
Malam hari di kediaman orang tua Marcell.
"Marcell, makan malam dulu!" seru Merlyne dari luar kamar Marcell.
"Mama, baru aku mau ngajak Mas Marcell makan," ucap Chintya.
Merlyne menatap Chintya dengan tatapan tak suka lalu langsung pergi meninggalkan Chintya!
"Sabar ya kak. Maafkan Mamaku ya," ucap Julius yang tahu dengan kejadian barusan.
Chintya tersenyum tipis. "Gak apa-apa, aku baik-baik saja kok."
"Kakak ajak kak Marcell makan ya, aku tunggu di meja makan."
"Iya silahkan."
Julius segera berjalan menuju ruang makan sedangkan Chintya masuk ke dalam kamarnya untuk mengajak suaminya makan.
Di ruang keluar.
"Ma, Mama bisa gak sih jangan memperlakukan kak Chintya seperti tadi. Kak Chintya itu istrinya kak Marcell, menantu Mama," ucap Julius.
"Itu memang yang pantas dia dapatkan di rumah ini. Gara-gara dia kakakmu hampir mati."
"Tolonglah Ma, lagipula kak Chintya juga tidak menginginkan itu terjadi. Kalau kak Marcell tahu Mama gak suka sama kak Chintya yang ada nanti kak Marcell pergi dari rumah ini."
"Mama gak perduli, kalau pun kakakmu pergi. Dia tidak akan pergi lama karena dia gak bisa hidup jauh-jauh dari Mama. Mama mau wanita pembawa sial itu pergi dari rumah ini dan gak usah kembali lagi kalau bisa dia itu pergi untuk selamanya. Mari aja sekalian."
"Astaghfirullahalazim Mama. Papa sudah peringatkan agar Mama jangan lagi bersikap tidak baik pada Chintya."
"Pa, Mama hanya ingin melindungi anak kita dari bahaya yang disebabkan oleh Chintya."
"Ada apa ini, kok bawa-bawa Chintya?" ucap Marcell.
"Eh kalian, ini kita lagi ngomongin tentang bulan madu kalian," ucap Daniel menutupi perdebatan mereka.
"Oh masalah bulan madu. Aku belum siap pergi Pa karena masih lemah."
"Iya Papa tahu lagipula kami cuma membicarakannya saja."
"Ya udah makan yuk, aku lapar," ucap Julius.
**********
__ADS_1
Di suatu tempat.
"Mas Kevin sedang apa di sini?" tany6 Ashila.
"Eh Shil, kamu juga di sini."
"Aku mau pulang Mas, rumah aku di sekitar sini. Mas sendiri sedang apa?"
"Sebenarnya gak ada yang mau aku lakukan, aku cuma nongkrong di sini."
"Oh gitu, aku pikir Mas Kevin mau kemana dan ke rumah siapa."
"Nggak, aku cuma lagi pengen nongkrong di sini karena di sini tempatnya nyaman dan juga ramai pas malam hari."
"Aku duluan ya Mas atau Mas mau ke rumah aku? Sekalian mampir."
"Nggak-nggak, ngakak usah terimakasih."
"Gakpapa kalau gak mau, aku permisi." Ashila pun langsung pergi meninggalkan Kevin di tempat itu.
Setelah Ashila pergi, Kevin berjalan ke sebuah warung kopi! Dipesan nya satu buah kopi lalu dia duduk di kursi yang berada jauh dari kursi lainnya.
"Chintya, aku kangen banget sama kamu," ucap Kevin sembari menatap foto Chintya dilayar ponselnya.
"Aku sudah melakukan sesuatu yang membuat kamu semakin menjauh dari aku. Aku harus berbuat sesuatu agar tetap bisa bertemu dengan kamu."
"Oh iya, terimakasih ya."
*********
"Aaah! Kenapa saat aku kembali kamu malah udah nikah sama wanita lain, kenapa Marcell!"
Di rumahnya, Alice berteriak sembari melemparkan barang-barang yang ada di atas meja sampai pecah belah dan membuat rumahnya berantakan.
"Astaghfirullah Non Alice ada apa?" ucap Pak Ujang.
Pak Ujang adalah orang yang mengurus rumah orang tuanya Alice saat mereka semua tinggal di luar negeri.
"Pak Ujang gak perlu tahu apa yang rasakan. Beresin rumah ini sampai bersih dan rapi!"
Alice berucap dengan nada tinggi lalu pergi ke kamarnya!
"Aku gak akan ngebiarin Marcell sama wanita itu. Marcell cuma milik aku, ya Marcell cuma milik aku, bagaimana pun caranya aku harus mendapatkan Marcell lagi," gumam Alice.
__ADS_1
**********
"Mas, kamu masuk kamar duluan aja ya, aku mau beresin bekas kita makan dulu."
"Gak usah sayang, kan ada Mbak Siti yang mengerjakan semua ini," ucap Marcell.
"Aku mau jadi istri yang baik buat kamu jadi aku mau melakukan yang terbaik untuk kamu. Anggap aja sekarang aku lagi belajar melakukan pekerjaan rumah agar nanti pas kita tinggal di rumah kita, aku bisa melakukan semuanya sendiri."
"Tapi aku."
"Hhmm, mentang-mentang baru nikah, pisah sebentar aja gak mau," ucap Daniel.
Merlyne yang sudah kesal melihat Marcell yang terlalu manja dengan Chintya, langsung pergi meninggalkan mereka semua di ruang makan!
"Kak Chintya kayaknya belajar beres-beresnya nanti aja kalau kak Marcell udah tidur. Bisa merajuk terus kalau belum diboboin," celetuk Julius.
Daniel dan Julius langsung tertawa renyah, asisten rumah tangga di rumah itu juga ikut tertawa.
"Kalian malah ngetawain aku. Nanti juga kalau kamu sudah menikah, kamu pasti merasakan yang sama," ucap Marcell pada Julius.
"Dan Papa lagi. Papa kayak gak pernah muda aja," sambung Marcell pada Daniel.
Chintya hanya diam sembari mengumpulkan Piring kotor bekas mereka makan.
"Chintya, kamu jangan capek-capek ya kamu kan harus ngurus Marcell juga," ucap Daniel.
"Iya Pa, cuma nyuci piring aja kok," ucap Chintya.
**********
Di kediaman orang tua Chintya.
"Chintya sedang apa ya jam segini Yah?" ucap Arsintha.
"Mungkin lagi makan malam atau baru selesai makan malam," sahut Samuel.
"Ibu penasaran Yah. Apa Mamanya Marcell memperlihatkan anak kita sebaik saat mereka belum menikah. Ibu takut Bu Merlyne tetap tak menyukai Chintya."
"Anak kita anak yang kuat dan penyabar. Kalau pun Mamanya Marcell selalu berkata buruk padanya, anak kita pasti sabar menghadapi Bu Merlyne."
"Tapi Ayah, Ibu gak ikhlas anak kita diperlakukan tidak baik oleh ibu mertuanya."
"Mau gimana lagi Bu, kalau Chintya nya cinta sama Marcell, dia harus menerima semua keluarga Marcell termasuk ucapan-ucapan tak menyenangkan dari mertuanya. Ibu pikir, Ayah mau apa, anak kita diperlakukan tidak baik oleh mereka? Ayah juga gak mau tapi kita kan gak bisa melakukan apa pun."
__ADS_1
Mendengar perkataan-perkataan Merlyne pada Chintya yang begitu menyakitkan dan tidak pantas, membuat Arsintha selaku mengkhawatirkan Chintya. Dirinya takut anaknya diperlakukan tidak baik oleh keluarga mertuanya itu.
Bersambung