Tragedi Malam Pertama

Tragedi Malam Pertama
bab 28


__ADS_3

"Oh jadi mereka akan membeli rumah ini?" gumam Kevin yang sedari tadi membuntuti Marcell dan Chintya dari kejauhan.


Marcell dan Chintya pun mulai memasuki rumah itu dan melihat semua ruangan yang ada!


"Mas, dari depan aku suka dengan rumah ini." Chintya terus berjalan memasuki rumah itu sembari terus tersenyum bahagia!


"Kita lihat dalamnya, apa kamu juga suka dengan setiap ruangannya." Marcell meraih tangan Chintya lalu membawanya ke suatu ruangan yang dia suka!


"Mas kita mau kemana?"


"Ke ruangan yang aku suka."


Marcell terus menggenggam tangan Chintya sampai tibalah mereka di tempat yang dimaksud oleh Marcell.


"Dapur?" Chintya berdiri sembari menatap Marcell.


Dirinya tak mengerti dengan maksud sang suami yang membawanya ke dapur rumah itu.


"Mas?"


"Aku tahu kamu suka memasak. Gaya dapur ini sangat indah dan kayaknya nyaman. Aku suka tempat ini."


"Mas, aku suka dengan dapurnya. Penempatannya sama seperti yang aku inginkan."


"Jadi kamu suka?"


"Suka sekali, nanti aku mau beli kompor listrik seperti ini dan juga alat membuat kue yang seperti ini."


"Kita beli rumah ini beserta isinya sayang. Jadi semua yang ada didalam rumah ini akan menjadi milik kita kalau kita membeli rumahnya."

__ADS_1


"Beneran?"


"Ya tentu saja. Mau lihat ruangan lain?"


Chintya mengangguk lalu mereka pun mulai menjelajahi setiap ruangan di rumah itu!


*******


"Tante, istrinya Marcell mana?" tanya Aya yang sengaja datang ke rumah Merlyne.


"Dia sedang diajak Marcell melihat rumah baru yang akan mereka beli."


"Jadi mereka akan pindah dari sini?"


"Ya."


"Kalau gitu makin susah dong aku mendekati Marcell nya."


"Tante benar juga."


"Kamu kalau mau jadi menantu Tante harus pintar dikit dong. Masa cewek secantik kamu gak punya akal sedikitpun."


"Tante, aku kan belum pernah merebut suami orang."


"Kamu pikir Tante pernah mengganggu rumah tangga orang? Nggak kan tapi Tante terus berpikir untuk memisahkan Marcell dengan wanita pembawa sial itu."


**********


Setelah Marcell dan pemilik rumah itu bersalaman tandanya mereka sudah deal melakukan jual beli rumah itu. Kevin pun langsung pergi dari tempat persembunyiannya sebelum Marcell dan Chintya menyadari keberadaannya!

__ADS_1


**********


Di suatu tempat.


Alice sudah stanby menunggu Kevin yang sebelumnya sudah mengajaknya bertemu di tempat itu.


"Mau apa Kevin ngajak aku ketemu? Semoga aja dia bawa informasi terbaru tentang pacar aku yang dicuri oleh wanita itu," gumam Alice.


Alice melihat jam ditangannya dan ternyata dirinya sudah menunggu selama setengah jam.


"Gila nih orang. Mau ngerjain aku atau mau kerjasama sih masa aku harus nungguin dia selama ini, emang dia pikir dia siapa."


"Hai Alice," ucap Kevin yang baru tiba di tempat itu.


"Lama banget sih. Kamu ngapain aja di jalan?" Alice cemberut dan marah pada Kevin.


"Maaf, tadi aku ada urusan sebentar jadi aku agak lama."


"Kamu pikir aku apa hah? Kamu pikir aku gak ada kerjaan? Aku juga sibuk."


"Maaf-maaf."


"Ya udah, kamu bawa berita apa?"


"Aku sudah tahu rumah Marcell dan Chintya yang baru."


"Serius? Secepat itu?" Alice menatap Kevin dengan tatapan penuh tanya.


Kevin tersenyum, dia tak langsung menjawab pertanyaan Alice.

__ADS_1


Bersambung


__ADS_2