siapa sih bertamu kok pagi-pagi, gak tahu apa orang rumah pada kerja semua," gerutu Siti sembari terus berjalan!


Dibukanya pintu itu dan langsung nampak Alice berdiri di depan pintu.


"Mbak, aku mau ketemu sama Tante Merlyne," ucap Alice berbohong, padahal dirinya ingin bertemu dengan Marcell.


"Ibu gak ada Mbak."


"Kalau Marcell?"


"Mas Marcell sudah berangkat kerja."


"Oh, kalau istrinya Marcell?"


"Mbak Chintya sedang di rumah orang tuanya. Dia sedang hamil dan mungkin ngidamnya pengen nginep di rumah orang tuanya."


"Hamil? Gak mungkin wanita itu hamil."

__ADS_1


"Memang Mbak Chintya sedang hamil anaknya Mas Marcell, Mbak. Maaf Mbak kalau sudah tidak ada keperluan, saya mau melanjutkan pekerjaan saya di belakang."


"Oh ya Mbak. Saya langsung pulang, terimakasih ya Mbak."


Tak dapat menemui orang-orang yang ingin ditemuinya, Alice pun langsung pulang dari rumah Daniel dengan perasaan kecewa.


Sebenarnya dirinya bukan hanya ingin bertemu dengan Marcell namun ingin mencari tahu tentang Marcell dan Chintya agar dirinya lebih gampang memisahkan mereka.


**********


Di rumah orang tuanya Chintya.


"Ayah, Ibu, aku titip Chintya ya selama aku kerja," ucap Marcell pada Samuel dan Arsintha.


"Iya, Nak. Kami pasti menjaga Chintya." Arsintha berucap sambil terus memeluk Chintya.


"Oh ya Yah, Bu ada kejutan untuk kalian berdua," sambung Marcell.


"Apa?" tanya Samuel penasaran.


Marcell dan Chintya saling bertatap mata, Chintya merasa takut dan khawatir Marcell akan mengatakan tentang sikap Mamanya pada kedua orang tuanya.


"Mas, jangan katakan apa pun tentang perlakuan Mama padaku," ucap Chintya didalam hatinya.


"Mana kejutannya?" tanya Arsintha.


Marcell tak langsung menjawab pertanyaan Arsintha, dia terdiam sejenak sembari menatap Chintya lalu menatap kedua orang tuanya.


Bersambung

__ADS_1


__ADS_2